Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - GWS Doni (Part 2)


__ADS_3

Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...


Happy Reading... 🥰😊


******


"Tante beneran nih gak apa-apa momong dua anak?" tanya Dita sebelum pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Doni.


"Gak apa-apa, lagian kan ada siapa kata kamu hantu-hantu itu harusnya kan mereka baik, pasti bisa jagain Anta dan Lee," sahut Tante Dewi.


"Yuk, taxi online yang aku pesen, udah sampe," ucap Shinta.


"Anta, jangan nakal ya, bantuin Tante Dewi jagain Lee," ucap Dita seraya mencium kening Anta.


"Siap, Bunda! Jangan lupa bawa makanan ya buat Anta," pinta Anta.


"Siap...!"


Dita, Tasya dan Shinta masuk ke taxi online yang mereka pesan untuk menuju ke rumah sakit kemudian.


"Duh, pinter ya Lee, masa udah bisa jalan sama joget," ucap Anta.


"Dulu kamu juga gitu kecilnya beda sendiri, sampai sekarang juga beda sendiri sih, hahaha," ucap Tante Dewi.


Namun keanehan mulai terjadi di hadapan Tante Dewi dan Anta, Lee memakan daging ayam mentah yang baru saja Tante Dewi ambil dari dalam kulkas untuk dibuat sup.


"Tapi Anta kecilnya gak gini kan, masa makan daging ayam mentah hiiiyyy..." ucap Anta.


"Lee, sini ya jangan makan yang mentah, aku masak dulu ya," ucap Tante Dewi seraya menarik paha ayam yang sudah berada di mulut Lee.


Sontak saja Lee menahannya, namun ketika terlepas ia langsung menangis dengan kencang.


"Hayo lho Tante, hayo lho Tante, anak orang dibikin nangis," ucap Anta seraya bertepuk tangan


di hadapan Tante Dewi dan Lee.


"Ini lagi si Anta, bukannya bantu diemin malah nyorakin."


Anta langsung menyerahkan potongan daging ayam mentah yang lainnya ke mulut Lee.


"Tuh, diem kan, udah biarin aja daripada berisik, Anta pusing."


Anta menepuk dahinya sendiri.


"Hadeh, ya udah deh, Tante nanti suruh Yanda kamu beli daging ayam lagi buat stok, terus sekarang masak sup nya pakai apa nih?" tanya Tante Dewi.


"Pakai sayur aja, gak usah kasih ayam, Anta doyan kok."


"Kamu mah semua makanan, mau terbuat dari apa aja asal makanan juga doyan," ucap Tante Dewi lalu menuju meja dapur untuk memotong sayuran. Kedua matanya juga sesekali mengawasi Anta dan Lee.


***

__ADS_1


Setibanya Dita dan lainnya di rumah sakit, mereka bergegas menuju kamar perawatan Doni. Sampai di sana, dokter yang bertugas dan bertanggung jawab atas pasien Doni sedang memeriksa pria tersebut.


"Kak Shinta, masa Doni gak kenal sama aku, huhuhuhu..." tangis Mitha langsung meledak memeluk Shinta yang baru saja datang.


"Gak kenal gimana? Maksud kamu apa?" tanya Shinta.


"Iya, kata dokter Doni mengalami amnesia karena benturan di kepalanya," jawab Mitha masih menangis di pelukan Shinta.


Dokter pun menjelaskan sesuai yang tadi dituturkan Mitha.


"Jadi, amnesia atau hilang ingatan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Gangguan daya ingat pada penderita bisa ringan atau berat hingga mengganggu kehidupan penderitanya, saya menduga hal ini diakibatkan oleh benturan di kepalanya," ucap Dokter Jack.


"Lalu apa Doni adik saya bisa disembuhkan dan ingat kembali, Dok?" tanya Shinta.


"Ummm saya juga belum tau pasti ya, karena penderita amnesia dapat terjadi sementara atau permanen."


"Waduh, permanen? berati bisa selamanya di gak akan ingat kita gitu?"


"Kemungkinan seperti itu, namun bisa juga di ingatkan pelan-pelan seperti baru kenalan dan seiring waktu nanti dan karena sering berjumpa pasien jadi kenal dan ingat lagi," ucap Dokter.


Shinta lalu menghampiri wajah Doni yang menatapnya dengan tatapan kosong. Doni tak mengenali sang kakak di hadapannya itu.


"Kamu gak inget sama aku, Don?" tanya Shinta.


"Siapa ya?" tanya Doni.


"Aku kakak kamu, Shinta. Keluarga kamu satu-satunya yang kamu punya, dan juga Lee sih, tapi aku kakak kamu satu-satunya," sahut Shinta menunjuk dirinya sendiri.


"Tuh kan kak dia gak kenal sama kita," ucap Mitha.


"Kak Shinta udah makan?" tanya Mitha.


"Aku udah makan."


"Lee kemana?"


"Aku titip sama Ibu Dewi," sahut Shinta.


"Kalian kenapa masih di sini, udah tau Doni gak bakalan inget kalian, eh malah kalian masih di sini, mau ngapain?" hardik Mitha.


"Pulang yuk, Ta." Tasya menarik lengan Dita.


"Tasya... kamukah itu?" tanya Doni yang berseru dari atas ranjangnya.


"Lho, kok sama dia masih inget, Dok?" tanya Shinta menunjuk Tasya.


"Sama aku inget gak, Don?" tanya Dita yang maju menghampiri Doni dan menunjuk dirinya sendiri.


Doni menggelengkan kepalanya.


"Tapi sama dia kamu inget? emang siapa namanya?" Dita menunjuk Tasya.

__ADS_1


"Tasya, Tasya Shamila, istri aku." Doni tersenyum pada Tasya.


Brug...


Mitha jatuh tak sadarkan diri.


Kedua suster yang bersama dokter tadi langsung membantu menolong Mitha dan membaringkannya di sofa.


"Apa ada hubungan khusus antara pasien dan Nona ini?" tanya Dokter Jack.


"Mungkin karena Doni sangat mencintai Tasya dan selalu Tasya yang ada di pikiran dia," sahut Shinta.


"Hmmm... Saya akan coba menggali lebih dalam dan meneliti hasil lab dan ct-scan pasien. Dan jika pasien merasa nyaman dan lebih baik saat bersama Nona, lebih baik turuti saja demi kesehatannya yang lebih baik," ucap Dokter Jack.


"Oke, Dok," sahut Shinta.


"Nanti jika mau membahas apapun tengang masa lalunya sebaiknya kalau pelan-pelan saja jangan terlalu memaksa. Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu ya, nanti saya kunjungan lagi untuk mengetahui kabar kemajuan kesehatan pasien selanjutnya." Doktor Jack lalu pergi ke luar ruangan bersama dua asisten susternya.


"Mitha gimana, nih?" tanya Dita.


"Nanti kalau sudah sadar, saya mau bawa pulang dulu," ucap Shinta lalu ia melirik ke arah Doni yang tiada henti memandang Tasya dan menggenggam tangan Tasya.


"Jadi gimana tuh si Doni sama Tasya, kasian Mitha jadi kayak gini?" tanya Dita.


"Mau gimana lagi, emang Doni cuma inget sama Tasya."


Shinta mencoba menepuk pipi Mitha dan memberikan beberapa olesan minyak kayu putih di bawah hidung Mitha.


Mitha tersadar lalu kembali menangis. Terlebih lagi saat suaminya itu malah mengingat Taysa menjadi istrinya ketimbang dirinya sendiri yang sebenarnya.


"Udah kamu tenang aja, aku gak akan merebut suami kamu, kok. Toh aku bukan pelakor." sahut Tasya mulai kesal melepas pegangan tangan Doni di tangan kanannya.


"Maksud kamu apa sih? kamu kan istri saya, kok pakai bilang pelakor?" tanya Doni pada Tasya.


******


Bersambung...


Mampir juga ke :


- 9 Lives (END)


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Forced To Love


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)


Vie Love You All... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2