
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
Tante Dewi menemui nyonya Aiko dan menjelaskan mengenai keberadaan pak Kevin dirumah besar itu.
"Kenapa kau tak menikahinya saja?" Aiko mencoba menggoda Tante Dewi kala itu.
"Ah aku saja baru mengenalnya." Tante Dewi menghela nafas panjang lalu menyeruput teh manis hangat yang dibuatkan ibu Mey.
"Ya siapa tau, kau mau menikah berbarengan dengan Anan."
"Sudah lah kak. Oh iya bagaimana kau bisa sampai disini? memangnya kak Arjuna tak mencari mu kak?" tanya Tante Dewi penuh ingin tahu dan heran tentang keberadaan Aiko saat itu.
"Mas Arjuna pergi ke London, menemui rekan bisnisnya selama sepekan, jadi dia tak tahu aku disini." ucap Aiko mencoba berbohong.
"Benarkah bagaimana jika ia tau nanti?"
"Tak akan tahu, tenang saja, aku sudah bertekad ingin menghadiri pernikahan Anan dan Manan secara bersamaan."
"Kau sudah tau ya jiwa Anan ada di tubuh Manan?"
Aiko mengangguk. "Aku juga sudah bertemu dengan perempuan yang bernama Dita itu, dan aku menyukainya."
"Iya siapapun akan menyukai Dita setelah mengenalnya bahkan dari pertama berjumpa, oh iya kak kau terlihat sehat, bagaimana kondisi mu apa kau pulih dari kanker mu?"
"Aku belum sepenuhnya pulih tapi pengobatan di Jepang itu membuatku lebih kuat dan segar seperti ini, mungkin aku bertambah kuat karena aku semangat untuk datang kesini." senyum hangat Aiko menutupi kebohongannya.
"Mami...?" Anan muncul dari balik pintu.
"Hai macan nya mami." Aiko memeluk Anan dengan erat. Pelukan yang selalu Anan rindukan sedari kecil, karena baginya saat itu mami hanyalah milik Manan.
"Nah itu pasti Dita, calon mantu kesayangan mami." ucap Aiko saat melihat Dita muncul bersama Anita namun Aiko pura-pura tak melihat sosok Anita.
"Selamat pagi nyonya, apa kabar?" sapa Dita dengan sopan dan lembut.
"Panggil saja mami, kabarku baik, bagaimana apa kau siap menikahi putraku?" tanya Aiko.
__ADS_1
"Iya saya siap nyonya, eh mami."
"Terima kasih ya, sudah menyayangi putraku dengan setulus hati." Aiko memeluk Dita.
Auranya begitu hangat, dia begitu kuat, pantas saja sang ratu memilih anak ini. Dia juga memiliki banyak penjaga hantu dia sekitarnya, sungguh anak yang special.
Aiko mengusap punggung Dita dengan lembut lalu melepas pelukannya sambil menyentuh kedua pipi Dita.
"Cantiknya..."
puji Aiko membuat pipi Dita bersemu merona.
"Iya dong mi, pilihan Anan gitu lho." ucap Anan bangga, mami Aiko menepuk bahu Anan sambil tertawa.
"Mami istirahat dulu ya, rasanya lelah sekali." ucap Aiko.
"Mami gak mau sarapan bersama?" tanya Anan.
"Mami sudah sarapan nak, kalian saja yak." Aiko lalu melangkah pergi menuju kamarnya sempat melirik ke arah Anita dan melewati nya.
"Mami kamu cantik banget yak." puji Dita.
"Cantik mana sama aku?" tanya Tante Dewi.
"Hmmm cantik dua-duanya kok, Dita jadi minder nih." sahut Dita.
"Huh bucin dasar." sahut Anita
"Eh Tante di apain semalam pak Kevin sampai sekarang belum turun juga dari kamarnya?" tanya Dita menggoda Tante Dewi.
"Jangan nanya yang aneh - aneh deh, aku kasih obat tidur dia heheheh." jawab Tante Dewi sambil tertawa.
"Waduh jangan - jangan overdosis lagi Tante gak bangun-bangun." ucap Dita panik.
"Wah aku jadi cemas nih Ta, yuk ke kamarnya." Tante Dewi langsung berlari kecil menaiki tangga di ikuti Dita dan Anan, sementara Anita melangkahkan kakinya ke kamar Doni.
Karena kamar pak Kevin tak terkunci Tante Dewi langsung masuk ke dalamnya. Ternyata Kevin sudah terbangun dan selesai dari mandinya. Tubuhnya hanya memakai handuk memperlihatkan bahunya yang lebar dengan dada bidang nan tegap, perut yang hampir membentuk kotak-kotak itu terpampang sempurna di tubuhnya.
Tante Dewi menutup wajahnya seketika dengan kedua tangannya.
"Wow..." ucap Dita yang tak sengaja ikut melihat. Anan langsung menutupi mata Dita dengan tangannya.
"Ada apa ya Lisa, apa kau ingin melanjutkan yang semalam?" ucap Kevin membuat Tante Dewi dan Dita bahkan Anan melongo terperanjat.
"Semalam emang kita ngapain?" tanya Tante Dewi heran.
__ADS_1
"Lho semalam kan kita bercinta sampai aku tidur pulas." sahut Kevin tersenyum bangga.
Tante Dewi seketika menutup pintu kamar Kevin dengan kesal.
"Wah Tante Dita gak sangka ternyata ckckckckc." tuduh Dita yang kemudian diberi pukulan di kepalanya oleh Tante Dewi.
"Sembarangan, jelas - jelas aku kasih dia obat tidur kok." bisik Tante Dewi.
"Tapi gak usah pukul juga Tante kasian kan cantiknya aku di keplak." ucap Anan lalu membenamkan wajah Dita ke dadanya sambil mengusap kepala Dita dengan lembut.
"Tau nih, kan sakit Tante." Dita bermanja-manja di dada Anan.
"Ini lagi malah mesra - mesraan depan Tante, nih ya kayanya dia halu deh makanya ngomong ngawur kaya gitu." ucap Tante Dewi.
"Jadi halunya tuh orang sampai mimpi basah gitu hahahahha." ledek Anan.
"Ya mana Tante tau." gerutu Tante Dewi
Pintu kamar Kevin terbuka terlihat pria itu sudah berpakaian rapih dengan stelan jas dan celana katun dengan warna senada. Tante Dewi memperhatikan Kevin dari ujung kaki sampai kepala dengan takjub. Kevin memeluk Tante Dewi lalu ingin memberinya sebuah kecupan di bibir Tante Dewi namun Tante Dewi menoleh sehingga pipinya yang tercium.
Dita dan Anan menahan tawanya melihat adegan barusan. "Mau kemana om, mau kondangan?" tanya Anan.
"Saya mau kerja kan ini hari kerja." jawab pak Kevin.
"Am om am om, apaan sih Anan." sahut Tante Dewi kesal.
"Lah kan emang dia om aku, suaminya Tante." Anan meledek Tante Dewi yang dibalas tawa cekikikan oleh Dita.
"Hei kamu tuh gak boleh kerja dulu sama kapten Jihan, kalau mau kamu kerja dari rumah pakai teleconference kan bisa mas." ucap Tante Dewi tanpa sadar memanggil Kevin dengan sebutan mas.
"Cie... ehem ehem kayaknya kita ganggu nih Nan, yuk jangan ganggu pasangan ini." Dita meledek Tante Dewi menarik tangan Anan dan pergi ke lantai bawah.
"Kalau kamu bilang begitu, ya udah aku nurut." ucap Kevin.
"Ya udah kita sarapan dulu, ganti baju gih, besok baru pakai baju rapih kaya gini." pinta Tante Dewi.
"Memangnya besok ada acara apa?" tanya Kevin.
"Anan sama Dita mau menikah aku akan membuat pesta kejutan untuk mereka besok."
"Jadi ingin pesta kejutan waktu kita menikah dulu ya Lis." Kevin mencubit manja hidung Tante Dewi lalu kembali ke kamar untuk ganti baju.
Tante Dewi menyentuh hidungnya, ada senyum yang tersungging di bibirnya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
****
__ADS_1
To be continued...
Jangan bosen ya bacanya... mampir juga ke 9 lives ya 😘😘😘