
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
Pagi itu Dita mengetuk kamar Tasya.
"Tasya Tasya Tasya bangun bangun bangun oi oi oi."
Tasya membuka pintu kamarnya segera.
"Hooaaammm kenapa Ta masih jam 6 kan aku ikut kerja kamu jam setengah sembilan ke rumah sakit." ucap Tasya mengucek matanya.
"Gila itu iler udah kaya pulau nempel di pipi belum lagi belek mata udah sebiji gaban itu gede banget ih." ucap Dita dengan pandangan jijiknya.
"Ah masa sih?" Tasya mengusap pipinya dan matanya memeperkan kotoran matanya ke kaus yang ia pakai.
"Ih jijik ih." Dita mundur selangkah.
"Ya udah aku mau mandi terus kenapa tumben udah ketok-ketok bangunin aku tidur?" tanya Tasya.
"Kamu packing baju kita mau jalan-jalan ke pula xx ya hari ini sekarang juga." ucap Dita.
"Serius Ta, wah aku mau banget itu mau berenang lihat pantai foto-foto wah mau banget kamu gak bohong kan Ta?" tanya Tasya menggenggam tangan Dita.
"Kalau aku bohong ngapain aku bangunin kamu kaya gini sepagi ini hah, udah sana cepetan packing yak." perintah Dita pada Tasya.
"Oke bos ku siap segera, yeay yeay mau ke pantai asik seru..." Tasya masuk ke kamarnya kembali untuk menyiapkan baju-baju yang akan dia bawa.
"Dasar mirip banget ih sama Anita, kok tangan aku bau-bau bangke gak jelas gini ya?" gumam Dita mencium tangan yang tadi Tasya pegang.
"Aduh ini mah bekas jigong Tasya huaaaa." Dita segera berlari menuju wastafel di kamarnya untuk cuci tangan.
Tante Dewi mengetuk kamar Doni membangunkannya pagi itu.
"Eh ibu bos kenapa Bu tumben pagi-pagi gini kamar saya di ketok." ucap Doni saat membuka pintu.
__ADS_1
"Kamu udah mandi Don?" tanya Tante Dewi yang melihat Doni sudah rapih dengan pakaian kemeja biru dan celana kulot hitamnya.
"Udah dong Bu saya mah mandi dari subuh hehehe." sahut Doni.
"Bagus deh, sekarang kamu packing baju ya, kamu ikut saya ke pulau xx hari ini." Tante Dewi memerintahkan Doni dengan tegas.
"Kita Bu ke pulau, serius Bu, mau ngapain Bu nanti pak Kevin marah belum lagi yang lainnya bisa salah sangka Bu sama kita." ucap Doni mundur beberapa langkah karena merasa canggung dan malu dengan ucapan Tante Dewi barusan
"Heh pede banget sih siapa yang mau ngajak kamu pergi berdua doang sama saya ke pulau, kita tuh pergi sama Anan, Dita, Kevin sama Tasya juga katanya Dita."
"Emang kita mau jalan-jalan Bu, kok rame yang ikut?" tanya Doni lagi.
"Anan sama Dita mau bulan madu, saya mau kerja sama Kevin dan Anan juga buat ketemu klien disana, nah kamu saya ajak buat jadi supir selama disana." Tante Dewi mencoba menjelaskan.
"Terus Tasya di ajak buat nemenin saya ya Bu, hehehe asik rejeki gak kemana." Doni menepuk-nepuk tangannya dengan riang saking senangnya.
Pletak... Tante Dewi menjitak kepala Doni.
"Percaya diri banget sih, siapa juga yang ngajak Tasya buat nemenin kamu, si Dita noh yang ajak Tasya buat nemenin dia huuu..."
"Aduh sakit juga Bu, biasa aja kali Bu jitak kepalaku , duh." Doni mengusap kepalanya.
"Ya habisnya kamu sih, udah sana siapin barang-barang yang mau kamu bawa ya, jam delapan kita udah siap mau jalan." perintah Tante Dewi.
"Oke kalau gitu." Tante Dewi pergi dari hadapan Doni menuju kamarnya.
"Gak apa-apa rejeki gak kemana nanti aku pepet terus si Tasya hihihi." gumam Doni sambil tertawa puas segera merapikan beberapa pakaian yang hendak ia bawa ke dalam sebuah tas ransel.
***
"Bu Mey jaga rumah baik-baik ya."
ucap Tante Dewi kepada Bu Mey saat memasukkan koper nya ke dalam mobil yang akan mengantarnya menuju bandara.
"Iya nyonya hati-hati ya disana." ucap Bu Mey.
"Bu nanti kalau ada kejadian aneh-aneh di rumah seberang langsung hubungi Dita ya." ujar Dita ke Bu Mey.
"Emang ada apa sih di rumah seberang?" tanya Bu Mey.
"Pokok nya pantau terus ya, apalagi kalau ada mobil box keluar masuk dari rumah sana dan mencurigakan langsung kasih tau aku ya." pinta Dita.
"Ih ibu makin gak ngerti deh non." sahut Bu Mey.
__ADS_1
"Udah turutin aja ya harus waspada sama rumah seberang oke Bu, aku pamit ya jaga rumah ya Bu Mey sayang." ucap Dita.
"Iya nona ku sayang, nanti pulang kesini bawa hadiah ya dedek bayi yang lucu." ujar Bu Mey.
"Bu saya kesana paling seminggu masa udah pulang-pulang bawa dede bayi emangnya instan apa kan dede bayinya keluar dari perut sembilan bulan kemudian, apa jangan-jangan ada toko bayi yang bisa kita beli sesuka kita hehehe." Dita mencoba bercanda.
"Ih si non mah maksudnya ya hamil dulu gitu." Bu Mey mencubit pipi Dita.
"Tasya sini aku yang bawa tas kamu." pinta Doni sambil mencoba meraih tas berwarna hijau yang Tasya jinjing.
"Gak usah aku bisa sendiri kok." sahut Tasya tak mau menyerahkan tas nya.
"Aku aja nanti kamu berat loh gak kuat biar aku saja." ucap Doni menirukan gaya ucapan di film dilan.
"Apaan sih garing ih gak jelas." Tasya bersikap jutek pada Doni.
"Enak garing Sya dari pada alot melempem lho." Doni masih bersikeras menggoda Tasya.
Dita dan Bu Mey tertawa melihat keduanya begitu juga dengan Tante dewi.
Anan menuruni tangga dengan kopernya bersama om Kevin.
"Don kalau Lo mau nolong inilah koper gue bawain." pinta Anan.
Doni yang menoleh ke Anan langsung segera menghampiri tak berani menolak perintah Anan.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘
__ADS_1