Pocong Tampan

Pocong Tampan
Hantu Suster Cindi (Part 1)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


*****


Karena masih penasaran akhirnya sosok hantu Cindi memangil nama Tasya yang hendak keluar dari rumahnya.


"Tasya..." ucap hantu Cindi yang langsung dibalas oleh Tasya dengan kata


"IYA..." sambil menoleh ke arah Cindi.


Dih si Tasya pakai keceplosan lagi disuru tahan dulu juga jangan kepancing.


Dita menepuk dahinya sendiri.


"Tuh kan bener elo bisa lihat gue kan?" Cindi langsung menarik kaki Tasya dan memeluk kaki Tasya saat itu juga untuk menghentikan langkahnya.


"Duh gimana ini Ta, kenapa jadi kaki aku yang berat ketempelan dia." rengek Tasya sambil menarik Cindi yang memeluk kakinya.


"Lagian kamu sih bukannya nahan diri pura-pura gak lihat cuekin dia aja malah nengok." sahut Dita.


"Lagian dia manggil nama aku ya wajar kan aku nengok huhuhu." Tasya tak bisa menahan tangis ketakutannya.


"Lepasin Cindi, dia gak salah kasian dia." sahut Dita akhirnya.


"Hah, jadi elo bisa liat gue juga Ta?" Cindi langsung melepas pelukannya dari kaki Tasya lalu menghampiri Dita.


"Iya kenapa?" tanya Dita mulai kesal padahal harusnya dia tak mau berurusan dengan hantu Cindi.


"Dita tolongin gue ya please..." pinta Cindi.


"Capek aku mau pulang ya." sahut Dita.


"Tolongin gue Ta, nanti gue gak tenang nih." ucap Cindi menggenggam tangan Dita.


"Lagian kamu juga sih udah di bilangin suruh ke orang yang bisa nolong kamu lepas dari penampakan nenek-nenek waktu itu malah ngeyel, akhirnya gini kan." ucap Dita memandang wajah Cindi.


"Gue nyesel Ta, gue kan gak percaya kaya gituan." ucap Cindi menyesal.


"Lah terus aku bisa bantu apa coba kalau kamu udah kayak gini?" tanya Dita.

__ADS_1


"Sebenarnya waktu gue hiking ke gunung itu tuh gue nemuin sebuah batu permata yang cantik banget Ta terus..." ucap Cindi namun terpotong karena kedatangan Doni yang langsung berteriak melihat penampakan hantu Cindi.


Anan dan ayah Cindi langsung menghampiri Doni yang terduduk lemas. Anan dan Cindi saling bertatapan kala itu.


"Kamu kenapa nak?" tanya ayah Cindi.


Dita menggelengkan kepalanya ke arah Doni agar tak beritahu yang sebenarnya.


"Maaf pak kepala saya tadi kepentok makanya saya teriak." sahut Doni berbohong.


"Kirain ada apa, makanya nak hati-hati ya."


ucap ayahnya Cindi lalu kembali ke depan menerima tamu yang datang melayat kembali.


"Ini jangan bilang sama gue kalau kalian semua bisa liat gue?" tanya Cindi menatap Doni, Anan, Dita dan Tasya bergantian.


"Udah deh kamu tadi mau cerita apa, kami tadi nemu batu permata apa?" tanya Dita pada hantu Cindi.


"Oh iya, gue nemu batu permata warna biru keunguan di lubang tempat gue jatuh waktu itu terus gue bawa pulang, kayaknya penunggu situ marah deh makanya ngikutin gue sampai buat kaki gue busuk gini." ucap Cindi sambil menahan tangisnya.


"Nah kan pasti kamu tuh ngelakuin sesuatu sampai diikuti nenek-nenek tempo hari itu, lagian kamu sih." ucap Dita.


"Ya terus gimana dong mana gue tahu kalau bakal di ikutin tuh nenek?" Cindi mendekat pada Anan yang langsung di halangi Dita.


"Udah jadi hantu jangan ganjen, suami aku nih." sahut Dita.


"Terus batu permatanya kamu kemanain, maaf ya Tasya tanya-tanya?" Tasya mencoba menegur Cindi.


"Nah itu dia masalahnya hehehe batu permatanya gue jual, soalnya kata yang beli batunya bagus dan lumayan mahal di hargai lima juta batunya." sahut Cindi.


"Yah kalau udah kamu jual batu permatanya terus gimana mau balikin ke gunung tempat kamu hiking, hadeh." Dita menepuk dahinya.


"Tapi gue inget kok jualnya dimana." sahut Cindi.


Ponsel Anan tiba-tiba berbunyi ternyata om Kevin yang menghubunginya.


"Ya om ada apa?" tanya Anan.


"Tante sama om gak bisa ke rumah Cindi, urusan kita belum kelar, terus ada klien yang mau ke rumah sakit mau ngomongin investasi, Tante Dewi nyuruh kamu yang nemuin tuh klien." ucap om Kevin dari seberang sana.


"Sekarang Tante Dewi mana coba Anan mau ngomong om?" pinta Anan.


"Lagi fitting baju Nan, nanti ya om telpon lagi, oh iya suruh cepetan katanya ketemu kliennya." ujar Om Kevin lalu menutup sambungan teleponnya.


"Ta buruan yuk ke kantor, Tante nyuruh ketemu klien calon investor nih." ucap Anan.


"Ya udah pamit dulu sama orang tuanya Cindi." sahut Dita.

__ADS_1


Anan dan Dita akhirnya pamit pada orang tuanya Cindi setelah menyerahkan sejumlah uang dalam amplop coklat sebagai ungkapan belasungkawa.


"Dita gue ikut ya?" pinta Cindi menarik kaki Dita saat akan keluar dari gerbang rumah Cindi menuju mobil Anan.


"Hadeh gimana ya, aku bingung nih." sahut Dita.


"Bantuin gue please buat balikin tuh batu permata ke gunung xx tempat gue hiking kemarin biar gue tenang, kalau elo gak mau bantuin gue nanti gue nangkring di kaki elo biar elo susah jalan, mau?" ancam Cindi.


"Nih yang aku gak suka dari kamu gini nih, udah minta tolong tapi ngancem." sahut Dita kesal.


"Ya bantuin ya." pinta Cindi masih memelas.


"Udah iya aja lah biar cepet, yuk." ajak Anan menarik lengan Dita menuju mobilnya.


"Pak bos aku sama Tasya ikut ya, tadi kita ngangkot kesini hehe." ucap Doni sambil menarik lengan Tasya menghampiri mobil Anan.


"Ya udah buruan." sahut Anan.


Doni berlari kecil bersama Tasya menghampiri mobil Anan.


"Tungguin gue dong!" pinta hantu Cindi berteriak ke arah Dita.


"Don, itu masa dia ngesot gitu sih kan nanti lama nungguin dia kitanya." ucap Tasya.


"Iya Don, gendong gue dong biar cepet." pinta Cindi pada Doni.


"Dih ogah, kalau gendong Tasya sih aku mau, lagian belajar ngilang apa biar cepet sampe kalo gitu kan kakinya pedes bajunya kotor nyapuin jalan mana pake daster gitu." sahut Doni.


"Cepetan Cindi, emang belum bisa ngilang?" tanya Dita.


Cindi menggeleng dengan wajah sedih.


"Panggil pak Herdi juga nih buat bantuin Cindi." gumam Dita lalu memanggil Pak Herdi saat itu juga.


*****


To be continued


Jangan lupa mampir ke novel ku lainnya ya guys...


- Kakakku Cinta Pertamaku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Ku tunggu like dan komen kalian disana dan Vie mau ngadain Giveaway lho di novel Kakakku Cinta Pertamaku jangan lupa ikutan ya pembaca tersayang ku 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2