
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
Dita, Tasya dan Anan mengantar Bu Santi dan Andi menuju tempat pemakaman umum tempat Marina di semayamkan. Mereka sampai di halaman tempat pemakaman umum Marina.
"Ta, perasaan gak enak nih takut ketemu yang aneh-aneh." bisik Tasya.
"Tuh lihat Andi biasa aja dia mah gak takut kecuali ada yang gangguin dia baru dia nangis." Dita menunjuk Andi dengan lirikan matanya.
"Waktu itu Marina di kubur di bagian depan kan?" tanya Anan pada Dita.
"Iya tuh deket situ." sahut Dita langsung menemukan papan nisan dari Marina.
Ibu Santi langsung menghamburkan dirinya ke atas makam Marina sambil menangis.
"Ta kaya artis kan kita tuh di lihatin sama para hantu." bisik Tasya ke Dita.
"Iya Sya, cuekin aja jangan dilihat, pura-pura aja gak liat mereka, terus berdoa jangan sampai mereka ikut kita pulang repot ntar rumah Anan penuh kayak kos-kosan hihihi."
"Dita ih becanda aja bawaannya." bisik Tasya mencubit pinggang Dita.
"Kalian pada ngapain sih bisik-bisik gitu, sini berdoa buat Marina." perintah Anan menyuruh Dita dan Tasya untuk berjongkok di hadapan kuburan Marina.
Andi dengan sigapnya menaburkan bunga dan air mawar pada makam Marina kakaknya tercinta.
"Kakak tenang aja disana, nanti Andi bakal jagain mama, doain Andi sukses ya kak, biar bisa bahagiain mama, dan Andi mau ngucapin makasih telah mempertemukan Andi dengan orang baik seperti kak Dita, Kaka Anan, dan kak Tasya." ucap Andi dengan begitu tegarnya.
Dita dan Tasya saling bertatapan penuh haru keduanya akhirnya menangis tak dapat menahannya lagi.
Selesai dengan pembacaan doa untuk Marina, Dita, Anan dan lainnya menuju mobil Anan yang terparkir di halaman tempat pemakaman umum itu.
"Tuh kan ada aja yang usil ikutan nangkring di mobil." ucap Dita menepuk jidatnya.
"Kenapa non?" tanya Bu Santi.
"Oh gak apa-apa kok Bu." jawab Dita.
"Itu ma ada anak kecil duduk di atas mobil depan." tunjuk Andi.
"Ah kamu mah kebiasaan ih suka nunjuk gak jelas gitu nanti kakak-kakak nya pada takut lho." Bu Santi menutup wajah Andi agar tak melihat lagi sosok hantu yang di tunjuk nya.
Sosok hantu anak kecil perempuan dengan gaun putih seperti gaun putih pada boneka yang dipegangnya. Gaunnya lusuh penuh darah di tubuhnya terdapat luka seperti bekas tembakan di bagian dada karena bagian dadanya berlubang. Hantu anak perempuan itu menoleh dengan memutar kepalanya seratus delapan puluh derajat sambil tertawa menatap Dita dan Tasya.
"Aduh kepala nya muter ih ngilu." ucap Anita bersembunyi di belakang tubuh Dita.
"Tau ih gak sakit aja sampai muter gitu nanti baliknya gimana itu ya takut keseleo salah urat entar loh dek." ucap Dita
"Oh non Dita bisa lihat juga seperti Andi?" tanya Bu Santi
"Hehehe bukan cuma saya Bu, nih Tasya sama suami ku juga bisa." sahut Dita.
"Apa gak takut non?" tanya Bu Santi lagi sambil masuk ke dalam mobil sama seperti lainnya yang masuk ke dalam mobil.
"Awal-awal takut Bu, tapi sekarang saya mulai terbiasa, ya Nan ya Sya?"
Dita menoleh pada Anan dan Tasya. Anan menjawab dengan anggukan dan senyuman sementara Tasya masing menggeleng.
"Enggak ah saya masih belum biasa." sahut Tasya.
__ADS_1
"Ah kamu mah, tapi mending kan udah gak ngompol?" tanya Dita.
"Iya hehehe udah bisa tahan, asal jangan yang serem banget gitu." sahut Tasya.
"Terus itu gimana Nan? dia gak mau pindah si adeknya, mana kepalanya dari tadi muter-muter aja ih pegel liatnya tau takut keseleo." ucap Dita sambil menengok ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah untuk gerakan pemanasan pada bagian kepala.
"Udah biarin deh anggep aja pajangan mobil hahahha." sahut Anan melajukan mobilnya menuju rumahnya untuk mengambil barang-barang milik Andi.
Setelah sampai dirumah dan mengambil barang milik Andi, Anan dan lainnya mengantar Bu Santi pulang kerumahnya.
"Lho kok depan rumah saya ada gerobak ini punya siapa ya?" tanya Bu Santi yang terkejut melihat gerobak baru depan rumahnya.
"Ini tulisannya apa Bu?" tanya Dita.
"Bakulan nya Andi, maksudnya Andi anak saya?" tanya Bu Santi memastikan.
"Iya Bu ini buat ibu jualan bisa depan sekolah atau sambil keliling terserah ibu mau jualan apa, nanti Anan kasih modal, ya gak Nan?" Dita menyenggol lengan Anan dengan sikunya.
"Eh iya bener Bu." sahut Anan.
"Alhamdulillah makasih banyak ya semuanya." Bu Santi kembali menangis sambil memeluk Dita dan Anan.
Akhirnya setelah Bu Santi memasak mie goreng untuk Anan , Dita dan Tasya mereka pun pamit untuk kembali pulang karena hari mulai malam.
"Ini di biarin aja si adek nih di atas mobil?" tanya Dita ke Anan.
"Ya abis gimana coba tanyain dia mau turun dimana kali aja dia numpang mau pergi." sahut Anan.
Tasya tak berani menatap ke sosok hantu yang wajahnya persis seperti boneka yang ada di tangannya itu.
"Dek mau kemana? kok dari tadi di sini aja?" tanya Dita.
"Hihihihihi..." hantu anak perempuan itu tertawa dan tubuhnya kemudian melayang ke udara lalu memeluk Dita dari belakang.
"Aku mau mama." ucap nya memeluk Dita.
"Ih kenapa tuh Ta kok dia mental sih?" tanya Tasya heran.
"Udah yuk pulang kita tinggal dia aja disini." sahut Anan lalu masuk ke dalam mobilnya.
Dita merasakan ada hawa panas di sekitar Kalung yang ia pakai kala itu.
"Aku mau ikut mama." ucap hantu anak perempuan itu lagi.
"Kasian Nan biarin ya dia ikut kita." ucap Dita.
"Bundaku sayang dia hantu loh masa kamu kasian?"
"Kamu lupa ya sama kamu Nan?" Dita menoleh ke Anan saat bertanya balik.
"Terserah kamu lah." sahut Anan akhirnya.
"Ayo kalau mau ikut tapi jangan nakal yak." ajak Dita ke anak itu saat membuka pintu mobil untuknya.
"Ta serius ini dia duduk di samping aku lho nanti, terus kalau aku ngompol gimana Ta?" Tasya bergidik ngeri.
Namun hantu anak perempuan itu sudah duduk di tempat semula di kap depan mobil Anan.
"Oh maunya duduk disitu dia adem kali yak." ucap Dita.
"Pegangan ya dek, om mau nyalain mobilnya nih." ucap Anan lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju rumah besarnya.
***
Shinta berjalan keluar dari rumah sakit karena jam kerjanya berakhir pukul tujuh malam itu. Joni terus mengikuti Shinta kala itu namun Shinta berhasil sembunyi lari dari Joni keluar dari gerbang rumah sakit.
Shinta tak sengaja menabrak seorang pemuda yang wajahnya mirip dengan idola kesukaannya seketika itu.
__ADS_1
"Oppa Lee Jong Suk?" ucap Shinta terpana dengan ketampanan pemuda tersebut.
"Maaf apa kamu tak apa-apa?" tanya pemuda itu.
"Aku gak apa-apa kok, kamu mau mengunjungi pasien disini ya?" tanya Shinta penuh percaya diri.
"Iya aku habis mengunjungi temanku yang sakit, kamu mau pulang?" tanya pemuda itu.
"Iya aku mau pulang, oh iya sampai lupa hai nama aku Shinta." Shinta mengulurkan tangannya pada pemuda itu.
"Hai aku Lee." sahutnya membalas uluran tangan Shinta dan menjabatnya.
"Yaa ampun kok namanya sama sih Lee sama banget sama oppa Lee ." gumam Shinta masih dengan tatapan takjubnya.
"Oppa Lee?"
"Oh itu maksudnya kamu mirip sama pemain drama Korea itu lho Lee Jong Suk hehehe." sahut Shinta.
"Oh aku Lee cukup Lee aja, emmm boleh saya antar pulang?" ucap pemuda yang bernama Lee itu.
"Memangnya kamu rumahnya dimana kalau aku kan di jalan bunga segar?" tanya Shinta.
"Aku juga dekat dengan jalan bunga segar soalnya aku baru pindah kos ke situ."
"Iya kah, kok jarang lihat ya, ya udah yuk kita pulang, eh maksudnya jalan bareng pulangnya." ucap Dita agak kikuk.
"Mobil saya di sana yuk." Lee mengajak Shinta menuju mobil jaguar hitam yang terparkir di sudut jalan.
Gila mobilnya cakep banget sama kaya orangnya, pasti tajir nih.
batin Shinta masih memandangi Lee dengan takjub dan masuk ke dalam mobil mewah Lee malam itu.
Lee mengantar Shinta menuju rumah kost nya.
"Ini kost aku ya." ucap Lee menunjuk sebuah apartemen mewah yang di lewatinya.
"Ini kost? ah becanda ini mah mewah banget tau." sahut Shinta makin tambah terpesona.
"Ah masa sih cuma sederhana gini kok, oh iya rumah kamu kemana lagi nih?" tanya Lee
"Rumahku di kampung aku disini ngekost lurus aja nanti belok kiri terus ke kanan Deket minimarket kostnya." ucap Shinta
Tak lama kemudian mereka sampai.
"Mau mampir Lee?" ajak Shinta.
"Boleh baik saya mampir." sahut Lee lalu turun dari mobilnya dan ikut masuk ke dalam kost Shinta malam itu.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan ini spesial crazy up lho dari Vie untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
Dan jangan lupa Vie udah bela-belain lho ini crazy up buat kalian...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘
__ADS_1