
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Hai." sapa hantu itu.
"Aaaaaaaaaaaaa." pekik Doni langsung jatuh kelantai dan mundur dengan bokongnya.
"Kamu kenapa Don?" tanya om Kevin.
"I...i...itu pak a...ada...ada mbaknya." tunjuk Doni ke arah pintu namun pak Kevin langsung menutup pintu hotel segera sehingga membentur wajah si hantu.
***
"Bagus gak Yandaku sayangku baju couple-an nya?" tanya Dita menunjukkan baju-baju yang tadi ia beli.
"Bagus kok, ini ada tiga pasang buat kita semua?" tanya Anan.
"Bukan, ini buat kita, ini buat Tante Dewi sama om Kevin, ini buat Tasya sama Doni hihihi." sahut Dita.
"Wah ide bagus tuh nanti malam kita pakai ya pas makan malam ke restoran tepi pantai." ucap Anan
"Setuju, aku mandi dulu ya." ucap Dita.
"Ta ini siapa ya?" tanya Anan saat melihat sosok hantu wanita di samping pintu depan.
"Oh itu... hah itu ngapain sih dia disitu?" Dita tak jadi masuk ke kamar mandi.
"Kamu kenal?" tanya Anan.
"Itu tadi hantu di kecelakaan bis tadi Nan bis yang ngangkut para mahasiswa tapi terjun ke jurang." ucap Dita menjelaskan.
"Lah ini penasaran kali masih ngikutin kamu?" tanya Anan.
"Coba tanyain Nan?" perintah Dita.
"Hai kak." sapa hantu perempuan itu.
"Hai, aduh wajahnya itu lho cantik banget sampai kulitnya pada lepas." sahut Anan.
"Tuh kan, ini wajah aku biar cantik gimana ya kak?" tanya hantu itu.
"Lah mana saya tahu coba di tempel dulu kulitnya." ucap Dita.
__ADS_1
"Gak bisa kak ini muka aku jelek banget jadinya huhuhu." sahutnya menangis di hadapan Dita dan Anan.
"Tenang-tenang nama kamu siapa?" tanya Dita yang tak jadi mandi.
"Namaku Susi." sahutnya.
"Nah Susi coba deh tenang dulu terus yakinkan di hati Susi kalau Susi bisa balik lagi cantik deh." ucap Dita.
"Ya kali hantu balik lagi cantik mukanya aja udah sobek gitu darah semua." sahut Anan.
"Huaaaaaaa tuh kan wajah ku jelek kata dia hiks hiks." Susi makin menangis dengan kencang.
"Kamu ih bahasan nya dong yang sopan masa sama cewek ngomongnya kasar gitu sih." Dita menepuk bahu Anan.
"Habisnya lucu hehehe dia kesini cuma mau minta bantuin jadi cantik hahaha." Anan tertawa terpingkal-pingkal sambil duduk di sofa memegang perutnya.
"Iya juga sih memangnya kamu kenapa sih masih gentayangan disini cuma gara-gara pengen cantik lagi gitu?" tanya Dita.
"Kamu tau wartawan bule tadi kan?" tanya Susi.
"Oh si Jeff emangnya kenapa sama dia?"
Dita menyilang kan handuknya ke bahunya.
"Dia tuh ganteng Kak, dia yang bantuin kelompok mahasiswa aku kemarin pas ketemu di tebing pariwisata itu, jadi aku mau kenalan dulu hehehe." sahut Susi.
"Astagfirullah nih hantu centilnya sama ama Tasya pada kecentilan sama Jeff."
Dita menepuk jidatnya.
"Idih ya enggak lah aku kan udah punya suami paling tampan paling gemesin sedunia dan akhirat."
Cup... Dita mencium pipi Anan seketika.
"Hehehe iya bener bagus deh kalau begitu pikirannya." Anan bersemu wajahnya sambil mengusap pipi yang Dita cium tiba-tiba itu.
"Kak bantu aku ya." pinta hantu Susi itu.
"Hmmm bentar kamu ketemu sama pak Herdi ya." Dita memanggil pak Herdi seperti biasa.
"Tuh kan bener saya berasa kayak om jin tau di panggil kamu." ucap pak Herdi saat muncul tiba-tiba.
"Hehehe bapak dari mana pak?" tanya Dita.
"Dari hati kamu." sahut pak Herdi menahan tawanya sambil melirik Anan.
"Tadi barusan bilang apa? Lo gak kapok ya nantangin gue." Anan menarik kain kafan pak Herdi.
"Bercanda menyan, gitu aja di masukin ke ampela." ucap pak Herdi
"Masuk ke pankreas kalau perlu dasar tofu basi." Anan memiting leher pak Herdi di ketiaknya.
__ADS_1
Pak Herdi menjegal kaki Anan sampai jatuh.
"Wuih seru, ayo ayo ayo." Susi bertepuk tangan menyoraki Anan dan pak Herdi yang bertarung seperti biasa.
"Hadeh pada bisa stop gak sih, au amat lah mau mandi dulu akunya." Dita masuk ke kamar mandi tak mau memperdulikan pertarungan Anan dan pak Herdi.
"Udahan Cong, capek gue." Anan mengangkat tangannya tanda menyerah.
"Iya udahan Nyan, capek juga ya padahal saya udah jadi hantu." sahut pak Herdi.
"Yah kok udahan?" Susi duduk di samping pak Herdi dan memandangnya.
"Hiy itu maskernya copot dulu." pak Herdi menunjuk sebelah muka Susi yang sobek dagingnya.
"Tuh kan aku di katain jelek huuu huuu." Susi menangis di hadapan pak Herdi.
"Lah dia nangis cup cup cantik jangan nangis nanti mukanya copot, eh nanti cantiknya copot, eh cantiknya luntur maksudnya." pak Herdi berusaha menenangkan Susi.
"Hahaha kocak cocok dah kalian berdua." Anan menunjuk pak Herdi dan Susi.
"Heh mau lanjut lagi nih pertempuran kita?" tanya pak Herdi yang melotot memandang Anan.
"Udahan ah capek." Anan mengetuk kamar mandi yang di dalamnya ada Dita sedang mandi.
"Apaan sih yanda ku?" Dita membuka pintu kamar mandi dengan jas handuknya.
"Gantian mau mandi, urusin tuh dua makhluk itu." ucap Anan.
"Bentar aku pakai baju dulu." sahut Dita kembali menutup pintu kamar mandi untuk berganti baju.
"Kalau gak ada kalian berdua mah udah gue serang tuh Dita di kamar mandi." Anan menggerutu menunjuk Pak Herdi dan hantu Susi.
"Menyerang Kak Dita? itu maksudnya dia mau berantem lagi kaya tadi berantem sama kamu tapi sekarang berantemnya sama kak Dita gitu ya?" tanya Susi dengan wajah polosnya ke pak Herdi.
Pak Herdi hanya tertawa menatap Susi.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa main ke 9 lives ya...
Vie Love you