
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
Mobil sedan itu masih membuntuti di belakang taxi yang di kendarai Anan dan Dita. Pak Herdi langsung muncul di samping Dita saat perempuan itu memanggilnya.
"Kenapa Ta?" tanya pak Herdi.
"Bisa cari tau gak, mobil di belakang itu siapa?" bisik Dita.
"Hah? apaan sih gak kedengaran?" tanya pak Herdi.
"Hadeh... Kalau udah tua gitu tuh, biarpun udah jadi hantu juga kalau pendengaran mulai kurang ya kurang," celetuk Anan yang langsung di tarik rambutnya oleh Pak Herdi.
"Awww...sakit bungkus permen!" pekik Anan.
"Maaf, bapak mau permen?" tanya supir taxi itu tak mengerti dengan pembicaraan Anan dan Dita yang aneh di kursi belakang.
"Gak pak, saya lagi ngomongin tadi ketemu hantu kayak bungkus permen jelek banget deh pak," ucap Anan tertawa sendiri tak jelas.
"Yanda ih gak jelas!" sahut Dita pelan.
Pak supir hanya menyunggingkan bibir tipisnya naik, ia tak mengerti dengan apa yang di bicarakan Anan.
"Coba pak lihat siapa yang ikuti mobil kita!" ucap Dita meminta tolong pada Pak Herdi.
"Mana saya tau bu, kan saya lagi nyupir masa saya di suruh liat kebelakang cari tau siapa yang ngikutin kita," ucap Pak supir yang mengira Dita mengajaknya mengobrol.
"Oh iya ya pak hehehe maaf ya pak," ucap Dita menimpali dengan sopan.
"Ih gak jelas!" ucap Anan lirih.
"Oke bentar ya saya tengok dulu itu mobil siapa," ucap Pak Herdi lalu menghilang dari sisi samping Dita.
"Pak coba belok kiri," ucap Anan memberi perintah pada sang supir.
"Kok belok kiri yanda, kan kita harusnya lurus," ucap Dita.
__ADS_1
"Biar muter-muter aja gitu," sahut Anan tertawa kecil setelah memberi ide mengecoh mobil belakang.
Tiba-tiba Pak Herdi kembali di samping Dita dengan kekuatan penuh sampai menabrak kursi belakang supir taxi.
BUG...
"Suara apaan tuh bu? ibu tendang kursi saya ya?" tanya Pak supir.
"Enggak pak, nih kaki saya di sini, kaki suami saya juga di sini, perasaan bapak aja kali," ucap Dita mengelak.
"Ah perasaan tadi punggung saya berasa ada yang nabrak bu, hmmm Iya kali ya perasaan saya saja," si supir kembali fokus menyetir sesuai arahan Anan.
"Siapa pak yang ikutin kita?" tanya Dita dengan berbisik ke arah Pak Herdi yang baru saja mengusap dahinya yang tertabrak kursi si supir.
"Tuh fans nya sih menyan," sahut Pak Herdi.
"Hah fans gue?!" pekik Anan yang langsung di tutup mulutnya oleh Dita agar tak berisik menimbulkan kecurigaan si supir.
"Iya si Hyena fans kamu itu yang ikutin kamu," ucap Pak Herdi.
Tak berapa lama mobil sedan itu menyusul dan berhenti di depan mobil taxi tersebut. Mobil sedan itu menghentikan mobil taxi itu seketika dan membuat mobil yang dikendarai Dita mengerem mendadak.
"Baby... kamu apa kabar, kan aku kangen banget sama kamu...!" Hyena langsung memeluk Anan begitu saja.
Anan melepas pelukan Hyena dan menghempas tangan wanita itu. Karena Hyena mengenakan hak tinggi ia sempat terpeleset dan terjatuh ke aspal jalan.
"Kan aku udah bilang aku udah punya istri sama anak, aku udah ingat semuanya, aku udah gak hilang ingatan lagi jadi ku mohon jangan ganggu keluarga ku lagi, kalau sampai kamu ganggu..."
"Kenapa? kenapa memangnya kalau aku sampai mengganggu hah?!" bentak Hyena memotong ucapan Anan sambil berdiri membersihkan bagian bokongnya yang kotor.
"Apa kamu tahu, gak ada satu pun siapa pun yang akan bisa lepas dari ku, segala yang aku mau pasti aku dapatkan, tak ada pula yang mampu menolak ku!" Hyena menunjuk Anan dengan tatapan tajam.
Dita berniat membantu Anan, oleh karena itu dia berani turun dari mobil taxi dan membuat wajah Hyena makin geram.
"Kamu...?! bukannya kamu sudah mati dalam kebakaran waktu itu?"
"Hai Hyena, aku masih sehat kok, tenang aja tak ada sedikit pun luka di tubuh ku saat kebakaran itu," ucap Dita dengan senyum manisnya.
"Kau..." Hyena yang sangat marah berusaha menghampiri Dita tapi Anan menarik lengan Hyena dan tak sengaja menghempasnya membentur mobil sedan hitam miliknya.
__ADS_1
Sang supir yang berbadan besar itu tak terima majikannya diperlakukan seperti itu. Pria berbadan besar dan kekar itu turun dari mobil lalu mencengkeram kerah Anan. Dia mengangkat tubuh Anan lebih tinggi darinya. Anan berusaha membebaskan diri tapi tangan supir Hyena terlalu kuat untuk dia lawan.
"Hmmm harus turun tangan juga nih sepertinya..." gumam pak Herdi yang menyimak dari dalam mobil taxi sedari tadi.
"Kau tau Dita, harusnya kau dan anakmu mati dalam kebakaran itu, tapi sayangnya nasib mu sangat baik, tapi kali ini aku tak akan membiarkan nasib baik menghampirimu lagi," ucap Hyena.
"Jangan-jangan kamu yang membakar ruko aku?" tanya Dita.
"Perlukah aku menjawab? tapi sebagai wanita terhormat jika ditanya pasti aku jawab, dan jawabannya tentu saja iya hahhahahaa... Tetapi sekali lagi ku tekankan, kali ini aku tak akan membiarkan nasib baik menghampirimu," Hyena meraih sesuatu dalam tasnya.
Sebuah pistol kecil ia keluarkan dari dalam tasnya. Hyena menodongkan senjata api tersebut ke arah Dita. Pemandangan yang menakutkan bagi sang supir taxi. Tadinya ia hendak turun membantu Anan dan Dita, tapi karena ia melihat Hyena mempunyai senjata api, dia urungkan lagi niatnya untuk turun dari mobilnya. Dia teringat dengan anaknya yang baru lahir berusia dua bulan, dan dia tak mau mati konyol jika terkena peluru nyasar.
Pak Herdi menghampiri Hyena berusaha untuk memukul tangan wanita itu agar melepas pistol di tangannya. Akan tetapi entah kenapa Pak Herdi yak bisa menyentuh Hyena. Sesuatu yang jahat melindunginya.
"Dita sebaiknya kamu menghindar, kamu lari!" perintah Pak Herdi.
"Iya bun-bunda, ka-kamu lari..." suara Anan tercekat karena tercekik oleh supir Hyena.
Pak Herdi kini menghampiri si pria besar yang menahan tubuh Anan. Untungnya dia bisa menyentuh pria besar tersebut. Pak Herdi mengelitik ketiak pria itu sampai akhirnya melepaskan Anan.
Dor...!
Sayangnya Hyena sudah melepaskan tembakannya dan melesatkan pelurunya pada Dita.
Teriakan Anan dan Pak Herdi berbarengan terdengar. Anan langsung meraih Dita memangkunya sebelum Dita jatuh ke badan aspal. Dita memegangi bagian perut kanannya yang langsung mengeluarkan darah terkena tembakan.
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘