
"Andri kamu ngapain ke sini?" tanya Dita dipelukan Andri.
"Aku gak bisa pergi Ta, tolongin aku, aku gak bisa tenang." ucapnya terisak.
"Lepas lepas lepas ngapain sih peluk peluk..!!"
Anan berusaha melepas pelukan Andri.
Andri menoleh kepada Anan lalu terkejut.
"Hah kamu?? kamu anak Pak Arjuna kan?" Andri menunjuk Anan.
Anan menatap heran ke arah Andri, sesungguhnya dia sendiri pun masih belum tau siapa dirinya.
"Siapa Ndri, anak siapa?" tanya Dita.
"Dia anak Pak Arjuna Prayoga pemilik rumah sakit tempat aku kerja Ta, kok ada disini?"
tanya Andri masih dengan raut wajah keheranan.
"Serius kamu bilang? kamu tahu orang tuaku?" kali ni Anan yang mencari tahu penasaran.
"Iya lah elo itu itu fenomenal tau, kenapa elo bisa ada disini?"
"Dia itu udah lama sama aku, ya beberapa bulan lalu, dia juga ikut kok waktu kita anterin jenazah mas Dimas cuma kamu gak bisa liat."
"Emang dia udah mati?" tanya Andri.
"Iya aku tuh penjaganya Dita, diutus buat nemenin dia seumur hidup."
"Elo penjaga Dita hahahhahaha..." Andri tertawa terbahak-bahak menahan sakit di perutnya.
"Ih si Andri kenapa lagi." Dita menepuk bahu Andri.
"Lucu Ta Lucu, nih cowok tuh fenomenal di rumah sakit dia tuh koma udah setahun gak bangun bangun."
"Apaaaaaa??!?" Dita dan Anan berucap bersamaan.
"Iya dan gue baru tahu kalo dia udah mati, ya iyalah koma setahun pasti mati ujung-ujungnya wkwkwkkww."
__ADS_1
"Eh bisa diem gak sih." Anan menarik kerah baju Andri.
"Udah stop stop! kamu tahu dimana orang tua Anan sekarang?" tanya Dita
"Setau aku mereka pergi ke Jepang deh. soalnya aku juga udah jarang liat Pak Arjuna ke rumah sakit."
"Jadi kamu gak tau pasti dimana mereka ?"
Andri menggeleng.
"Mungkin bisa tanya Tante nya dia, adik perempuan Pak Arjun, lagian penting banget kali bantuin dia dih."
"Heh elo tuh berati anak buah ayah gue jadi gua itu juga bos Luh." sahut Anan.
"Oh itu sih mimpi Lo, gue gak pernah ngerasa kerja sama elo huh."
"Eh tempe angus belum pernah yak di..."
"Udah ah stop...!! aku mau tidur nih jangan ribut, bentar lagi pagi aku capek."
Dita menatap kesal kearah Anan dan Andri lalu menuju kasurnya tidur.
"Ya gue gak tau cuma Dita yang bisa gue tuju buat nolong gue, sama kaya dia nolong Dimas kan?"
"Basi elo bilang aja modus."
"Selow bro kenapa elo yang marah-marah?"
"Gue itu penjaganya Dita, jadi gak boleh ada yang coba-coba deketin dia, paham..!!"
Ancam Anan.
"Baru penjaga belom suaminya dia hahahha eh suami mana mungkin yak, ngarep elo sadar diri elo tuh setan." Andri mendorong bahu Anan dengan telunjuknya.
"Elo juga setan kan."
"Udaaahh berisik banget sih kasian tuh Kakak Dita gak bisa tidur." Jessie melerai Anan dan Andri menunjuk ke arah Dita yang berusaha menutup telinganya dengan bantal.
"Eh ada si cantik, namanya siapa?" tanya Andri.
__ADS_1
"Namaku Jessie."
"Kamu lagi ngapain ini?" Andri duduk di kursi dekat Jessie mengamati yang sedang Jessie kerjakan tadi.
"Aku lagi belajar kak, buat ujian nasional terus aku mau ikut beasiswa di Universitas XX di Singapura."
"Wah itu kampus kak Andri, emang pilihan yang tepat buat kamu, mau kakak bantuin gak?"
"Mau banget kak, makasih ya." Jessie tersenyum senang sekali.
"Beuuuhhh modus banget tempe angus sok sokan baik gitu." sahut Anan
"Eh lontong kisut, kalo gak bisa bantu udah deh diem aja." Andri melempar Anan dengan pensil.
"Wah ngajakin ribut nih tempe angus."
Anan hampir saja menghampiri Andri dan meninjunya namun sosok Tania yang sangar dan garang sudah hadir diantaranya membuatnya Jessie menutup takut melihat Tania.
"Hai, gue Andri."
Tania melotot ke arah Andri dan menunjuknya untuk pergi.
"Mampus Luh di usir yang punya rumah, hahaha." ucap Anan tertawa puas.
Tania menunjuk Anan juga dengan mata melotot menyuruhnya keluar.
"Sukurin, kena juga kan loh." gumam Andri tertawa puas juga.
Anan dan Andri terusir keluar dari dalam rumah mereka akhirnya duduk berjauhan di depan teras.
Jessi yang takut kali ini sudah berdiri hendak pergi menghilang namun Tania menunjuknya dan menyuruhnya untuk duduk kembali, Tania juga menunjuk buku-buku di atas meja bermaksud menyuruh Jessie untuk belajar.
Setelah semuanya tenang Tania pergi kembali kedapur tempat dia melakukan aktivitas nya.
***
To be continued
Happy Reading...
__ADS_1