
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
Pagi itu Dita dan Anan turun ke meja makan terburu-buru karena kesiangan.
"Hadeh habis lomba berapa ronde nih?"
Tante Dewi menggoda keduanya.
"Gak keitung Tante." jawab Anan sekenanya.
"Ssssttt ada anak kecil Tante." sahut Dita melirik ke arah Andi.
"Memangnya kakak Dita lomba apa? kok Andi gak di ajak?" tanya Andi dengan polosnya.
"Gak ada lomba kok ini si Oma Dewi aja bercanda." sahut Dita.
"OMA?" Tante Dewi membelalakkan mata pada Dita.
"Hehee selow dong Tante, kan Andi anak asuh aku sama Anan jadi dia panggil Tante apa dong? Oma kan?"
"Gak ada gak ada panggil Oma enak aja, Tante ya panggil nya, coba Andi manggil aku apa?" Tante Dewi memberi senyum manisnya pada Andi.
"Tante." sahut Andi dengan senyum polosnya.
"Anak pinter, nanti Tante kasih uang jajan ya."
"Makasih Tante." sahut Andi.
Semua orang yang berada di meja makan tertawa melihat kelakuan Tante Dewi kepada Andi.
***
"Kamu mau kemana mas?" tanya Tante Dewi ke om Kevin yang mengikutinya hendak masuk mobil.
"Saya mau kerja nemenin kamu aja, boleh kan?" tanya om Kevin.
"Emang gak bisa dari rumah aja?" Tante Dewi balik bertanya.
"Enggak bisa soalnya pikiran saya gak tenang kalau jauh dari kamu."
Perkataan om Kevin barusan sukses membuat pipi Tante Dewi merona menahan malunya.
DUG... Kepala Doni terantuk saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Kamu kenapa Don?" tanya Tante Dewi.
"Saya baper Bu dengernya hehehee." sahut Doni tersipu malu.
"Cie aku juga denger lho Tante uhuy." Dita datang menggoda Tante Dewi.
"Ini lagi tukang iseng denger aja lagi." Tante Dewi langsung masuk ke mobil yang di kendarai Doni. Om Kevin menyusul duduk di sampingnya sambil melempar kan senyum ke Tante Dewi yang berpura-pura berpaling wajahnya.
__ADS_1
Tok Tok
Dita mengetuk kaca jendela mobil Tante Dewi sebelum pergi.
"Apa lagi?" tanya Tante Dewi menurunkan kaca mobilnya.
"Jangan lupa salim pas sampe kerjaan biar berkah dan tenang hatinya." ucap Dita sambil tertawa.
"DITA...!"
Dita langsung berlari menghampiri Anan masuk ke dalam mobil Anan bersama Tasya dan Andi.
***
"Kamu masih aja ngeliatin rumah itu." ucap Anan menegur Dita.
"Aku masih penasaran banget sama tuh rumah, emm gimana kalau kita undang si kakek nenek buat datang makan malam ke rumah kita Yanda?" Dita memberi ide.
"Atas perayaan apa?"
"Pernikahan kita, udah bilang aja gitu nanti kita ngobrol-ngobrol sama mereka."
"Terus kamu mau tanya gitu apa yang ada di mobil box mereka? ya mana mereka bakal jawab jujur lah."
"Ya gak gitu juga kali nanyanya, ya basa-basi aja kegiatan mereka apa, terus anaknya pada kemana, ngobrol aja." sahut Dita sambil mengepang rambutnya sendiri.
"Terserah kamu lah, aku ikut aja, itupun kalau mereka mau datang kerumah kita, soalnya mereka aja jarang bersosialisasi gak pernah malah." ucap Anan sambil fokus menyetir.
"Iya sih." Dita selesai mengepang rambutnya macam putri Elsa.
"Dah sampai sekolah, hati-hati ya jangan jajan sembarangan." ucap Dita mengulurkan tangannya pada Andi agar di cium.
"Andi di jagain kakak Tasya ya diluar jadi nanti kalau mau jajan atau mau pulang minta tolong Kaka Tasya." ucap Dita.
"Siap kak." sahut Andi.
"Sya nanti kalau mau pulang telpon aku ya." pinta Dita.
"Iya beres." sahut Tasya sambil mengibaskan tangannya pada Dita dan Anan.
"Dadaaaahhhh..." ucap Andi dengan senyum riangnya.
***
Sesampainya di halaman rumah sakit Dita melihat Shinta yang baru datang di ikuti oleh Johan kala itu.
"Tumben Joni gak ngikutin Shinta?" gumam Dita.
"Joni kan keluar kota kemarin ijin sama aku." sahut Anan.
"Ohh... oh iya lupa kan mau ngerjain dia balik." Dita memanggil pak Herdi.
"Saya berasa kayak om jin yang keluar dari botol ya kalau dipanggil kamu langsung muncul." ucap pak Herdi saat tiba-tiba datang duduk di kursi belakang mobil Anan.
"Hehehe persis Anan dulu waktu aku panggil." ucap Dita.
"Udah deh sekarang mau apa kamu manggil si tofu basi ini... adaawww..."
Pak Herdi menarik rambut Anan.
"Mungkin aja Dita kangen sama saya." sahut pak Herdi dengan wajah meledek Anan.
__ADS_1
"Sembarangan enak aja, elo kan udah kaya om jin buat dia, rugi kangen sama elo mah." sahut Anan mencibir.
"Udah deh jangan pada mulai, kan kita mau ngelaksanain rencana yang semalam." Dita melirik ke Anan dan pak Herdi bergantian.
"Maksudnya?" tanya Anan tak mengerti.
"Itu lho gangguin Shinta, pak Herdi gangguin Shinta di kamar mayat." Dita terkikik menahan tawanya.
"Oh urusan itu, baiklah aku akan mengganggunya." sahut pak Herdi yang menghilang menemui Shinta.
"Kamu mau kemana Ta?" tanya Anan.
"Aku mau ngintip hehehe." Dita keluar dari mobil mengikuti pak Herdi.
Sementara Anan akhirnya pergi menuju ruangannya untuk bekerja.
***
Dita mengintip ruang kerja Shinta, pak Herdi sudah berdiri di sampingnya. Pak Herdi menjatuhkan tempat pensil dari meja Shinta ke lantai.
"Kok jatuh sih." gumam Shinta.
Tak lama pak Herdi menjatuhkan lagi file dari meja kerja Shinta.
"Ini kenapa sih perasaan gak ada angin." gumam Shinta lagi.
Pak Herdi menarik selimut yang menutupi mayat di belakang Shinta.
"Kok kebuka sih, hmm baru ini nih gue berasa ada yang gangguin, coba sini tunjukin diri elo depan gue, yang udah-udah tuh hantu kek setan kek pada takut sama gue." tantang Shinta dengan sombongnya.
Pak Herdi meniupkan udara di telinga Shinta membuatnya bergidik merinding dengan bulu kuduk yang meremang.
"Ih bener-bener nih ganggu banget awas aja elo yak." sahut Shinta mengibaskan tangannya di hadapannya.
plak...
pak Herdi terkena tamparan Shinta.
"Hadeh... bener-bener tuh cewek kaga ada takutnya." gumam Dita mengintip Shinta dari luar.
"Ngapain neng?"
Dita melihat sepatu kulit sintetis dihadapannya yang tiba-tiba hadir tanpa suara. Dita mengarahkan kepalanya ke atas melihat asal suara dari sepatu itu.
"Eh pak satpam." ucap Dita sambil tersenyum malu karena ketahuan mengintip.
"Non ngapain disitu?"
"Hehehe lagi iseng pak, mau ke dalam takut jadi ngintip dulu, pak... pak Bejo ya itu namanya keliatan, udah patroli aja pagi-pagi hehehe."
"Ini memang tempat saya kok non." sahut satpam itu.
"Kok mukanya pucat ya pak?" tanya Dita.
***
To be continued...
Happy Reading....
Selamat menjalankan ibadah puasa buat yang melaksanakan nya...
__ADS_1