
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
"Ta... kok tante merinding ya?" gumam Tante Dewi menghampiri Dita.
Tasya menunjuk sesuatu yang di pegang Anta dan sesuatu itu bisa di lihat juga ternyata oleh Tante Dewi. Anta makin mendekat menunjukkan yang ada di tangannya itu.
"Anta sepertinya itu bukan bola deh..." ucap Dita.
Anta membalik sesuatu yang mirip bola itu.
"Lho kok bolanya ada matanya bunda..." ucap Anta yang ternyata memegang kepala manusia tanpa rambut alias botak dengan mata yang menatap Anta sambil tersenyum menyeringai.
"Ih bolanya jelek, Anta gak suka bola kayak gini," Anta menendang kepala botak itu ke dalam hutan di belakangnya.
Tante Dewi tergeletak tak sadarkan diri saat Anta menendang kepala botak itu.
"Yah tante dia pake pingsan lagi..." Dita menepuk pipi tante Dewi berusaha menyadarkannya.
Tasya langsung mencari minyak kayu putih di dalam kotak p3k di dashboard mobil.
"Kenapa Sya?" tanya Doni.
"Tante Dewi pingsan tadi gara-gara Anta nendang kepala botak ke sana," sahut Tasya.
Anan yang terkejut dan langsung berdiri terantuk kaca spion mobil.
"Apa kamu bilang? kepala botak?" tanya Anan.
"Iya pak," jawab Tasya.
Om Kevin langsung menghampiri tante Dewi dengan raut wajah panik.
"Jangan- Jangan itu hantu suku Ro," gumam Pak Yon yang membuat Doni makin merapat pada pria itu.
"Bisa gak di percepat ini kerjanya?" ucap Doni ketakutan.
"Kalau mau cepet tangan saya jangan di pegangin dong tuan, ini jadi gak bisa kerja," ucap Pak Yon.
"Oh iya pak maaf ya pak, rada ngeri juga saya dengar hantu kepalanya doang," ucap Doni.
"Cemen banget sih luh!" ucap Anan.
"Emang pak Bos berani apa lihat hantu kepala doang apa hantu tanpa kepala?" tanya Doni menantang Anan.
"Ya kaga lah!" sahut Anan tanpa basa basi lagi. Raut wajah Anan berubah pucat dan ketakutan saat melihat seseorang tanpa kepala berdiri di belakang Doni.
"Mending cepetan kerjanya yuk," ucap Anan dengan tangan gemetar membantu Pak Yon mengganti ban.
"Ada yang aneh ya pak di belakang saya? perasaan saya gak enak nih, merinding disko gimana gitu," ucap Doni mulai ketakutan menoleh ke arah belakang kakinya.
"Tuh kan bener ada kaki melayang," ucap Doni.
"Ini pada kenapa sih? emang pada lihat apa?" tanya Pak Yon saking herannya.
"Lihat yang gak mau di lihat pak, serem..." sahut Anan dengan wajah menunduk karena ia tak mau sampai melihat ke arah penampakan di belakang Doni.
"Iya pak mending gak usah liat, buruan pak pasang ban barunya, saya pegang dongkraknya nih," ucap Doni.
__ADS_1
Sementara itu tante Dewi tersadar dari pingsannya di pangkuan om Kevin. Sadar itu tubuh Doni, Tante Dewi langsung berpindah posisi menghindar.
"Tadi itu kepala ya Ta, bukan bola?" tanyanya menoleh pada Dita.
"Iya tante," sahut Dita.
"Kok aku bisa liat sih?"
"Ya dia sial banget kali sampe kelihatan tante yang gak bisa lihat hal kayak gitu hehehehe," ucap Dita.
"Ada mah tante yang sial ketemu kayak gitu!" ucap Tante Dewi makin kesal.
"Hei semuanya, ayo masuk mobil!" Anan berteriak memanggil semuanya.
"Yuk ah buruan masuk ngeri di jalanan sepi gini," Tante Dewi memeluk dirinya sendiri sambil melangkah menuju mobil van itu.
"Tante Aca itu apa sih, buah apa yang gantung di situ?" tanya Anta menunjuk ke arah atas nya melihat sesuatu menggantung di ranting pohon.
Tasya dan Dita mendangak ke atas ke arah yang di tunjuk Anta.
Pluk... sesuatu jatuh di kedua tangan Tasya.
"Aaaaaaaaaaa...!!!" Tasya melempar kepala yang jatuh di kedua tangannya itu secara asal lalu berlari menuju mobil.
"Ayo Anta buruan!" Dita menggendong Anta menuju mobil van.
"Dadah... main bolanya kapan-kapan ya, bolanya yang cakep gak mau kayak gitu ya," Anta melambaikan tangannya pada para hantu di bawah pohon itu.
"Bunda gak suka ya Anta sok akrab sama hantu," ucap Dita memberitahu Anta setibanya di dalam mobil.
"Tau ih Anta mah demen banget main sama hantu," celetuk Tasya.
"Iya nak, gak semua hantu itu baik ada juga yang mau jahat sama kita," ucap Anan menegaskan.
"Ya udah, sekarang Anta tidur siang aja sini," Dita memangku kepala Anta sementara kaki Anta ada di atas paha Anan.
"Kalian ini ya bener-bener keluarga yang bagaimana gitu, masa ayah, ibu sampai anak gak jauh mainnya sama hantu, ckckkckc," gumam Tante Dewi.
***
Sesampainya di kuil Ro, ternyata kuil tersebut sudah di jadikan tempat wisata oleh pemilik dan mengharuskan yang mau masuk ke dalamnya membayar tiket masuk.
"Ayo kita menuju air mancur ajaib itu!" ajak tante Dewi.
Tasya melingkarkan lengannya pada Tante Dewi yang merasakan kengerian memasuki area kuil. Doni juga sudah melingkarkan lengannya pada om Kevin yang makin risih dengan Doni. Pasalnya benar kata orang di luar sana, bagi Dita, Anan, Anta, Tasya dan Doni yang mampu melihat hal gaib, kuil itu memang terdiri dari beberapa tubuh bayi.
Anan sendiri sangat ketakutan menyembunyikan wajahnya di bahu Dita. Hanya Anta yang merasa senang seperti memasuki taman bermain karena belum bisa membedakan mana yang mengerikan mana yang tidak. Bagi Anta semua terlihat sama dan menyenangkan.
"Wah aku panggil Pak Herdi lah buat jaga-jaga siapa tau ada makhluk yang mengerikan dari ini," bisik Dita.
"Panggil dia bun buat jagain kita," Anan balas berbisik.
Pak Herdi datang di samping Anan.
"Wah ini benar-benar pembantaian," ucap Pak Herdi saat melihat sekeliling.
Memasuki area taman air mancur, di sekelilingnya terdapat kepala manusia yang berjejer melingkari air mancur.
"Pada ngerasa merinding gak sih?" tanya Tante Dewi.
"Bukan merinding lagi tante tapi udah horor banget ini ih serem banget banyak kepala," ucap Tasya dengan nada ketakutan.
__ADS_1
"Nah itu silahkan yang mempunyai hajat maju dan cipratkan air mancur itu ke kalian!" ucap Pak Yon.
Om Kevin dan Doni maju ke depan air mancur dan menyebutkan permintaan mereka untuk bertukar tubuh kembali.
Tak ada reaksi apapun yang terjadi mereka masih tetap sama. Raut wajah frustasi terlihat dari Om Kevin yang kesal dengan Doni.
"Sia-sia juga udah sampai sini," gumam Tante Dewi sambil menangis.
"Setahu saya, harus tunggu sampai matahari terbit kembali baru bisa lihat reaksinya," ucap Pak Yon.
"Tunggu besok pagi? jadi kita harus cari penginapan gitu?" ucap Tante Dewi.
"Saya rasa begitu," jawab Pak Yon.
"Serius pak, kita nginep di area ini, gimana nanti kalau ketemu para hantu tanpa kepala?" Tasya menangis ketakutan.
"Sya, kita harus kuat demi Doni dan Om Kevin," ucap Dita menenangkan Tasya.
"Tuh lihat Anta, seneng banget kan?"
"Anta kan beda dia mah... ah belum paham Ta..."
"Ayolah, kita udah biasa, kita kuat ya, ayo semua kita ke penginapan, yanda ayo gendong Anta!" pinta Dita.
Anan menggendong Dita dan melirik ke arah Pak Herdi.
"Lama banget sih, ribet banget pake lompat-lompat," gumam Anan mencibir.
"Heh menyan! saya sumpahin kamu balik lagi jadi pocong!" ucap Pak Herdi dengan kesalnya.
***
Setelah semalaman banyak hal seram terjadi, akhirnya mereka semua bisa melewatinya. Terlebih lagi Doni dan Om Kevin berhasil berpindah tubuh. Om Kevin segera memeluk tante Dewi dengan eratnya. Sementara Doni yang ingin memeluk Tasya langsung di hadang oleh kedua tangan Tasya.
"Belum halal," ucap Tasya dengan senyum lebarnya.
"Bentar doang Sya meluknya," pinta Doni.
"Udah yuk pulang gak mau kan lama-lama di sini," ucap Dita mengecewakan Doni dan membuat Tasya tertawa saat memasuki mobil Pak Yon.
***
Di apartemen Dita saat ia memasak Nasi goreng daging sapi untuk makan malam.
"Bunda... kok aku ngerasa aneh ya?" ucap Anan.
"Astagfirullah yanda..."
***
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘