
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Dita mana Tante?" tanya Anan yang sudah selesai dari membasuh tubuhnya di kamar mandi.
"Di kamar tamu Nan, hehehe serem Nan kalo kamu liat Dita." sahut Tante Dewi sambil membaca majalah mode di ruang keluarga.
Tanpa butuh pikir panjang dan waktu lama Anan bergegas menuju ke kamar tamu mencari Dita tanpa mengetuk pintu lagi.
"Dita... kamu kenapa sih kata Tan..."
"Aaaaaaaaa jangan liat aku, pergi sana aku malu." Dita menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Dita malu Nan." Anita tertawa di ujung kasur tempat Dita berbaring.
"Kenapa malu?" tanya Anan penasaran membuka paksa selimut Dita yang makin kuat Dita tahan.
"Kaya kepiting dia hahaha ups sorry Ta." sahut Andri.
"Kaya apa sih coba liat." paksa Anan.
"Pokonya jangan liat aku malu." sahut Dita dari balik selimutnya.
Anita memberi kode ke Anan untuk mundur.
"Anannya udah pergi Ta, dah buka emang gak gerah apa."
Dita menuruti perkataan Anita membuka selimutnya.
"Ah gerah banget tau mana gatelnya gak ilang, Andri mah kamu masih ngapain di situ? pergi ah aku malu tau..!" ucap Dita membuka selimutnya.
"Kalo sama yang itu malu gak?" Andri menunjuk Anan yang berada di belakang Dita.
Dita menoleh lalu menangis kencang saking malunya.
"Dih kenapa nangis sih Ta, kenapa harus malu, aku malah khawatir sama kamu tau gak, udah minum obat belum terus sekarang gimana gatelnya, terus kamu gak demam kan terus..." ucapan Anan terhenti karena protes Andri.
"STOP...!! pusing gue Lontong kisut denger elo nyerocos terus, gue balik lah ke rumah sakit." sahut Andri lalu menghilang.
"Kampret dasar si tempe angus huh...!" sungut Anan.
"Ih si Andri main pergi aja, siapa tau aja nih bentar lagi ada adegan romantis di mulai." Anita menyimak Anan dan Dita.
"Aku malu tau Nan." Dita menutup wajahnya.
Anan memeluk Dita dengan erat. "Aku cinta sama kamu apa adanya ngapain harus malu, justru aku malah khawatir kalo kamu kaya gini Ta."
"Iya bagus, terus... ***** Nan." bisik Anita dengan gemas.
"Nit, tau privasi kan? terus kamu masih ngapain disitu?" Anan menatap tajam ke arah Anita.
"Wah serius ya Nan, aku gak boleh liat nih?"
Anan makin melotot tajam ke arah Anita.
"Hmmm oke deh maaf, aku pergi." Anita lalu menghilang.
__ADS_1
"Jangan coba-coba cium aku yak aku malu Nan." Dita masih menutup wajahnya.
"Dih pede banget siapa yang mau cium kamu hahahaha." Anan memaksa membuka tangan Dita.
"Tuh kan kamu aja geli gak mau cium aku."
"Lah tadi katanya jangan cium, giliran aku emang gak mau cium malah dibilang geli, dasar cewek yak susah di mengerti."
"Ya udah sana jauh-jauh, tinggalin aku sendiri huh."
"Ceritanya ngambek nih?" goda Anan.
"Tau ah, aku mau tidur ngantuk nih gara-gara obat alergi, bilangin Tante aku tidur dulu."
"Oke deh met istirahat sayangku."
Cup.
Anan memberi kecupan pada kepala Dita lalu menutup pintu kamar itu.
"Cewek susah dimengerti, huh cowok tuh yang gak bisa ngerti, eh tuh lukisan kok aneh yak kaya lagi ngeliatin aku." Dita melihat ke arah lukisan perempuan memakai kebaya merah berkalung selendang hijau dengan rambut disanggul khas perempuan tanah Jawa jaman dahulu.
"Hooaaammm perasan doang kali ah, ngantuk banget sumpah, rebahan dulu ah." Dita membaringkan tubuhnya dan terlelap.
***
Dita terbangun dari tidurnya, di depan cermin dia melihat perempuan yang persis seperti dalam lukisan sedang menata rambutnya yang terurai sepinggang. Dita menutup wajahnya dengan selimut lalu mencoba mengintip kembali. Perempuan di depan cermin itu menghilang. Dita membuka lebih lebar lagi selimutnya mengamati sekeliling dan...
"Hallo cah ayu." sapa perempuan itu yang sudah berada di samping Dita.
"Aaaaaaaaa kamu siapa?" Dita menjerit takut.
"Aaaaaaaaarrrrrgggghhhhh...... sakiiiiittt... tolooongg...!!
Dita menjerit sekuat tenaga, dari telapak tangannya mengucur darah segar yang menetes di atas seprai kasur yang Dita tempati.
Anan langsung membuka pintu kamar Dita mengguncang tubuh Dita membangunkan Dita yang sedang mengigau dengan teriakannya. Anita juga sudah berdiri di samping kasur Dita.
"Ta bangun, kamu mimpi Ta." ucap Anan.
Dita memeluk Anan begitu sadar dari tidurnya. Tubuh Dita penuh dengan keringat dingin yang mengucur.
"Kamu mimpi buruk ya Ta?" tanya Anita.
"Aku lihat perempuan itu barusan, terus dia tusuk tangan aku nih sampe berdarah." sahut Dita memperlihatkan telapak tangannya.
"Mana ? tangan kamu gak papa kok Ta." Anan membolak-balik an tangan kanan Dita mengamati tak ada luka tusukan disana.
"Tadi tangan aku berdarah Nan." Dita melihat telapak tangannya dengan heran.
"Kamu mimpi kali." ucap Anan.
"Iya bener mimpi kali Ta, lagian magrib-magrib tidur, jadi di datengin setan tuh." sahut Anita.
"Apa hubungannya Nit, tidur bukan di waktu magrib aja aku tetep di datengin kamu, Andri sama hantu lainnya." sahut Dita kesal.
"Eh iya ya, aku kan hantu ya hehehe." ucap Anita.
"Ya udah kamu mandi terus solat magrib, langsung kamu ke ruang makan yak kita makan malem." Anan membelai kepala Dita.
__ADS_1
"Tante Dewi mana? aku mau pulang aja sama dia."
"Tante Dewi balik ke rumah sakit, kata dia kamu nginep di sini aja, dia mau jaga malam katanya ada pembedahan yang harus dia lakukan malam ini."
"Dih masa aku nginep dirumah kamu, gak mau ah, apa kata orang nanti berduaan sama kamu."
"Di rumah ini banyak orang Dita... setau aku tadi ada dua belas pelayan di rumah ini, kita gak mungkin di tuduh berduaan, mau ngapain juga aku sekamar sama kamu, ih pikirannya ya."
Anan mencubit hidung Dita.
"Hahahaha tau Dita mesum banget otak mu."
sahut Anita.
"Ih siapa juga yang mesum." sahut Dita kesal.
"Iya yak banyak orang juga disini, ya udah aku nginep, besok aku pulang yak." Dita akhirnya menyetujui perintah dokter Dewi.
Anan mengangguk lalu berdiri mempersilahkan Dita ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Temenin dong.." ucap Dita.
"HAH..?! temenin? maksud kamu Ta?" tanya Anan dengan penuh semangat.
"Ih pede..kocak...!! aku minta temenin sama Anita bukan kamu huh."
jawab Dita mengambil handuk yang disiapkan untuknya.
"Oh kirain minta temenin aku mandi hehehe." Anan berlalu keluar dari kamar tamu itu.
"Ayo Nit, temenin aku, kamu duduk aja di atas toilet aku mandi yak."
"Tapi gak pake acara buang hajat yak, aku gak tahan kalo bau." ucap Anita.
"Sebentar doang kok bokernya, aduh mules nih."
"Idih ogah, sono boker dulu aku jagain aja dari sini."
Tak lama kemudian Anita menyusul masuk ke dalam kamar mandi sambil menutup hidungnya.
"Tadi katanya gak mau masuk, sekarang aja nyusul." sahut Dita.
"Aku takut yak liat lukisan itu tadi matanya ngedip terus ngeliatin aku gitu masa Ta hiyy aku takut ah."
"Tuh kan ada yang aneh sama lukisan itu, lagian kamu kan hantu Nit, seandainya emang itu lukisan berhantu ngapain kamu takut?"
"Aku kan hantu baru Ta, wajar lah takut hehehe. Buruan ah bau nih..."
"Iye bentar dikit lagi nanggung nih."
Duuuutt...
"Ih Dita mah jorok banget...!!!" pekik Anita.
***
To be continued...
Happy Reading....😘😘
__ADS_1