Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Bu Eva


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Kamu menghina saya ya?" tanya pak Herdi menoleh pada Anan.


"Gak lah gue kan juga pernah begini hehehe." Anan mencoba mengelak, Dita menepuk punggung Anan.


"Jangan mulai deh Nan." ucap Dita sambil berbisik.


"Iya maaf." sahut Anan.


"Ketok pintunya!" perintah pak Herdi.


"Kok di ketok, emang bapak gak bisa nembus gitu pak kaya Andri dulu temen kita ya Nan?" ucap Dita.


"Iya nih belum hebat ilmunya kaya Andri payah nih tofu basi." sahut Anan pak Herdi malah melotot tajam ke arah Anan.


"Stop stop bukan saatnya pada berantem, nah bapak ganteng coba lihat pak nanti kasih info ke kita." ucap Dita mendorong pelan pundak pak Herdi.


"Kok kamu bilang dia ganteng sih Bun, kan aku yang paling ganteng buat kamu." Anan merengek.


"Ya ampun cuma muji gitu doang aja udah sensi, iya emang cuma Ananta yang paling ganteng di mata Dita, tapi pak Herdi juga ganteng sih Nan hehhehehe." Dita merajuk menutupi wajahnya dengan tangan kiri Anan.


"Aku gak mau ya kamu muji dia lagi depan aku, muji siapapun juga gak boleh kalau sampai kejadian kaya gini lagi aku pastikan cowok yang kamu puji itu besoknya gak bernafas." tantang Anan.


"Berarti aku aman dong Ta, kan aku udah gak nafas, hehehe." sahut pak Herdi meledek Anan dan Anan hampir saja menarik ikatan pocongnya pak Herdi namun Dita buru-buru menahan tangan Anan.


"Udah sih gak kelar - kelar nih, cepet masuk sana pak!" perintah Dita ke pak Herdi.


"Oke aku masuk." pak Herdi menembus pintu kantor pak Kevin.


Dita memasang telinganya dengan awas pada daun pintu begitu juga dengan Anan yang mengikuti Dita.


Brak...!!


Dita dan Anan jatuh tersungkur ke lantai karena tiba-tiba pintu kantor tersebut di buka dari dalam.


"Wah ada siapa nih yang nguping dari tadi?" tanya seorang perempuan agak gemuk yang membuka pintu kantor pak Kevin.

__ADS_1


"Ih pak Herdi ya bukannya bilang kalau pintunya mau dibuka." bisik Dita bergumam ke pak Herdi.


"Wah ibu siapa ya? saya keponakannya om Kevin." ucap Anan.


"Oh begitu rupanya mari silahkan masuk." sahut ibu tersebut lalu menutup pintu kantor segera dan menguncinya.


"Apa yang ibu lakukan kok pintunya di kunci?" tanya Dita.


"Udah tenang aja ayo duduk sini." ajak Bu itu.


"Kalian harus nya jangan mau di suruh masuk." ucap pak Herdi.


"Telat pak ini udah terlanjur masuk, kan tadinya kita nguping doang." bisik Dita.


"Kamu kenapa ih kok ngomong sendiri kaya gitu?" tanya ibu itu.


"Nama ibu Eva ya?" kali ini Anan bertanya.


"Kok tahu ehehehe pasti dari mbak resepsionis yang di bawah ya? iya nama saya Eva." ucapnya.


"Langsung aja ya Bu, dimana pak Kevin dan Doni?" tanya Dita dengan tegas.


"Ada tuh, tenang aja bentar saya panggilkan, kalian duduk aja yang manis." ibu Eva menekan bahu Dita untuk duduk.


"Ken, keluarkan para cecunguk tadi." ucap ibu Eva.


"APA YANG KAMU LAKUKAN PADANYA?" bentak Dita.


"Tenang saja, dia hanya tak sadarkan diri, salah sendiri dia selalu bilang tak tahu, tak tahu, terus seperti itu." ucap ibu Eva dengan datarnya.


"Memangnya apa yang kamu tanyakan, dia memang tak tahu apa-apa, sejak kecelakaan tempo hari dia itu insomnia." bentak Anan mulai kesal.


"Amnesia yanda, bukan insomnia." sahut Dita.


"Ya apalah itu namanya pokoknya dia hilang ingatan tau, tega-teganya kamu mukulin om Kevin kaya gitu, ayo sini kalau berani!" tantang Anan.


"Kamu mau melawan saya yang perempuan tua ini?" ibu Eva meledek Anan.


"Saya lawan dia noh, ibu lawan istri saya, biar sama-sama perempuan, ya Ta?" Anan mencolek lengan Dita.


"Eh iya, ayo ibu lawan saya." Dita menantang ibu Eva.


"Hahaha kalian aneh, berani - beraninya melawan saya." ibu Eva mengeluarkan pistol volt dari tasnya.


"Ayo kalian duduk yang manis." ucap nya sambil mengacungkan pistol di tangannya.


Pak Herdi mencoba menggapai pistol di tangan Bu Eva tapi tak bisa.

__ADS_1


"Bilang pada nya kalau Maya sudah tenang di alamnya Ta." ucap Pak Herdi.


"Iya Pak, apa ibu ini, ibunya mbak Maya?" tanya Dita perlahan jika salah ucap dan membuatnya marah Bu Eva bisa saja menarik pelatuknya dan menembak Anan di hadapannya.


"Bagaimana kau tahu soal Maya?" Bu Eva menoleh pada Dita.


"Mbak Maya sudah tenang Bu, jasad nya sudah di ketemukan oleh polisi." ucap Dita.


"Tidak, Maya ku belum mati, dia masih hidup, Anwar bilang Maya tersekap di Hongkong karena Herdi, Maya butuh banyak biaya untuk bisa pulang." ucapnya.


"Apa ibu sudah bicara dengan Maya?" tanya Dita.


"Ya aku bicara pada Maya, kenapa?"


"Ba... bagaimana mungkin, Maya itu sudah tiada Bu, kalau ibu tak percaya hari ini Anwar ditangkap mendekam di penjara dan jasad Maya telah di temukan."


"Kau bohong, kau bohong kan?"


"Saya tidak bohong Bu, kemarin kita mengantar arwah mbak Maya untuk pergi." ucap Dita meyakinkan.


"Maya ku masih hidup, dan dia tersiksa gara-gara Herdi sialan itu, ayah dan ibunya adalah penganut aliran sesat, jadi dia menuruni aliran ayah ibunya lalu ia menumbalkan Maya ku, menyekapnya di Hongkong." Bu Eva menangis mencoba menjelaskan.


"Pak Herdi sudah meninggal Bu, bagaimana ia bisa menyekap mbak Maya?" ucap Dita.


"Oh iya tentu saja, rasakan pembalasanku." ucap Bu Eva sembari tertawa terbahak-bahak.


"Jadi, jadi anda yang membunuh pak Herdi?" tanya Dita.


"Ya lalu kenapa? bukankah itu sepadan, agar Maya bisa kembali kepadaku." isaknya.


"Duh, coba aja mbak Maya belum balik ke alamnya Ta, bisa kamu ketemuin kan sama mamanya." bisik Anan.


"Ya, mana kita bakalan tau kalau mamanya mbak Maya itu jahat, dibutakan akan dendam." sahut Dita.


"Sudah, sudah hentikan ocehan kalian! ikat dia Ken!" perintahnya pada laki-laki berbadan besar itu.


"Pinjem tenaga kamu Ta."


Pak Herdi menyentuh bahu Dita dan tiba-tiba muncul di hadapan Bu Eva dan ajudannya itu.


"Ka...ka...kamu... kamu sudah mati, kamu sudah mati!" pekik Bu Eva.


"Ya aku memang sudah mati, lalu apa kau mau menembak ku?" tantang Pak Herdi.


****


to be continued...

__ADS_1


Happy Reading... Mohon Vote nya ya...😘


__ADS_2