
Dear readers tersayang... Jangan lupa sebelum membaca di Like and komentar di babnya. Kalau sudah habis membaca jangan lupa juga buat Vote pakai poin kalian buat dapetin Giveaway dari Vie.
Terima kasih and Happy Reading. 😘😊
*******
Tiba-tiba kalung yang Dita pakai berpendar mengeluarkan sinar ungu yang menyilaukan Ratu Masako. Iris kedua mata Dita juga sudah berubah menjadi warna ungu. Wajah Dita tersenyum dan mengeluarkan suara seseorang yang berbeda darinya. Sang Ratu Kencana Ungu kini merasuk ke dalam raganya.
"Halo, Masako..."
"Kamu? Ungu? itukah kamu?" tanya Ratu Masako.
"Kenapa kau masih saja menganggu titisanku?" Ratu Kencana Ungu balik mencekik Ratu Masako.
"Aarghh, karena dia istimewa dan mampu membuatku lebih kuat," sahut Ratu Masako lalu menepis tangan Ratu Kencana Ungu yang roh-nya masuk ke dalam tubuh Dita.
Pertempuran kedua Ratu kembali terjadi di hadapan Anan. Hanya saja kali ini tubuh Dita yang dipakai sang Ratu Kencana Ungu malah membuat Anan khawatir.
Anan tau Shirime lengah, ia langsung menarik kaki makhluk itu sampai jatuh terjerembab. Kepala botak makluk itu terantuk pinggir ranjang rumah sakit. Betapa mengejutkan saat Anan melihat satu bola mata besar di bokong makluk botak Shirime itu sedang menatapnya kesal.
Sontak saja Anan langsung tertawa melihat bola mata di ujung anus pada bokong Shirime. Makhluk itu mencoba bangkit dan bersiap menghampiri Anan. Namun, tangan Anan sudah sigap meraih sebotol alkohol 70 persen dan mengarahkannya ke bola mata di bokong makluk tersebut.
"Syukurin, luh! rasain!" seru Anan.
Makhluk Shirime itu merasa sangat pedih dan kesakitan seraya memegangi bokongnya. Anan menghampiri Ratu Kencana Ungu.
"Hati-hati, Ratu. Dita sedang hamil!" seru Anan.
"Aku tahu, tenang saja," sahut Sang Ratu seraya melesatkan pancaran api yang berwarna ungu tepat mengenai wajah Ratu Masako.
"Aargghh wajahku! ini akan butuh puluhan tumbal untuk menjadikannya cantik lagi, Ungu...!" teriak Ratu Masako.
"Ups... ah sudahlah lagipula kau tak akan bisa lagi menumbalkan siapapun," ucap sang Ratu Kencana Ungu.
"Tu, tolonglah, jangan kenceng-kenceng tenaganya, kasian Dita," ucap Anan. Ia masih berusaha merengek menahan Ratu Kencana Ungu agar lebih berhati-hati menggunakan tubuh Dita.
"Anan! tolonglah jangan ganggu konsentrasi Ratu," protes Ratu Kencana Ungu.
"Ya, maaf... eh tapi bebaskan Pak Herdi dulu," pinta Anan seraya menunjuk ke arah Pak Herdi.
"Baiklah..."
Kilatan sinar ungu menghujani tubuh Pak Herdi yang kemudian bisa digerakkan lagi.
"Anan, awas!" Pak Herdi berseru memperingatkan Anan yang hendak di serang makhluk Shirime.
Hantu itu akan menanduk Anan dengan kepala botaknya, namun karena Anan berhasil menghindar, kepala makluk itu langsung menghantam dinding. Pak Herdi yakin kelemahan makhluk itu ada pada bola mata besar di bokong makluk itu, maka dia meraih gunting yang bisa digunakan untuk menusuk bola mata itu.
"Anan, tangkap!" Pak Herdi langsung melemparkan gunting operasi.
"Buat apa?" tanya Anan.
"Buat jahit! ya enggak lah, tuh mata dia kamu tusuk, buruan!" seru Pak Herdi.
Tanpa ragu dan basa-basi lagi, Anan langsung menusuk bola mata itu dan bersimbah darah karenanya.
Makhluk Shirime berteriak kesakitan memegangi bokongnya dan mengeluarkan suara yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
Anan ber-tos ria dengan Pak Herdi. Sementara Ratu Kencana Ungu masih sibuk melawan Ratu Masako.
"Hancurkan bola matanya!" seru Ratu Kencana Ungu.
Mendengar perintah sang Ratu, Pak Herdi langsung mengarahkan kepalanya menuju bokong makluk Shirime.
"AARRGGHH...!"
Shirime jatuh tersungkur ke lantai dan Anan langsung menginjak gunting di mata tersebut agar lebih dalam dan menghancurkan bola mata tersebut.
"Shirime... tidak... bertahanlah!" seru Ratu Masako.
"Anan, bunuh makluk kecil itu atau Shirime akan masuk ke dalam raganya!" seru Ratu Kencana Ungu.
Anan langsung menarik gunting dari mata Shirime.
"Kau hancurkan dia, aku hancurkan yang di sana," ucap Anan pada Pak Herdi.
"Amit-amit jabang bayi, jangan sampai anak gue sawan mirip elo, ih..." gumam Anan lalu menarik kepala Makluk itu yang tak bisa bergerak dan hanya menatapnya.
Anan mundur beberapa langkah saat makluk itu meniru wujud Anta.
"Yanda..." ucapnya.
"Anta... itu bukan kamu, kan?" tanya Anan.
"Anan fokus! dia bukan Anta!" pekik Pak Herdi.
Makhluk Shirime itu mulai merangkak untuk menuju makluk kecil di atas ranjang tersebut.
"ANAN FOKUS!" Ratu Kencana Ungu juga ikut berseru mengejutkan Anan.
Anan menutup kedua matanya saat menarik kepala makluk kecil itu.
"Kau, bukan Anta!" Anan langsung menggorok leher makluk itu sampai makhluk itu kehabisan nafas dan mati.
"Tidak....!" Ratu Masako terlambat menolong Makluk kecil di atas ranjang itu.
Sementara keadaan makluk Shirime juga kalah dan tewas setelah tak dapat bertahan lagi dengan kekuatan matanya yang sudah dirusak oleh Pak Herdi.
Ratu Kencana Ungu lalu menarik sanggul rambut Ratu Masako dan membuatnya terlihat sangat berantakan.
"Kurang ajar! kau itu benar-benar..."
"Benar-benar hebat, iya kan? aku sudah banyak berlatih, jadi aku mampu mengatur daya tahan tubuhku saat berperang melawanmu.
"Kau, kau tak akan bisa mengalahkanku!" teriak Ratu Masako.
"Lihatlah, kau kalah jumlah," ucap Ratu Kencana Ungu membuat bola mata Ratu Masako berkeliling melihat Anan dan Pak Herdi yang berhasil menewaskan anak buahnya.
"Tak ada lagi manusia yang akan memujamu, tak ada lagi manusia yang mau membangun kembali sekte sesatmu itu," ucap Ratu Kencana Ungu.
"Aku akan kembali, aku masih punya manusia yang memujaku," ucap Ratu Masako.
Ratu Masako lalu pergi menghilang di tengah kepulan asap hitam itu
"Yah dia kabur lagi!" pekik Anan.
__ADS_1
"Tak apa, nanti kalian bisa memusnahkannya, jika kau kunjungi rumah besarmu dulu," ucap Ratu Kencana Ungu.
"Tangkap Dita, aku akan keluar."
Anan langsung sigap menahan tubuh Dita yang mulai oleng tak bisa seimbang lagi.
"Aku akan buat ruangan ini kembali bersih dan menghilangkan ingatan para yang terlibat kecuali ingatan kalian," ucap sang Ratu Kencana Ungu.
"Baik, Ratu."
Anan langsung membopong tubuh Dita menuju suster jaga untuk merawat Dita dan membuat wanita kesayangannya itu kembali stabil.
Hanya dirinya, Dita, Tasya, Doni dan Shinta yang ingatannya tidak dihilangkan. Setelah tau kondisi Dita baik-baik saja, Shinta segera menuju kamar Doni bersama Tasya.
Sementara Pak Herdi masih menemani Dita bersama Anan. Dita tersadar dan langsung memeluk Anan seraya menangis.
"Halo, Dita!" sapa sang Ratu Kencana Ungu.
Dita membuka kedua tangannya dan memeluk sang Ratu.
"Kalian belum bisa tenang karena Ratu Masako pasti kembali, kalian harus kembali menuju rumah besar milik Anan," ucap Ratu Kencana Ungu.
"Ada apa dengan rumah duluku?" tanya Anan.
"Di sanalah ibumu, Aiko, memunculkan Ratu Masako pertama kali, jadi kalian harus mengakhiri keberadaan Masako yang sedang melemah di sana. Carilah meja pemujaan Ratu Masako dan musnahkan."
"Apa di sana masih ada yang memujanya?" tanya Anan.
"Kau dengarkan apa yang Ratu Masako bilang? itu berati manusia yang tinggal di rumahmu itu masih memuja Ratu Masako."
"Jadi, kita harus ke sana?" tanya Dita.
"Iya. Aku harus kembali waktuku tak banyak, lagipula jika kau masih ingin dijaga olehnya, kau harus bergegas karena sebentar lagi, dia harus kembali ke alamnya."
Ratu Kencana Ungu menunjuk ke arah Pak Herdi.
"Saya? saya akan kembali?" tanya Pak Herdi menunjuk dirinya sendiri.
Ratu Kencana Ungu mengangguk dengan senyuman lalu menghilang.
Anan dan Dita saling bertatapan lalu keduanya menatap ke arah Pak Herdi.
l
******
Bersambung...
Mampir juga ke :
- 9 Lives
- Diculik Cinta
- With Ghost
- Forced To Love
__ADS_1
- Kakakku Cinta Pertamaku
Vie Love You All... 😘😘