Pocong Tampan

Pocong Tampan
Lamaran Om Kevin (Part 1)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Eh itu hantu ngelunjak pakai ngikutin Jeff." Tasya mencoba menyusul Susi untuk mengikuti Jeff tapi Doni menahannya.


"Lepasin apa Don!" pinta Tasya.


"Gak mau, aku gak akan ngelepas kamu!" Doni menatap Tasya tajam sambil menahan tangan Tasya.


Tasya tiba-tiba terdiam memandang Doni kali ini Tasya tak berani melawan perintah Doni. Tubuhnya membeku tak bisa beranjak. Tatapan mata itu mengingatkan Tasya akan sesuatu, tetapi sesuatu yang dia lupa, perasaan yang tiba-tiba muncul tapi tak ia pahami.


"Cie... main lihat-lihatan."


Dita menggoda Tasya dan Doni.


Keduanya tersentak saat mendengar teguran Dita. Tasya buru-buru melepas genggaman tangan Doni.


"Apaan sih, hayu kita pulang sudah malam Ta." ucap Tasya.


"Eh iya tapi cari Tante Dewi sama om Kevin dulu nih, kali aja habis bertengkar ada adegan nyanyi-nyanyi di pohon kayak film India." ucap Dita sambil tertawa.


"Apaan sih Ta, kalau adegan nangis-nangis bombay kayak drama Korea gimana?" tanya Anan.


"Wah iya buruan yuk, kali aja adegannya perpaduan keduanya hihihi." ucap Dita.


Mereka lalu keluar dari restoran seafood itu untuk mencari Tante Dewi dan om Kevin.


"Ta kamu lihat gak barusan?" tanya Tasya melirik ke Dita.


"Lihat apa?" Dita menarik Tasya mendekat.


"Tadi tuh barusan kaya ada yang terbang sekilas, pas di dalam restoran juga ada yang terbang sekilas." ucap Tasya.


"Ah masa sih, burung kali apa kampret."


sahut Dita.


"Kelelawar kali masa kampret, sekalian aja Batman." sahut Anan yang mendengar percakapan Dita dan Tasya.

__ADS_1


"Kalong." sahut Doni ikut mendengar percakapan mereka.


"Ini pada ngomongin apa sih, ya kelelawar lah, kampret lah, kalong lah, batman lah, hadeh." Dita menepuk dahinya.


"Tuh kan barusan lewat di balik pohon itu." tunjuk Tasya.


"Apaan sih Sya?" Dita , Anan dan Doni mengikuti arah pohon yang ditunjuk Dita.


"Kepala terbang, iya bener kepala terbang." pekik Tasya.


"Ah yang bener Sya?" Dita makin celingak-celinguk mencari keberadaan sosok yang di tunjuk Tasya tapi gak ketemu.


"Salah lihat kali." sahut Anan.


"Tuh dia tuh." ucap Doni sambil menunjuk ke arah sebrang di dekat pantai.


"Tuh kan bener Doni aja lihat." sahut Tasya.


"Emang iya Don? kamu lihat kepala terbang juga?" tanya Dita penuh penasaran.


"Enggak, orang aku lihat Bu bos sama pak Kevin." sahut Doni.


"Ah Doni kirain saya kamu lihat apa yang saya lihat tadi." Tasya meninju bahu Doni.


"Lah kan tadi kita emang tujuannya mau cari pak Kevin sama Bu Dewi." sahut Doni.


Tante Dewi masih bersedekap tak mau melihat ke arah om Kevin. Dia menatap ke arah pantai dengan muka masam.


"Jadi belum selesai juga nih marahan nya?" ucap Dita yang makin mendekat tiba-tiba.


"Ini pada ngapain kesini semua sih?" bentak Tante Dewi yang masih kesal.


"Mau ngajak pulang Tante." sahut Anan.


"Mau ngajak pulang? semalam ini? emang kita udah pesen tiket pesawat Nan?" tanya Dita dengan wajah polosnya menatap Anan.


"Maksudnya pulang ke hotel." Anan mencubit hidung Dita.


"Ya udah ayo kita balik ke hotel, Tante udah pengeng kupingnya denger semua penjelasan dari dia yang gak jelas tadi." Tante Dewi melirik om Kevin dengan tatapan kesal.


"Oke tunggu mungkin ini saatnya, mumpung banyak saksinya ya." ucap om Kevin sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


"Wahh cincin Nan." Dita menepuk bahu Anan dengan gemasnya.


Tasya menatap pak Kevin dengan tatapan tak percaya, kedua tangannya menutup setengah wajahnya. Doni tersenyum dengan lebar karena sebenarnya ia sudah tahu yang akan pak Kevin rencanakan dengan cincin itu.


"Ini selalu ada di kantong celana ku kemanapun aku pergi." ucap om Kevin

__ADS_1


"Maksudnya itu buat apa?" tanya Tante Dewi yang tak mengerti namun nada suaranya sudah mulai melunak.


Om Kevin berlutut di hadapan Tante Dewi. Dia mengulurkan cincin yang bermata berlian di hadapan Tante Dewi.


"Maaf saya telah membohongi mu karena saya ingin berada dekat dengan kamu dan mengenalmu lebih dekat, karena ini jalan satu-satunya saya bisa dekat sama kamu." ucap om Kevin.


"Kok saya makin gak ngerti ya?" tanya Tante Dewi


Dita memeluk Anan dari samping sambil berbisik. "Tante Dewi mau di lamar ya?" bisik Dita di telinga Anan.


Anan menoleh pada Dita sambil tersenyum. "Sepertinya iya." sahut Anan sambil berbisik juga.


Tasya menepuk-nepuk bahu Doni dengan gemas nya. Tasya juga paham adegan selanjutnya adalah adegan romantis yang dia pernah saksikan secara langsung.


"Aww sakit Sya, pukulan kamu bikin bahu aku panas nih." bisik Doni mengusap bahunya.


"Di depan orang-orang ini saya mau mereka menjadi saksi kalau malam ini, saya mau melamar kamu, saya mau kamu jadi istri saya wahai Dewi Maharani, mau kah kamu menjadi istriku?" tanya om Kevin dengan tatapan penuh harap sambil berlutut di hadapan Tante Dewi.


"Aaahhhhh so sweet..." pekik Dita dan Tasya bersamaan.


"Akhirnya... setelah latihan semalam sama aku terungkap juga apa yang ingin pak Kevin sampaikan." Doni bertepuk tangan dengan girang.


"Ayo Tante di jawab dong, penasaran nih." sahut Anan.


"Ayo dong Tante, perjuangan banget loh jadi om Kevin buat deket sama Tante, hargai dong Tante coba pikir baik-baik please..." pinta Dita.


Tante Dewi menoleh ke arah Dita, Anan, Tasya dan Doni tatapan Tante Dewi makin tajam melirik ke arah mereka satu persatu.


"Kalian kepo banget sih, udah selesai pada ngomong nya?" ucap Tante Dewi.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you

__ADS_1


__ADS_2