
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Itu yang tadi mau gue ceritain." ucap Andri
"Gak mungkin, astagfirullahaladzim gak mungkin, aku salah liat kan?" Dita bergidik ngeri melihat lima makhluk yang seukuran anak usia 3 tahun itu sedang mengerumuni sesuatu yang terlihat seperti ...
"Ta, itu bayi kan..?" tanya Anita.
"Iya Nit mereka lagi rebutan bayi hueeekkk aku mau muntah hueeekkk."
"Ish si Dita gue dimuntahin mulu nih ampun deh." Andri menjauh jijik dari muntahan Dita.
"Ta kayanya kita harus kabur deh." ajak Anan.
Tapi Anan terlambat menarik Dita salah satu makhluk itu sudah ada di hadapan Dita tersenyum memamerkan taringnya yang tajam keluar dari dalam mulut. Bibir makhluk itu penuh darah, di tangan kanan berkuku panjang dan tajam itu menggenggam satu kaki bayi yang sudah terpisah dari tubuh utuh bayi tersebut.
"Gi-gi-gimana ini Nan." kaki Dita gemetar begitu juga dengan Anita yang sudah bersembunyi di balik tubuh Anan bersama Dita.
"Tuh bocah makan kaki bayi kaya ayam goreng, lezat banget kayanya." sahut Andri.
"Ndri jangan mulai deh aku takut kamu jadi doyan gak lucu tau, om item aja sekarang makan makanan mateng dari aku lah kamu mau ikutan makan bayi hiiyy." sahut Dita.
"Ya kali Ta, tuh liat aja cara ngunyahnya sampe kedengeran kriuk-kriuknya."
"Ah stop aku jijik mas aku jijik...!!
aku mau pulang huaaaa." Anita menangis ketakutan karena satu makhluk kecil itu berada disampingnya membawa kepala bayi yang bola matanya sedang di kunyah makhluk itu.
"Permisi adek-adek kita pulang dulu ya, kalo makan tuh duduk yang rapih jangan keliaran malam-malam kaya gini nanti mamanya nyariin lho." ucap Anan sambil menarik Dita melangkah pelan-pelan menjauh sambil mengendap-endap.
"Husss kamu tuh Nan, nanti kalo ada mamanya beneran gimana?" tanya Dita.
"Ho oh malah ngeri kalau ada mamanya, ini anak-anaknya aja makan bayi gimana emaknya entar makan orang dewasa lagi kaya kalian." sahut Anita.
"Aaaaaa aku gak mau ngebayangin ayo buruan cabut Nan." Dita sudah berlari kencang meninggalkan tempat itu.
"Ya elah tungguin woy, buset dah kenceng banget larinya tuh cewek." Anan langsung mengejar Dita begitu pula dengan Anita.
Andri masih mengamati para makhluk yang sudah memegang bagian masing-masing dari tubuh bayi itu bahkan yang di hadapannya itu sedang menjilati daging-daging yang menempel pada tulang kaki bayi itu.
"Emang enak dek?" tanya Andri.
Makhluk kecil itu mengangguk lalu memberikan tulang kaki dengan jari-jari masih menempel itu pada Andri.
__ADS_1
Sempat terpikir untuk menyentuh dan merasakan daging bayi itu namun Andri teringat akan anak yang ada di kandungan Sandra. Hatinya menangis membayangkan jika itu anaknya dan timbul kengerian di pikirannya saat itu.
"Enggak dek abisin aja, aku permisi yak." Andri langsung berlari menuju villa tempat peristirahatan tadi.
****
"Kamu nyobain ya Ndri hayo ngaku?" Dita sudah menghujani pertanyaan saat Andri datang.
"Enggak kok sumpah, gue inget anak gue kasian jadi ngeri gue serem hiiyy." Andri memeluk tubuhnya sendiri merinding ketakutan.
"Terus ngapain Lo lama disana?" tanya Anan.
"Gue merhatiin doang terus gue jadi mikir siapa ya orang tadi yang naro bayi itu di dalam hutan sebrang sungai." jawab Andri.
"Emang tadi kamu liat orangnya?" tanya Dita.
"Gue cuma liat seseorang pake jaket gombrong yang Hoodie nya nutupin kepala mukanya gak keliatan terus pake celana jeans. Bawa bungkusan daun jati yang di iket gitu nah pas gue liat taunya bayi tapi udah mati."
"Kenapa baru di makan malam-malam gini kenapa gak langsung aja di makan tuh bayi."
"Mungkin biar gak keliatan Ta." sahut Anita.
"Aku rasa pesugihan deh." sahut Anan.
"Kayanya gitu juga Nan terus tumbalnya tuh bayi, jangan-jangan pemilik villa ini." sahut Anita.
"Masa sih? buruk sangka aja kamu." Dita menepuk bahu Anita.
"WOY gue kasih tau yak dimana-mana selingkuh itu di belakang pasangannya biar gak ketauan masa selingkuh di depannya, ya malu lah apalagi sampe begituan sama selingkuhan di depan istrinya, selain di bilang gila ya bisa aja langsung di tebas tuh leher ceweknya sama bininya hahhaha."
Andri menjelaskan sambil merangkul Anita.
"Oh iya ya bener." Anita mengangguk-anggukan kepalanya menjatuhkan tangan Andri dari bahu Anita.
"Jangan modus deh..." gerutu Anita pada Andri.
"Eh ngomong-ngomong nih ya, begituan apaan sih?" tanya Anan polos.
"Hadeeehhh dari tadi nih bocah ya, sini gue kasih tau." Andri membisikkan sesuatu di telinga Anan.
"Oh ya? tau gitu tadi gue ikutan ngintip yak bareng Joni biar paham." ucap Anan.
Pluk... Dita sudah melempar sandalnya pada wajah Anan.
"Aduh... sakit Ta, mana ada bau *** tuh sandal." Anan mengusap wajahnya.
"Lagian omongannya kotor banget ih, bikin ilfil nih." Dita merajuk.
"Siapa yang ngomong kotor? dari tadi bersih kok gak kotor-kotoran." Anan meledek Dita.
"Becanda lagi, sandal satu aku melayang yak." ancam Dita.
"Hehehe ya maaf Dita cayangku..." Anan menghampiri Dita lalu mencubit ke dua pipi Dita manja.
__ADS_1
"Hayo pada ngapain?" Tante Dewi mengagetkan Anan dan Dita.
"Ih Tante mah ngagetin aja."
ucap Dita.
"Lagian udah jam sebelas masih diluar aja berduaan."
"Enggak berdua ya Tante, kita ber empat, itu Anita itu Andri."
"Udah stop gak usah ceritain temen-temen kamu yang gak bisa aku lihat, ayo masuk ah tidur kalian!"
"Tante denger dulu deh aku mau cerita, tempat ini horor banget sumpah, nih ya aku ceritain." Dita menceritakan apa yang di lihatnya tadi di dalam hutan tentang keberadaan makhluk - makhluk kecil yang sedang memakan bayi.
Ternyata dari dalam villa Shinta mendengar pembicaraan Dita dan Tante Dewi secara diam-diam dari balik dinding.
"Astagfirullah hiyyy merinding aku Ta, sumpah serem banget." Tante Dewi bergidik ngeri.
"Makanya tante pesugihan kan tuh kayaknya."
"Iya lah masa iya makhluk itu cari bayi sendiri pasti ada yang nyediain mungkin semacam jenglot atau tuyul atau perpaduan keduanya."
"Nah sepemikiran tuh sama aku Tan."
"Ta, ngomong-ngomong kamu punya temen yang pake daster putih gak?" tanya Tante Dewi melihat wanita berdaster putih di ujung sana.
Dita melirik ke arah Anita di sampingnya. "Bukan Tante, ini si Anita ada disamping aku."
"Terus itu siapa?" Tante Dewi menunjuk ke ujung jalan setapak di hadapannya.
"Hihihi hihihihihihihihi hihihihihihihihi...."
Wanita berdaster itu terbang ke atas pohon rambutan di depan villa lalu duduk di salah satu rantingnya, masih dengan tawa cekikikan nya.
"Tan ma-masuk Tan yuk itu bukan Anita hiiyyy..."
Dita dan Tante Dewi langsung membuka pintu villa masuk kedalam karena ketakutan, mereka membuat Shinta terkejut lalu ia berpura-pura tertidur di sofa.
"Ta aku ikut Ta, aku takuuuttttt...!!" Anita menyusul Dita ke dalam.
"Hai mba Kunti." Anan menyapa hantu itu yang sudah terbang turun dari atas pohon tadi ke hadapan Anan.
Hantu kuntilanak itu tertawa dan tersenyum menyeringai sambil mencolek dagu Anan.
"Ndri... elo aja ya yang nemenin, tuh mbak Kunti kencan sama yang ono aja." Anan menunjuk Andri.
"Lah kok jadi gue Tong, haduh... hai mbak Kunti... pamit dulu yak." Andri langsung menghilang meninggalkan mbak Kunti yang masih tertawa cekikikan.
***
To be continued...
Happy Reading 😘😘
__ADS_1