Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Kematian Om Kevin


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.


Happy Reading...


******


"Tante... bangun Tante, ayolah kumohon..." pinta Dita. Ia berusaha mengguncang tubuh wanita yang terbaring di sofa itu.


Tasya dan Jerry juga tak dapat menahan tangisnya yang langsung keluar bersama kesedihan yang mereka dengar mengenai Om Kevin juga berita perselingkuhannya itu.


Tante Dewi kemudian tersadar dan memeluk Dita dengan erat. Tangisannya deras mengalir, ia sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa sedihnya.


"Ayo bunda, kita antar Tante Dewi menuju Villa Gunung Hijau!" ajak Anan.


"Bukankah itu daerah yang mau kita datangi sebagai tempat kemping minggu besok ya, Nta?" tanya Tasya menoleh pada Anta.


"Sepertinya iya tante, kan tempatnya Gunung Hijau, mending kita bareng yanda sama bunda aja gimana, biar duluan sampai sana?" ucap Anta memberi ide nyeleneh ala pikiran anak kecil yang masih polos itu.


"Heh, beda lagi urusannya kalau kayak gitu mah gak ada hubungannya sama kegiatan sekolah nanti yang ada kita nyasar," sahut Tasya mengoreksi Anta.


"Kalian jaga rumah ya, Anta boleh sekolah sama Tante Tasya, gak usah buka restoran dulu, aku sama Anan mau anterin Tante Dewi ke sana," ucap Dita memberi perintah.


"Baik, Ta," sahut Tasya.


"Oke, siap Mbak Dita tenang aja," sahut Jerry meyakinkan.


Dita dan Anan segera bersiap untuk membawa Tante Dewi melihat jasad Om Kevin di Gunung Hijau.


Setelah mobil Anan melaju pergi, Jerry merapihkan meja makan dan membersihkan piring bekas makan mereka tadi.


"Itu berita viral banget lho, Sya. Kalau aku jadi Tante Dewi gak bakalan aku jemput tuh jasad Om Kevin, biarin aja dia sama selingkuhannya pada mati, ih gemes tau," ucap Jerry.


"Hush, gak boleh ngomong gitu, nanti kamu di gentayangin lho sama Om Kevin, hiiiyyy..." Tasya mencoba menakuti Jerry.


"Tuh di belakang Tante Yerry siapa tuh!" Anta menunjuk sosok di belakang Jerry.


Jerry lalu perlahan menoleh ke arah belakang.


"Aaaaaaa... mami... ngapain sih muncul tiba-tiba kayak gitu, huh!" Jerry memukul wajah hantu Lily dengan serbet di tangannya secara spontan.


"Aduh, sakit Ry!" pekik hantu Lily.


"Lagian mami ngagetin aja berdiri di belakang aku gak bilang-bilang," ucap Jerry.

__ADS_1


"Yah kan, semenjak aku jadi hantu emang begitu biasanya muncul di manapun tanpa bilang-bilang," sahut hantu Lily.


Tasya dan Anta malah tertawa melihat adegan pertarungan yang menggelitik antara ayah dan anak yang lemah gemulai di hadapannya itu.


***


Sesampainya di area Gunung Hijau. Tante Dewi bersama Anan dan Dita bertemu dengan kepala polisi yang menangani kasus kecelakaan ini. Mereka juga dibawa ke rumah sakit di wilayah Gunung Hijau untuk melihat jasad Om Kevin dan Tina yang sedang kritis.


Menurut sejumlah saksi mata, mobil SUV yang melaju dari arah bukit itu, hendak menuju kota. Sesampainya di belokan atas kebun stroberi, mobil nahas itu malah melaju kencang dan terbang ke jurang sedalam 200 meter.


"Menurut saksi mata di sana, kata mereka ada sebuah mobil terbang dan terdengar letusan. Seorang penumpang yang laki-laki terlempar keluar, sedang pengemudinya seorang perempuan terjepit badan mobil,” ungkap seorang polisi yang mengantar Tante Dewi dan lainnya menuju rumah sakit.


Menurut keterangan polisi tersebut, diduga mobil itu berjalan lurus dan tidak ada tanda-tanda mengerem, saat berada di belokan tajam hingga menabrak pagar pengaman dan jatuh ke jurang. Kemudian saat ditemukan, si tubuh pria berada jauh dari tempat mobil mendarat dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Sedangkan si perempuan cantik yang menjadi supirnya masih hidup meski dalam keadaan terjepit dan dibawa ke rumah sakit.


"Boleh saya tau identitas dari si perempuan?" tanya Tante Dewi.


"Nama korban perempuan itu, Ibu Tina."


Anan dan Dita langsung menoleh bersamaan dan saling menatap.


Sementara Tante Dewi terlihat lebih tegar saat mendengar nama Tina. Ia sudah paham dan siap menerima kabar jika Om Kevin berselingkuh dengan Tina. Dan ternyata kabar yang dibayangkan sebagai mimpi buruknya, benar-benar terjadi.


Setibanya mereka di sebuah ruang mayat, hanya jasad Om Kevin yang tergeletak di atas ranjang ruangan itu. Tante Dewi masuk dan langsung menangisi Om Kevin sambil memeluk jasad suaminya itu.


"Memangnya kamu takut?" Anan balik bertanya.


"Aku gak takut, tapi jadi gak siap aja, aku gak tega lihat hantunya, pasti mengerikan, kan?" gumam Dita.


"Coba aku yang tengok ke dalam ya," Anan melangkah perlahan mencoba melongok ke dalam kamar mayat tersebut.


"Gak ada bunda, sepi," ucap Anan.


"Benaran nih, gak ada hantunya Om Kevin yang penasaran?" tanya Dita mencoba ikut memasukkan kepalanya perlahan sambil melihat keadaan di dalam kamar mayat tersebut.


"Iya bener gak ada, ya udah aku masuk ya, kasian Tante Dewi dari tadi nangis kejer gak ada yang nemenin," ucap Dita.


Dita lalu menghampiri Tante Dewi seraya menepuk pelan punggungnya. Lalu Dita usap berkali-kali punggung Tante Dewi demi menenangkannya. Wajah Om Kevin penuh luka dengan daging di pipi kanannya yang mengelupas sebagian memperlihatkan tulang pipinya yang hancur.


Tangan kirinya patah dengan tubuhnya yang penuh luka lebam. Pada bagian paha kiri Om Kevin juga hancur yang dagingnya terlihat dengan tulang lutut hancur. Bagian kaki atas dan bawahnya hampir saja terpisah.


"Bunda, kayaknya Om Kevin datang deh," ucap Anan dengan suara pelan kala melihat sosok yang mirip Om Kevin melayang di belakang tubuh Dita.


"Aku gak mau nengok, Yanda. Aku takut dedek bayinya sawan nanti," jawab Dita dengan suara lirih pula.


"Om, tolong jangan ganggu istri saya, nanti bayi dalam kandungannya bisa sawan katanya," ucap Anan yang berbicara pada hantu Om Kevin yang terlihat menyeramkan.

__ADS_1


Tante Dewi mendengar ucapan Anan lalu menoleh ke arah belakang tubuh Dita.


"Apa Kevin datang, Nan?" tanya Tante Dewi.


Anan mengangguk, mengiyakan pertanyaan Tante Dewi.


"Bagus kalau begitu, Dita ayo jadi media perantara saya dan Kevin!" lantang Tante Dewi memberi perintah pada Dita.


"Gak mau lihat Tante, aku takut dedek bayinya sawan nanti," sahut Dita.


"Aku cuma mau pinjam badan kamu doang kok, tinggal pegang tangan kamu, terus si Kevin pegang bahu kamu, kan?" tanya Tante Dewi.


Dita menjawabnya dengan anggukan.


"Bagus. Nah, Mas Kevin, aku tahu kamu di sini, sekarang kamu sentuh bahu Dita!" seru Tante Dewi.


Hantu Om Kevin lalu menghampiri Dita dan menaruh lengan kanannya di bahu Dita.


"Oh... Jadi itu wujud kamu sekarang, ya?" tanya Tante Dewi saat berhasil melihat hantu Om Kevin melalui Dita.


"Dewi, maafkan aku..." ucap Om Kevin dengan suara lirih dan penuh penyesalan.


Tante Dewi makin mendekat dan tiba-tiba saja ia melakukan sesuatu yang sontak saja mengejutkan Dita dan Anan.


******


Bersambung...


Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.


Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.


Mampir juga ke :


- Diculik Cinta


- With Ghost


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


- Kakakku Cinta Pertamaku


Vie Love You All... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2