Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Menginap


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


"Udah berantemnya? ada yang mau mie instan?" tanya Dita.


"Mau...!!!" Anan dan Pak Herdi menyahut bersamaan saat masih bergelut di lantai.


"Aku juga mau, boleh?" tanya Noey.


"Boleh,bentar ya aku bikinin," Dita naik ke lantai dua untuk memasak.


Dita melongok ke kamar Anta di sampingnya ada Tasya yang sudah tertidur dengan mendengkur. Di samping kasur Anta, hantu dalam cermin itu tadinya menepuk-nepuk punggung Anta agar tidur pulas, setelah melihat Dita datang dia buru-buru masuk ke dalam cerminnya.


"Ohh... kamu takut sama aku? heran biasanya manusia takut hantu eh ini hantu takut sama manusia," gumam Dita lalu menutup pintu kamar Anta lagi.


Dita sudah menyulap lantai dua rumah tokonya menjadi lima bagian ruangan. Dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur dan meja makan dan satu lagi ruang keluarga untuk menonton tv bersama di sofa empuknya.


Dita menuju dapur untuk membuat mie instan lengkap dengan telur dan sayuran. Sementara di lantai bawah para pria akhirnya berbincang dengan tenang.


"Elo hantu motor itu kan? kok udah cakep, ya enggak cakep-cakep amat sih tapi mendingan lah, otak lo kaga luber, cuma muka elo pucat banget," ucap Anan memandangi wajah Noey.


"Om hantu bungkus yang udah ajari aku berubah," jawab Noey.


"Udah di bilang dari tadi jangan panggil om, panggil saya Pak Herdi," sahut Pak Herdi.


"Udah sih akui aja emang udah tua layak panggil om," Anan mencibir Pak Herdi yang langsung menarik rambut Anan.


"Aduh... sakit sakit sakit, ampun om, eh pak," pinta Anan memelas minta di lepas.


Dita datang dengan empat mangkuk mie instan yang dia bawa dengan nampan cantik.


"Ini pada makan dulu," ucap Dita.


"Baru ini aku makan bareng hantu," ucap Anan melirik ke arah Pak Herdi dan Noey namun kembali menunduk karena tatapan tajam mereka.


"Kamu besok mau ke kantor pos kota ya Ta, mau buka loker Noey?" tanya Pak Herdi pada Dita.


Slurp... Dita menyeruput mie rebusnya dengan lahap.


"Iya bener, emang isi dalam lokernya apa sih?" tanya Dita menoleh pada Noey.


"Sejumlah uang untuk pesta pernikahan ku dan Yoona, di dalamnya juga ada kotak merah muda berisi cincin," ucap Noey yang sudah menghabiskan mie di mangkuknya bersamaan dengan Pak Herdi.


"Astaga... bibir sama lidah gak pada melepuh apa itu, cepet banget pada makannya ckckck," Anan berdecak ngeri.


"Habis ini cuci piring ya," celetuk Dita.


"Ta...." Pak Herdi menoleh pada Dita dengan memiringkan kepalanya.


"Bercanda kok pak Herdi," Dita tersenyum manis.


"Kamu gak boleh senyum kaya gitu ya selain sama aku," ancam Anan menunjuk ke arah Dita.


"Ya elah cuma begitu aja posesif banget," Pak Herdi menoyor kepala Anan.

__ADS_1


"Wah ni bungkus permen ngajak ribut lagi," Anan menarik ikatan pocong Pak Herdi, namun tarikannya terlalu kencang jadi ia tak sengaja membenturkan wajah pak Herdi ke atas meja.


Sadar akan kemarahan Pak Herdi, Anan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya. Pak Herdi menembus pintu kamar mandi dan menarik kerah kaus Anan.


"Aduh gue lupa elu bisa nembus, maaf ya pak hehehe," Anan menyiram air pada Pak Herdi.


"MENYAN...!!!"


"Biar bersih pak, biar makin ganteng mandi malam-malam," ucap Anan menembus tubuh pak Herdi dan buru-buru keluar dari kamar mandi.


"Bunda bantuin aku," Anan langsung bersembunyi di balik tubuh Dita.


"Lagian kamu iseng banget sih!" Dita merentangkan kedua tangannya ke depan menghadang Pak Herdi.


"Stop lah udahan, udah malem hayo pada pergi masing-masing, besok aja main lagi hehehe," ucap Dita sambil tertawa terkekeh.


Pak Herdi masih menggeram, wajahnya merah padam seperti kepiting rebus. Namun, saat melihat senyum Dita, kemarahannya mereda dan akhirnya ia menghilang begitu juga dengan Noey.


"Ayo beresin yanda, bantuin..." pinta Dita.


Anan menuruti Dita dan membawakan mangkuk kotor menuju dapur di lantai dua. Dengan baik hatinya ia malah mencuci semua mangkoknya dengan bersih, sementara Dita berada di kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Yanda mau pulang ke seberang apa tidur di sini?" tanya Dita dengan daster polos bergambar icon smile di bagian depan. Daster berwarna merah muda sepaha itu terlihat menerawang menembus paha Dita yang terlihat sangat mulus membuat Anan menelan air liurnya dengan berat kala melihatnya.


"Ka-kamu tidur pakai baju itu?" tanya Anan.


"Iya, ini emang baju tidur kan?"


"Terus kalau pak Herdi atau hantu cowok lain pada liatin kamu kayak gitu gimana?"


"Pak Herdi gak akan datang kalau aku gak panggil, kalau hantu lain yang kamu maksud Noey, enggak pernah tuh ke kamar aku."


"Yanda... hahahaha..."


"Kok ketawa, aku kan lagi marah?"


"Aku suka kamu yang posesif kayak gini udah balik lagi ternyata hehehe," Dita menunjukkan senyum manisnya.


"Aku mau tidur sini aja, di sofa," Anan menunjuk ke arah sofa di ruang keluarga.


"Oh... kirain mau tidur di kamar aku hihihi," ucap Dita menggoda Anan.


"Nanti aja kalau kita udah akad, kita nikah di catatan sipil aja ya, mungkin lusa karena besok pembukaan kedai," ucap Anan.


"Oh... ya udah kalau itu mau kamu, aku mah ikut aja, aku ambil bantal sama selimut dulu ya buat kamu," ucap Dita.


Dan malam itu Anan menghabiskan malam nya menginap di rumah Dita.


***


Andri datang menekan bel rumah toko Dita di pagi buta kala itu. Tasya yang mendengarnya terbangun, begitu juga dengan Dita dan Anan.


"Lho pak bos ada di sini?" tanya Tasya yang masih menguap dan merentangkan tangannya ke atas.


"Jangan panggil gue pak Bos, panggil Anan aja apa Sya," pinta Anan.


"Tapi kok di sofa sih gak satu kamar?"

__ADS_1


"Nanti gue nikahin Dita dulu," ucap Anan sambil mengucek-ngucek matanya.


"Ini gimana sih maksudnya?" Tasya menoleh pada Dita sambil menggaruk-garuk kepalanya tak jelas.


"Udah iya in aja nanti aku jelasin, kamu mandi duluan gih, biar aku yang buka pintunya," ucap Dita menuruni tangga, Anan menyusul di belakangnya karena tak tahan untung buang air di kamar mandi bawah.


Setelah Dita mengintip dari balik tirai, ia membuka pintunya.


"Tolong angkat rolling door nya, Ndri!" pinta Dita.


"Ta... gawat, gimana Nih semalam Anan gak pulang," ucap Andri dengan cemasnya.


"Anan?"


"Iya Ta, Anan gak pulang, nanti kalau dia depresi bunuh diri gimana gara-gara gak inget sama kamu dan Anta, si Anan kan sifatnya tuh kalau hal kecil aja di pikirin banget, gimana hal besar kayak kamu dan Anta," Andri mengguncang bahu Dita sambil berbicara dengan panik.


"Picik amat pikiran lo!" Anan keluar dari kamar mandi.


"WHAT...??? Ngapain elo ada di sini cong?" pekik Andri.


"Heh lepasin tangan elo dari calon istri gue!" Anan memukul tangan Andri.


"Awww sakit cong!"


"Bunda naik ke atas, temenin Anta sana!" ucap Anan membuat Dita makin tersenyum sumringah.


"Oke," Dita bergegas menuju lantai dua.


"Calon istri elo? dia kan udah jadi istri elo cong!" Andri menoyor kepala Anan.


"Itu kalau gue inget, ini kan gue gak inget, jadi gue mau nikah lagi sama Dita, cukup di catatan sipil aja besok," ucap Anan menegaskan.


"Akhirnya sobat gue bisa klepek-klepek juga sama perempuan, pas gue lihat elo dingin sama cewe-cewe bahkan elo tolak si Hyena, gue pikir elo sukanya sama gue atau sejenis kita gitu, hehehhe."


"Idiiiihhh najooongg...!!! ogah amat gue suka sama elo wah jangan-jangan elo mulai ketularan si Jerry ya padahal baru ketemu, hayo?" Anan meledek Andri.


"Ah sompret luh, malah ngatain gue, harusnya elu seneng dong gue udah khawatir sama elu," Andri merangkul Anan.


"Idih ngapain amat gue seneng, duh gak enak nih bau ketek elu, mana bau jigong juga, belom mandi elu ya?" Anan mendorong badan Andri yang langsung jatuh ke aspal depan ruko.


Andri langsung iseng menarik celana Anan yang mati-matian menahannya agar tidak jatuh melorot.


"Hadeh masih pagi mas, kalau mau kayak gitu di dalam rumah jangan di luar," ucap perempuan paruh baya yang melintas saat lari pagi bersama temannya. Mereka langsung cekikikan menatap Anan dan Andri.


***


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player

__ADS_1


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2