
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
*****
Selesai makan malam bersama, Tasya teringat kembali dengan cerita Leona di taman bermain tadi saat Tasya menemani Jerry mengajak Nenek Rose untuk jalan-jalan.
"Memangnya apa yang kamu tahu soal Leona?" tanya Dita yang duduk di teras belakang bersama Tasya memandang Jerry yang asik berenang di malam hari.
"Nih tadi tuh katanya ya, si Leona itu gak di terima masuk tim cheers sama teman-temannya, mereka pada gak suka sama Leona," ucap Tasya.
"Lalu..."
"Air minum yang sirup itu buat para teman-temannya di tuangin racun serangga, ya pada mual, sakit perut masuk rumah sakit," ucap Tasya.
"Tapi memangnya ke bukti kalo Leona yang kasih racun serangga?"
"Aksinya itu tertangkap kamera cctv Ta," sahut Tasya meyakinkan.
"Hmmm gak nyangka ya padahal dia diem banget tau," ucap Dita.
"Yang diam-diam itu menghanyutkan, eh ngomong-ngomong Jerry mana ya?" Tasya tak menemukan Jerry di dalam kolam renang.
"Nah lho, kemana tuh Sya, jangan- jangan tenggelam," ucap Dita ikut panik.
"Astaga... itu di tenggelemin sama Samanta." tunjuk Tasya.
"SAMANTA...!!!" pekik Dita menghampiri Samanta yang tertawa cekikikan membuat Jerry timbul tenggelam.
"Samanta hentikan...!!!" Dita meneriaki hantu Samanta lagi.
Samanta menarik rambut Jerry dan membawanya naik ke permukaan sambil tertawa.
"Apa yang kamu lakukan itu jahat Samanta...!!!" ucap Dita sambil bertolak pinggang.
"Habisnya dia itu lucu sekali dan gemas rasanya mengerjainya," ucap Hantu tersebut.
Lily yang melintas ikut mengamati Jerry yang terbatuk-batuk dan kesulitan bernafas. Tasya membawa handuk dan menutupi tubuh Jerry.
"Aku akan memanggil Pak Herdi untuk menghukum kamu ya," ancam Dita yang langsung membuat hantu Samanta pergi menghilang.
"Tanda hitam di lehernya itu seperti pernah lihat di mana ya?" gumam Lily mengamati leher Jerry.
"Kenapa Ly?" tanya Dita.
"Tidak, tidak apa-apa hanya saja... sudah lah aku akan kembali menemani Anta," Hantu Lily pergi dari hadapan Dita.
"Kamu gak apa-apa kan Ry?" tanya Dita.
"Iya Ry kamu gak apa-apa kan?" tanya Tasya menimpali.
"Gak apa udah mendingan, aku bingung kenapa tadi aku timbul tenggelam begitu ya," ucap Jerry bergumam.
"Kamu di gangguin Samanta, emangnya kamu gak lihat tadi?" tanya Tasya.
"Ih tuh hantu nyebelin banget sih! semua mau dia udah Aku turutin padahal, untung aja hantu coba kalau bukan, beuh udah aku jambak, terus aku dudukin mukanya," ucap Jerry dengan kesalnya.
"Ya udah sekarang pada tidur gih udah malam, lain kali jangan renang malam-malam lagi nanti bukan cuma Samanta yang ganggu, bisa jadi hantu lain yang ganggu, hiiyyy..." Dita menakuti Tasya dan Jerry seraya bergegas masuk ke dalam.
Anan sudah tertidur pulas bersama Anta rupanya. Mereka kekenyangan setelah selesai makan malam dan langsung tidur. Dita menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan berganti baju tidur.
Saat mematikan lampu kamar dan menutup tirai jendela kamarnya, Dita melihat sesuatu di seberang sana. Di rumah Tuan Jhon. Leona membuka jendela kamarnya. Seekor burung merpati terbang dan hinggap di jendelanya. Leona membelai merpati tersebut dan memberinya remahan roti.
"Ah anak itu manis banget..." Dita mengintip dari balik tirai jendelanya.
Tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan menyentak Dita sampai menahan mulutnya agar tidak berteriak. Leona mematahkan leher merpati di tangannya itu lalu ia menjatuhkan tubuh merpati itu ke depan halamannya.
"Kenapa dia melakukan itu?" gumam Dita yang menahan ngeri sedari tadi.
__ADS_1
Leona memandang ke arah jendela kamar Dita. Untungnya Dita sudah sigap bersembunyi agar tak terlihat. Leona lalu menutup jendelanya.
"Apa dia terasuki ya?" gumam Dita.
"Bukan..."
"Astagfirullah Pak Herdi, ngagetin aja nih!" Dita menepuk pipi pak Herdi.
"Sakit Ta... adawww...!"
"Telat sakitnya masa baru adawnya belakangan," gerutu Dita.
Hening seketika...
"Tak gak ada yang mau di obrolin gitu, kan kamu udah manggil saya?" tanya Pak Herdi.
"Emang saya panggil?" Dita balik bertanya.
"Kamu panggil kok!" Pak Herdi bersikeras.
"Oh... kesenggol kali ya gelapnya, hmmm mau ngomongin apa ya? oh iya ngomongin si Leona tadi, itu kenapa ya pak, masa dia patahin leher merpati sih terus tadi kata pak Herdi dia gak kesurupan, maksudnya gimana tuh?" tanya Dita akhirnya penasaran.
"Sepertinya memang kejiwaan dia terganggu, dia itu gak baik, Anta juga gak suka sama dia," ucap Pak Herdi.
"Tapi Anta pernah main sama dia, sering juga main kesana main sama dia," sanggah Dita.
"Pertama kali iya, tapi setelah itu Anta main sama hantu anak perempuan di situ."
"Oh... si anaknya nyonya Kate, si Clara?" tanya Dita.
"Ya pokoknya sama hantu yang di situ aja, coba aja tanya Lily!" Pak Herdi menunjuk Lily yang sedari tadi termenung di depan kamar Dita.
"Ly... Coba masuk ke sini!" perintah Dita memanggil Lily.
"Ly... kok gak nyaut pak?"
"Mungkin lagi galau."
"Woi...! bengong aja entar kesambet manusia aja!" ucap Dita.
"Hmm... garing Ta, biasanya tuh kesambet setan, masa kesambet manusia sih..." sahut lily.
"Kan kamu setannya, masa setan kesambet setan hehehe..." ucap Dita.
"Kamu mau tanya apa?" Lily menoleh pada Dita.
"Kamu kenapa bengong?"
"Aku lagi mikir tanda di leher Jerry, aku jadi inget seorang bayi gitu tapi... ah sudahlah ini aja dugaanku saja, sebenarnya kamu mau tanya apa?" tanya Lily.
"Aku mau tanya waktu kamu sama Anta main di rumah depan situ emang Anta main sama hantu Clara bukan sama Leona?" tanya Dita.
"Ih iya itu nyebelin banget tau masa si Leona ngerebut aku dari Anta terus aku di injek, terus kepala aku di patahin, si Anta sampai nangis, tapi ada Clara yang diemin Anta," ucap Lily menjelaskan.
"Kok baru bilang kalau Anta nangis, ini kejadiannya kapan?"
"Tadi sore, pas Tasya di panggil nyonya Kate suruh cobain kue buatannya, terus dia ajak main Anta ke rumah sana, habislah aku dianiaya huh sebel deh eyke," sahut Lily debgan nada suara manjanya.
"Hmmm... ada yang gak beres sama anak itu ya Ly?"
"Ember... rada-rada itu anak, agak sinting kayanya cyin," ucap Lily.
"Ya udah lanjut lagi inget-inget bayi tadi, kalau udah inget ceritain ya, aku mau tidur dulu, malam Ly..."
"Malam Ta, have a nice sleep don't let the bug bite you..." ucapnya.
"Aku mau tidur pak, selamat tidur..." ucap Dita lalu berbaring di samping tubuh Anta dan Anan yang sudah bersahutan dengan suara mendengkur mereka masing-masing.
Tak berapa lama dengkuran yang berbeda terdengar dari bibir Dita.
__ADS_1
"Benar-benar keluarga ajaib, tidur aja posisi sama, dengkuran beda nada tapi seirama hahahha..." gumam Pak Herdi.
***
"Selamat pagi semuanya..." ucap Tante Dewi yang sudah bersama Om Kevin datang ke meja makan.
"Cie rambutnya pada basah uhuy!" Anan menggoda tante Dewi dan Om Kevin.
"Apaan sih, cungkil pakai garpu nih!"
"Uuhhh takut..." cibir Anan.
"Si Mark kemana?" tanya Om Kevin.
"Sepertinya gak pulang soalnya kan kamar dia di sebelah aku jadi aku tahu kalau pagi tadi dia gak pulang, kan biasanya rebutan kamar mandi sama aku hehehe," sahut Tasya.
"Oh gitu," ucap Om Kevin seraya menyodorkan piringnya ke arah tante Dewi.
Nasi goreng Dita siap menyambut perut mereka untuk di isi, di tambah dengan telur dadar yang sedang Dita siapkan di dapur.
"Telurnya udah siap, plus kerupuk udang nih," ucap Dita.
"Jerry, kamu gak siapin roti buat di kamar Granny Rose?" bisik Tasya.
"Oh iya, untung di ingetin kalau enggak bisa di aniaya lagi aku sama si Samanta," Jerry langsung bergegas meraih roti dan susu kesukaan Samanta.
"Sekalian nasi gorengnya nih buat Granny Rose," ucap Dita.
"Samanta itu siapa?" tanya Tante Dewi.
"Itu yang nemenin Granny Rose di kamarnya," sahut Dita.
"Manusia?"
Tasya, Dita, dan Jerry menggelengkan kepalanya berbarengan.
"Oh... cukup deh gak usah tau saya," Tante Dewi melanjutkan sarapannya kembali.
"Bunda, Anta mau bentuk bekalnya beruang ya," pinta Anta.
"Ok deh cantik," sahut Dita.
Tiba-tiba suara teriakan nyonya Kate yang kencang datang sampai terdengar ke rumah Dita. Semua saling bertatapan masing-masing.
Anan dan Om Kevin bergegas menuju rumah nyonya Kate.
"Anta tunggu sini sama tante Tasya!" Dita memberi perintah lalu bersama Tante Dewi menyusul Anan ke rumah seberang.
"Ada apaan sih?" tanya Jerry yang datang dari kamar nenek Rose.
"Gak tau si nyonya Kate teriak kenceng banget barusan," jawab Tasya.
"Kalau itu aku juga denger, maksudnya kenapa dia teriak?"
"Ya mana aku tau, aku kan di sini," sahut Tasya menahan Anta agar tak ikut serta menuju rumah seberang.
*****
Masih bersambung ya guys...
Jangan bosen-bosen untuk VOTE dan maaf ya kalau Vie mulai slowres balas komen-komen kalian tapi aku selalu like dan baca lho komen kalian sebagai penyemangat Vie untuk nulis. Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
__ADS_1
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘