
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
"Why you not affraid with me?"
(Kenapa kau tak takut padaku?) tanya si hantu perempuan itu pada Dita.
"Oh aku tau nih affraid itu takut kan? kamu nanya kenapa aku gak takut ya sama kamu? ah udah biasa hantu kayak kamu mah kurang serem," Dita mencibir hantu tersebut.
"Ih ribet banget kalau butuh translate bahasa seperti ini," gumam Pak Herdi.
"You are not the new nanny right?"
(kamu bukan perawat yang baru kan?) tanyanya.
"Apaan tuh pak?" Dita menoleh pada Pak Herdi.
"Dia nanya kamu perawat nenek ini apa bukan," Pak Herdi mencoba menjelaskan.
"Bilang dong bukan, emang kenapa gitu pak tanyain!" pinta Dita.
"Where is she now?" (Dimana dia sekarang?"
hantu itu membentak Dita dan Pak Herdi.
Pak Herdi menanyakan pada hantu perempuan itu perihal kenapa ia menanyakan keberadaan si perawat sebelumnya. Hantu itu bernama Samanta, ia seorang balerina penunggu rumah yang terletak di seberang rumah ini. Samanta terpanggil ke rumah Nenek Rose dan suka merasuki nenek Rose kala suster Agata pernah mencoba iseng memainkan papan ouija bersama Nenek Rose. Kini Samanta tak dapat kembali sampai suster Agata yang mengembalikannya.
"Ya tapi harusnya dia jangan kayak gitu dong kan kasian nenek Rose dia kesakitan kalau terasuki sama dia pak," ucap Dita.
"Saya juga mencoba menjelaskan Ta, dan memberitahukan padanya bagaimana saya bisa menjaga kamu dan Anta tanpa harus merasuki," ucap Pak Herdi yang sedari tadi sibuk menjadi penerjemah antara Dita dan Samanta.
"Nah itu, coba kasih tau tentang Lily dia malah tinggal di dalam boneka milik Anta," ucap Dita.
"Capek Ta, kamu belajar bahasa inggris deh mendingan biar cepet bisa komunikasi sama orang-orang sini, kaya di negeri Gingseng waktu kemarin," ucap Pak Herdi.
"Hmmm... Oke deh, hei you, please welcome," ucap Dita menunjuk hantu Samanta.
"Kamu mau ngapain ngucapin selamat datang?" tanya Pak Herdi menggaruk kepalanya padahal ia tak merasa gatal sama sekali.
"Maksudnya mau ajak dia ke dapur sambil masak sambil belajar bahasa inggris sama bahasa kita ke dia gitu," ucap Dita seraya melangkah menuju dapur.
"This is weird right? this is your first time right see the human like that?"
(Ini aneh kan? baru pertama kali kan lihat manusia macam dia) Ucap Pak Herdi sambil menunjuk ke arah Dita. Hantu Samanta mengangguk. Lalu entah kenapa Samanta malah menuruti Dita untuk membantunya memasak di dapur.
***
Anan tiba di sebuah sekolah di mana sekolah tersebut terdiri dari murid kelompok bermain sampai siswa menengah atas. Red Flower School, sekolah paling terkenal di kota tersebut ini, banyak dari siswa di sini adalah keturunan orang kaya. Dan pastinya mereka sekolah di sana demi gengsi dan di bilang keren.
"Gimana Ta, bagus gak sekolahnya?" tanya Anan.
"Bagus yanda, Anta suka," jawab Anta sambil mengamati sekeliling.
"Ups sorry!" seorang perempuan berambut pirang menabrak Anan dengan sengaja untuk mencari perhatian.
"It's okay!" sahut Anan lalu menggandeng kembali tangan Anta menuju ruang kepala sekolah untuk kelompok bermain.
"Hai Lucy what are you looking at?" (Hai Lucy kamu sedang lihat apa?" tanya kawannya yang menghampiri Lucy.
"Oh... that guy is cute, isn't he?"
(Pria itu manis, ya kan?) tanya Lucy.
"Hmmm... let's go to the canteen!"
__ADS_1
(ayo kita ke kantin!)
"Okay!"
Lucy mengikuti tarikan tangan kawannya itu tapi wajahnya masih menoleh ke arah Anan.
Anan berada di ruang pendaftaran untuk mendaftarkan Anta di sekolah tersebut.
"Yanda aku mau pipis," ucap Anta menarik ujung kaus Anan.
"Hmmm jangan lama-lama, jangan kemana-mana terus balik lagi les sini!" seru Anan.
"Oke..." Anta mengacungkan ibu jarinya ke hadapan ayahnya itu lalu bergegas menuju kamar mandi sambil membawa boneka Lily di tangannya.
"Kata bunda kalau gambarnya pakai rok, itu tandanya Anta boleh masuk ke dalam ya kan Li?" gumam Anta bertanya pada boneka yang ia bawa, Lily pun mengangguk dan tersenyum.
Anta masuk ke dalam toilet dan ternyata ia bertemu dengan perempuan yang bernama Lucy tadi.
"Hello...!" sapa Lucy pada Anta.
Anta hanya tersenyum melihat balik perempuan tersebut.
"Need a help?" (Butuh bantuan?) tanya Lucy.
"No... No... No..." sahut Anta.
Kebetulan sang bunda sudah mengajarinya berkata "No" pada setiap orang orang yang baru saja Anta temui.
Lucy tertawa kala melihat Anta.
Anta menutup pintu bilik toiletnya, lalu duduk di atas klosetnya.
"Hei...!" suara seseorang terdengar jelas di dalam toilet tersebut.
Anta menengok ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah, bahkan ke belakangnya, tak ada siapapun di sana.
"Lily itu suara kamu?" tanya Anta.
"Bukan aku," sahut Lili yang di taruh berdiri di atas alat gulungan tisu.
"Itu suara siapa ya," Anta selesai dengan buang air kecilnya, lalu menekan tombol flush.
"Anta coba liat di dalam toilet!" Lily memberitahu Anta perihal sosok di dalam toilet.
"Ih kamu siapa kok berenang di dalam toilet ih jorok untung aja Anta gak ee," ucap Anta.
Hantu itu muncul mengeluarkan wajahnya yang tertutup rambut pirang yang berantakan. Kedua tangannya berusaha dia taruh di atas kloset dan mencoba untuk merangkak naik. Rambut yang berantakannya terbuka memperlihatkan wajahnya yang penuh luka robek di bagian kedua pipi, dahi dan dagu. Nanah dan darah kering bercampur jadi satu di antara luka robekan tersebut. Hidungnya hanya tinggal tengkorak ditambah dengan ulat yang keluar masuk ke dalam rongga hidung.
"Hei..." ucap Hantu tersebut menakuti Anta.
So this little kid must ke scream so loud after looking at me hahahha...
(anak ini pasti teriak dengan kencangnya saat melihatku) batin hantu tersebut.
"Oh... rupanya kamu yang panggil aku barusan, maaf ya ganggu, udah masuk lagi ya!" ucap Anta sambil menekan kepala hantu tersebut masuk ke dalam kloset.
"Ihhh..." Anta bersusah payah menekan kepala hantu tersebut.
"Ayo masuk...!" ucap Anta.
Hantu itu berusaha keluar dari dalam toilet tapi Anta makin menekannya masuk. Anta menutup kloset duduk itu dan menekan tombol flushnya.
Lily tak hentinya tertawa terbahak-bahak saat melihat kelakuan Anta yang memperlakukan hantu dengan semau dia.
Seseorang mengetuk pintu toilet Anta.
"Are you okay?" tanya Lucy.
__ADS_1
"Okay." sahut Anta sambil tersenyum lalu meraih boneka Lily dan kembali lagi ke rumah pendaftaran tadi.
"Hei, did she met the ghost?" (apa dia lihat hantu itu?) tanya seseorang perempuan menghampiri Lucy.
"She is okay, and..." Lucy menoleh ke bilik toilet tempat Anta tadi yang terletak di sudut.
"Its scary, let's get out from here!"
(Serem banget ayo pergi dari sini!) ucap Lucy menarik rekan kerjanya keluar dari toilet perempuan itu.
Ternyata di toilet yang terletak di bagian sudut tersebut, sudah terkenal dengan kondisinya yang angker. Sosok hantu perempuan yang memunculkan kepalanya dari dalam toilet kerap kali muncul untuk menakuti. Apalagi ia gemar sekali menakuti anak-anak kecil. Namun, sayangnya hari ini hantu tersebut tidak berhasil menakuti Anta.
***
"Halo Anta, let me introduce myself, I am miss Winnie," ucap perempuan paruh baya berkaca mata dengan mengenakan setelan jas dan rok warna biru navy itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke arah Anta.
Anan memberi kode pada Anta agar menjabat tangan kepala sekolahnya itu.
"Saya bisa kok bahasa kamu, saya kan bisa sepuluh bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia," ucapnya.
"Oh... kenapa gak dari tadi miss ngomong sama saya kalau anda bisa bahasa Indonesia, capek-capek lho saya mikir mau ngomong apa," ucap Anan menggerutu.
"Maafkan saya pak, saya cuma mau tes anda saja kok," ucap miss Winnie.
"Hmmm..."
"Mari saya antar keliling sekolah, sekaligus ambil seragam, buku-buku dan peralatan sekolah untuk Anta," ucapnya sambil menuntun arah Anan dan Anta.
"Hello again...!" sapa Lucy saat melihat Anta kembali.
"Yanda, Anta sebel ih ketemu dia terus," bisik Anta.
"Oh iya ini miss Lucy dia akan menjadi guru Anta ya besok di kelas," ucap miss Winnie.
"Yah..." ucap Anta.
Anan buru-buru menutup mulu Anta agar jangan bersuara lagi untuk menggerutu.
Miss Winnie berbisik pada miss lucy mengenai bahasa di negara Flower yang belum di kuasai Anta.
"Oh okay, I will teach her slowly," (Oke aku akan mengajarinya lebih lambat) ucap Miss Lucy mencoba mencolek pipi Anta sambil menatap ke arah Anan dengan takjubnya.
"This is your daughter?" tanya Miss Lucy pada Anan.
"Yes, she is!" sahut Anan.
"Nah sekarang silahkan keliling kelas mengikuti miss Lucy ya, bapak bisa kan komunikasinya?" tanya Miss Winnie.
"Okay miss, makasih sebelumnya," ucap Anan.
Miss Winnie pergi dari hadapan Anan dan akhirnya Anan serta Anta mengikuti miss Lucy berkeliling kelas dan perpustakaan bagi para murid di kelompok bermain.
****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1