
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Itu bis travel yang mengangkut murid-murid Universitas Raya untuk study tour, nah sepertinya mengalami pecah ban dan rem blong lalu supir tak bisa mengendalikan dan jatuh ke jurang, cukup lama lho sampai bis itu naik dan evakuasi korban." Jeff menjelaskan.
"Jadi pas kita datang itu udah dari tadi kecelakaan nya?" tanya Tasya gantian.
"Yup that's right." sahut Jeff.
"Ada berapa korban Jeff, apa masih ada yang hidup?" tanya Dita.
"Nope, semua korban tewas, tadi menurut data ada dua puluh siswa, satu supir dan asistennya." sahut Jeff.
"Astagfirullah... banyak ya korbannya." Dita melirik sosok hantu disampingnya.
Hantu itu tersenyum menyeringai meski terluka parah di bagian pipi sebelah kanannya.
Mobil yang dikemudikan Brian sampai di hotel xx tempat mereka menginap.
"Makasih ya atas tumpangannya." ucap Dita.
"Your welcome, may I know your number?" tanya Brian pada Dita.
"Apaan kayanya dia nanya nomor ya, tapi nomor apaan? nomor kamar lagi jangan-jangan dih enak aja." sahut Dita kesal membuat Jeff tertawa mendengarnya.
"Bukan Dita, dia mau tanya nomor telepon kamu." ucap Jeff.
"Eh jangan gak boleh Dita udah punya suami, Jeff gak mau minta nomor telepon aku?" sahut Tasya.
"Hahaha okay boleh boleh sini aku save nomor kamu terus save balik ya nomor aku." Jeff mengeluarkan ponsel pintar keluaran terbaru dari kantongnya.
"So your number Dita?" Brian masih mencoba menanyakan nomor ponsel Dita.
"Brian no you should not ask that, she already has a husband." jawab Jeff.
"Oh that is too bad." sahut Brian memandang ke arah Dita yang masih melongo tak begitu paham dengan pembicaraan Jeff dan Brian.
"Bunda sayang ku cinta ku pujaan ku sedang apa disini." Anan langsung memeluk Dita dari belakang dan mencium kepala Dita saat mobil yang di kendarai Doni sampai di hotel.
"Ini tadi lagi jalan-jalan terus di tumpangi mobil sama mereka." sahut Dita.
__ADS_1
"Lain kali kamu harus hubungi aku ya, aku gak suka kamu naik mobil orang lain apalagi baru kenal." bisik Anan.
"Oh ini suaminya?" tanya Jeff sambil menyapa Anan.
"Iya saya suaminya." sahut Anan.
"Okay kalau begitu kami masuk duluan ya." Jeff menarik Brian yang masih memandang Dita dan Anan.
"Jeff nanti aku chat ya." ucap Tasya berteriak pada Jeff yang di jawab anggukan kepala dan lambaian tangan dari Jeff.
"Kamu ngapain mau chat dia, kamu aja gak pernah nge chat aku?" Doni menegur Tasya dengan nada cemburu.
"Ih suka-suka hati saya lah mau ngechat siapa, emangnya kamu siapanya saya." sahut Tasya.
"Lho aku kan pa... eh salah orang ya, aku lupa." ucap Doni dengan nada kecewa.
"Pada ngapain sih disini ayo pada masuk!" ucap Tante Dewi mengajak semuanya masuk ke dalam hotel.
"Kok kayak ada yang aneh ya, bukannya kita ber enam perasaan kok jadi tujuh ya?" ucap Doni sambil menghitung kaki yang ia lihat saat di dalam lift.
"Kenapa sih Don?" tanya om Kevin.
"Coba hitung om kakinya, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuh ada tujuh pasang itu yang satu punya siapa?" tanya Doni menunjuk sebuah kaki di belakang Dita.
"Mana sih orang kita cuma ber enam kok." ucap om Kevin.
"Tau ih ngigo nih anak kita cuma ber enam Don." sahut Tante Dewi.
"Aku juga nih kayaknya merinding gimana gitu di leher belakang aku." sahut Dita yang kemudian saling memandang dengan Anan lalu keduanya menoleh ke belakang Dita.
"Hmmm mbak yang tadi dia ngikutin kita Sya." pekik Dita.
Doni memandang kaki yang janggal tersebut dari bawah menuju ke atas sampai ke wajah si yang punya kaki janggal tersebut.
"Huaaaaaaaa."
BRUG... Doni tak sadarkan diri di dalam lift.
"Jangan bilang ini bocah lihat hantu ya Ta?" tanya Tante Dewi menepuk pipi Doni untuk menyadarkannya.
"Iya gitu Tante." sahut Dita.
Pintu lift terbuka di lantai sepuluh.
"Ini jadi gimana mau di gotong rame-rame apa gimana?" tanya om Kevin.
"Ribet banget sih om, sini kayak gini aja kita tarik." Tasya menarik kedua lengan Doni keluar dari lift.
"Ih parah Tasya kayak bawa karung beras aja di geret gitu." Anan tertawa melihat kelakuan Tasya.
__ADS_1
Tapi kuat juga ya dia narik Doni hihihi." ucap Dita menimpali Anan.
"Bukain pak kamarnya biar saya geret masuk ke dalam kamar." ucap Tasya pada om Kevin.
"Okay bentar saya buka nih kamarnya." om Kevin menggesek kan kartu kunci untuk membuka kamar hotel nya.
"Dah minggir pak saya mau bawa dia masuk."
Tasya menarik Doni ke dalam hotel namun lutut Doni terantuk tepi pintu dengan kerasnya.
"Duh... sakit..." pekik Doni yang sudah sadar dari pingsannya.
"Lah bagus dah sadar gak perlu repot di bangunin pakai minyak angin hehehe."
Tasya menepuk-nepuk kedua telapak tangannya.
"Gila Tasya wonder woman banget lho kuat banget narik Doni, coba tadi di gendong Sya, biar makin takjub Tante lihatnya." ucap Tante Dewi sambil tertawa bersamaan dengan Dita dan Anan.
"Dah yuk Bu bos, saya mau mandi kita kemon ke kamar." ajak Tasya.
"Oh iya nanti kalau udah mandi pada ke kamarku ya sebelum pergi ke restoran buat makan malam." pinta Dita.
Semua mata memandangnya dan mengiyakan. Dita dan Anan juga menuju kamarnya lalu masuk.
"Duh sakit banget pak dengkul aku nih." ucap Doni meringis mengusap lututnya yang terantuk tepi pintu.
"Hahaha gitu aja ngeluh coba obati sana." sahut om Kevin sambil membuka kancing kemejanya.
"Tutup pintu Don!" perintah om Kevin.
Hantu perempuan tadi muncul tiba-tiba di balik pintu Doni sebelum ia menutup pintunya.
"Hai." sapa hantu itu.
"Aaaaaaaaaaaaa." pekik Doni.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
__ADS_1
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘