
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
Rombongan Dita dan lainnya berangkat menuju bandara menaiki pesawat menuju pulau xx.
Sesampainya di bandara Dita menarik Tasya untuk menemani nya menuju toilet.
"Kenapa si Ta baru sampai bandara udah mau beser aja sih?" tanya Tasya.
"Udah ikut aja, tungguin depan pintu toilet ya." pinta Dita.
"Emangnya kenapa Ta, kamu mau ngapain?"
Tasya masih tak mengerti apa yang hendak Dita lakukan.
"Sudah jagain bentar disitu."
Dita mengguncang kan gelang di tangannya.
Pak Herdi langsung muncul di belakang Tasya.
"Kok merinding ya, perasaan gak enak nih jangan-jangan nih toilet ada hantunya Ta." ucap Tasya sambil menyentuh tengkuknya yang mulai meremang.
"Emang ada Sya barusan aku panggil hehehe."
Dita menunjuk ke arah belakang Tasya.
"Ta jangan bilang kalau ada sesuatu di belakang saya ya?" Tasya mencoba mengintip belakang tubuhnya melalui kaki terdahulu.
"Hmmm benar kan, tuh ada bungkusan kain putih, gak salah lagi nih lontong bungkus nih di belakang aku ya Ta?"
Dita menahan tawanya melihat Tasya yang mulai gemetar.
"Awas ya Sya pip*s dulu sana jangan ngompol awas lho." ucap Dita menarik Tasya agar masuk ke toilet.
"Tapi Ta nanti kalau dalam toilet ada yang lebih serem gimana?"
"Ya udah sekalian ngompolnya di dalam sana asal jangan di celana kamu nanti bau Pesing tau." ujar Dita dengan nada yang mulai meninggi mendorong Tasya ke dalam toilet.
__ADS_1
"Cepet jangan pakai lama!" pekik Dita.
"I... iya Ta bentar." sahut Tasya.
"Saya pesen tiket gak Ta? kan mau ikut kamu naik pesawat?" tanya pak Herdi.
"Hahaha bisa aja bercandanya lontong bungkus jelas-jelas bapak gak bakal kelihatan di pesawat." sahut Dita sambil tertawa menahan perutnya.
"Ta mulai berani ya ngatain saya." pak Herdi mendekat ke hadapan Dita.
"Aaaaaaaaaa.... tuh kan ada pocong." pekik Tasya saat membuka pintu toilet.
"Pak Herdi Sya tenang aja, kamu udah kenal kan si lontong bungkus tadi." sahut Dita.
"Dita..." pak Herdi makin mendekat dengan wajah makin pucat.
"Iya iya ampun maaf bercanda pak duh gitu aja di masukin ke pankreas nanti gantengnya hilang lho." Dita mencoba bercanda dengan pak Herdi.
"Tapi iya iya Ta, pak Herdi kalau di lihat-lihat ganteng juga." ucap Tasya.
"Iya dong saya mah ganteng Dita aja dulu naksir saya, ya Ta?" ucap pak Herdi dengan bangga.
"Idih itu kan dulu pak, udah yuk ah nanti di cariin Anan sama yang lain lagi ketinggalan pesawat hayu buru." ajak Dita.
"Lucu ya Ta, kita punya penjaga yang lompat-lompat di belakang kita hehehe." bisik Tasya ke Dita sambil menggandeng lengan Dita.
"Itu mah serem namanya di jagain banyak hantu hiyy." sahut Tasya.
"Pada dari mana sih lama banget?" tanya Anan mulai kesal.
"Ke toilet Yandaku sayangku cintaku." sahut Dita melingkarkan lengannya di lengan Anan.
"Itu ngapain si tofu basi ikut kita sih nanti yang ada ganggu kita aja tau." bisik Anan menatap tajam ke arah pak Herdi yang sudah melambai pada Anan.
"Siapa tau kita butuh bantuan dia disana, tadi aku kan browsing tentang pulau yang mau kita datangi ternyata lagi heboh hantu kuyang disana lho."
"Apa kuyang Ta?" tanya Tante Dewi terkejut mendengar Dita.
"Itu nama makanan apa tempat yang perlu kita datangi nanti sih?" sahut om Kevin ikut bersuara.
"Ih masa sih gak tau kuyang itu hantu biasanya perempuan." ucap Dita.
"Hantu perempuan ya hantu aja dong kok ada jenis namanya juga sih kirain kuntilanak doang." sahut Tante Dewi.
"Tunggu kak, serius lagi musim kuyang, ihhh aku gak jadi pergi ah Doni takut nih, sama yang ini aja takut gimana ketemu hantu baru dan menjijikan macam kuyang."
sahut Doni sambil melirik pak Herdi.
__ADS_1
"Eh awas aja kamu Don, kalau kabur gak ikut, lagian menjijikan kaya gimana sih?" tanya Tante Dewi penasaran.
"Kuyang itu sejenis siluman dan dia merupakan sosok yang berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang biasanya dia tuh cari darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan." ujar Doni menjelaskan.
"Jadi dia hantu atau bukan Don?" tanya Dita.
"Kata mama ku di kampung sih, dia manusia cuma kalau jadi kuyang ya kaya hantu, mirip **** ngepet gitu deh." sahut Doni.
"Jadi kalau dia manusi tujuannya jadi kuyang biar kenapa?" tanya om Kevin ikut penasaran.
"Katanya sih biar hidup abadi gitu." sahut Doni.
"Idih serem ih, pernah denger tuh tentang kuyang bayangin aja kepala manusia tapi terbang sama jeroan dari dalam tubuhnya idih amit-amit serem banget ih." Tasya mendekati Dita lebih dekat.
"Udah sih itu kan cuma katanya, gak usah percaya kayak gitu berlebihan, udah yuk kita masuk." ajak Tante Dewi menuju koridor untuk memasuki pesawat yang hendak mereka naiki menuju pulau xx.
"Tapi kan Ta, kalau kita gak boleh percaya berlebihan sama makhluk tak kasat mata seperti hantu tuh buktinya bungkusan lontong lompat-lomoat di belakang kita." bisik Tasya.
"Hahahhaa gue denger Sya, lontong bungkus." sahut Anan tapi pak Herdi langsung menarik rambut belakang Anan menjambaknya.
"Aduh tofu basi rese banget sih." Anan melirik tajam ke pak Herdi.
"Jaga ucapan mu Menyan bau tengik." ancam pak Herdi dengan tatapan marahnya.
Doni yang melihat pak Herdi menatap marah pada Anan langsung ketakutan dan berusaha melangkah lebih cepat mendahului Anan, Dita dan Tasya.
"Doni kenapa itu ngebut banget?" tanya Dita.
"Takut dia kayaknya sama tofu basi nih." sahut Anan.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘
__ADS_1