Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Pergi


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


******


Anan segera mengikuti Pak Herdi menuju ruangan Dewa. Karena kondisinya yang belum pulih, maka Dewa di biarkan beristirahat terlebih dahulu di sebuah ruangan setelah mendonorkan darahnya untuk Dita sampai kondisinya stabil.


"Dewa kamu... WOI... KALIAN MAU APAIN TEMEN GUE?!" Anan meneriaki seorang dokter dan rekannya yang hendak menyayat perut Dewa yang tak sadarkan diri.


"Tuh kan bener ada yang gak beres sama Dewa," gumam Pak Herdi.


Pak Herdi membantu Anan yang sedang bertarung dengan dokter satunya. Tapi Pak Herdi tak dapat menyentuh pria tersebut karena kekuatan yang melindungi pria itu terdapat pada kalung jimat berlambang kepala kambing.


"Tarik kalungnya Nan, agar aku bisa menyentuhnya!" Pak Herdi memberi perintah..


Untung saja om Kevin dan Tante Dewi ikut menyusul jadi bisa membantu Anan menyelamatkan Dewa. Saat Anan menarik kalung dokter itu Pak Herdi dapat menyentuh si dokter itu dan memperlihatkan dirinya.


"Han-hantu macam apa kamu?" pekik dokter tersebut ketakutan saat melihat Pak Herdi.


"Aku namanya hantu pocong, hantu pocong paling tampan di dunia," ucapnya memuji diri sendiri.


Tante Dewi yang membawa bantuan pihak keamanan akhirnya berhasil menangkap dua orang dokter tersebut. Dokter-dokter tersebut di duga kuat hendak mencuri organ ginjal milik Dewa dan untungnya berhasil di gagalkan. Para satpam rumah sakit akhirnya menyerahkan dokter nakal tersebut pada pihak kepolisian.


"Kok rame pada ngapain di sini?" tanya Dewa yang baru terbangun dan sadar.


"Mau nyanyi menghibur kamu huh... orang kita udah berisik banget gedebukan nolongin kamu lawan dua penjahat, eh malah kamunya pules," ucap Anan dengan ketusnya.


"Lah emang aku kenapa di tolongin?" tanya Dewa dengan wajah polosnya.


"Tuh liat perut kamu, kalau aja aku telat datang kesini, habis kamu gak punya ginjal," sahut Anan.


"Astaga...!!! tapi masih utuh kan?" Dewa mengamati tubuhnya dengan seksama tak ada luka di sana yang membuatnya menghela nafas panjang dengan lega.


"Iya lah masih utuh," ucap Anan.


"Saya bisa tuntut nih rumah sakit nih, kok bisa-bisanya punya dokter gadungan kayak gitu," ucap Om Kevin dengan kesalnya.


"Anan rasa mereka itu tergabung di naungan suku Ro deh," ucap Anan.


"SUKU RO...?!" Om Kevin dan Tante Dewi menyahut bersamaan.


Akhirnya Anan ceritakan sejarah suku Ro yang ia kenal dan dia hadapi saat menyelamatkan Arga dan Pak Herdi tempo hari.


"Menyan...!!!" pak Herdi meneriaki Anan yang sedang sibuk menjelaskan perihal Suku Ro.


"Menyan dengerin, aku mau ke tempat Dita nih dia panggil saya soalnya," Pak Herdi langsung menghilang.


"Wah gawat Dita," ucap Anan langsung berlari meninggalkan semuanya menuju kamar Dita.


"Dita...?" tante Dewi dan Om Kevin menyahut bersamaan sambil bertatapan.


"Dita mas dita, duh nanti kalau dia kenapa-kenapa gimana coba," Tante Dewi langsung menyusul Anan.


"Dewa, kamu bisa urus diri kamu sendiri kan sekarang?" tanya Om Kevin.


"Bisa lah kan saya udah sadar, om duluan aja nanti saya nyusul, mau ganti baju dulu nih," sahut Dewa.

__ADS_1


Anan yang panik langsung membuka pintu kamar Dita dengan terburu-buru.


"Bunda kamu..."


"Tuh si menyan datang," ucap Pak Herdi menertawakan Anan yang panik.


"Tadi si tofu basi bilang kamu..."


"Udah sadar," sahut Pak Herdi sambil tertawa.


Anan memeluk Dita dengan erat, sesekali ia cium seluruh wajah Dita dan memeluknya lagi. Pak Herdi yang merasa sebagai obat nyamuk atau pengharum ruangan di hadapan Dita dan Anan tau diri juga dan segera menghilang.


"Jangan pernah tinggalin aku ya bun, aku sayang banget sama kamu, aku gak tau bisa apa kalau gak ada kamu," ucap Anan.


"Iya aku gak akan ninggalin kamu... lagian kamu tuh yang ninggalin aku, mana dua tahun lagi," ucap Dita sambil membalas pelukan Anan dengan erat.


"Kita pindah sekarang, aku gak mau ada apa-apa lagi dengan suku Ro sialan itu," ucap Anan kesal.


"Iya, kita pergi sekarang," sahut Dita.


"Aku akan minta tante Dewi urus kepindahan kamu, tapi kamu kuat kan bunda?" tanya Anan memastikan kondisi Dita.


"Iya aku kuat, asal ada kamu di sisi aku juga aku kuat," ucap Dita dengan senyum manisnya.


Anan menatap wajah cantik istrinya itu dengan tatapan penuh cinta. Dia daratkan bibirnya mengecup bibir Dita bahkan ********** sampai ia puas. Tapi dia urungkan dan dia hentikan karena paham dengan kondisi Dita yang masih lemah.


Tante Dewi masuk bersama Om Kevin ke dalam ruang perawatan Dita.


"Ups... maaf ya aku ganggu ya," ucap Tante Dewi sambil meringis.


"Enggak kok, oh iya tante aku mau pindah sekarang bisa?" tanya Anan.


"Pindah ke negara Flower sekarang!" pinta Anan.


"Dengan kondisi Dita seperti ini, memangnya kamu kuat Ta?" tante Dewi menegaskan tatapannya pada Dita.


"Ya aku kuat kok tante, terlalu berbahaya memang buat Anta jika kita ada di sini lebih lama," ucap Dita mendukung keputusan Anan.


"Hmmm baiklah, Tante urus dulu surat kepindahan kamu ya, nanti tante bilang kalau kita mau ke rumah sakit di eropa," ucap Tante Dewi.


"Aku telepon Tasya dulu buat nyiapin Anta kita bergegas," ucap Anan meraih ponselnya.


***


Setelah pamit dengan Dewa serta pamit dengan Andri dan keluarganya Anan memboyong Dita dan lainnya menuju bandara pagi itu.


"Yanda lihat!" Dita menunjuk ke arah TV besar di bandara.


"Seorang putri konglomerat Ming Hyena ditangkap oleh pihak kepolisian dengan dugaan percobaan pembunuhan, rekaman video dashboard seorang pengemudi taxi dijadikan bukti untuk penangkapan putri Tuan Ming pengusaha terkaya nomor dua di Negara Gingseng. Namun, bukan hanya itu saja akun sosial media @yerrypretty juga ikut membagikan rekaman video yang dia tangkap saat kejadian menggunakan ponselnya Video rekaman tersebut viral di jagat maya. Sayangnya staf kami belum bisa menemukan siapa korban penembakan yang di lakukan oleh Ming Hyena sampai berita ini diturunkan, sekian bertiga terkini dari redaksi News saya See Hii melaporkan dari TV News.


"Hmmm kerja yang bagus," ucap Anan.


"Itu kan sosial media si Jerry, nih aku lihat nih videonya," Tasya menunjukkan layar ponselnya pada Dita dan Anan.


"Kenapa Jerry bisa ada di tempat kejadian ya?" gumam Anan.


"Tadi aku tanya aku telpon dia, katanya dia lagi main ke rumah temennya terus mau nolong kalian tapi takut liat Hyena bawa pistol, oh iya dia bilang maaf gak bisa antar kita ke bandara, dia lagi ngumpet buat di jadiin saksi kunci di persidangan Hyena," ucap Tasya.

__ADS_1


"Lalu nanti kalau polisi cari Dita gimana?" tanya Anan.


"Om Kevin udah urus semuanya, kalian sekarang bergegas pergi ke alamat yang ini, di sana juga ada keponakan om Kevin yang bakal jemput kalian, namanya Mark, fotonya sudah tante kirim ke hape Dita ya," ucap Tante Dewi.


"Terus tante gimana?" tanya Dita.


"Tante nunggu om Kevin dulu, setelah semua kelar baru tante nyusul kalian," Tante Dewi memeluk Dita.


"Makasih banyak tante, Tante tuh udah seperti ibu pengganti buat kami," ucap Dita tak terasa meneteskan air mata.


Tante Dewi mengibaskan tangannya ke arah wajah sambil mendangakkan kepalanya, ia tak mau menangis soalnya meski sangat terharu.


"Jangan buat make up tante luntur, lagian tua banget rasanya di anggap ibu apalagi kalau liat Anta, duh susah banget rasanya menerima kenyataan udah punya cucu."


Ucapan tante Dewi membuat semuanya tertawa.


Pelukan demi pelukan lantas mengantar kepergian keluarga Anan dan lainnya seiring lambaian tangan Tante Dewi.


"Kita ketemu bentar lagi ya...!" ucap Tante Dewi.


"Oh iya hampir lupa, Anta kasih tau Lili gak kalau kita pindah?" tanya Dita.


"Ada nih Lili sekarang tinggal di dalam boneka barbie Anta," ucap Anta.


"Cakep, Anta anak pintar, sekarang aku panggil Pak Herdi dulu kalau begitu," ucap Dita.


Pak Herdi muncul di belakang Tasya dan membuatnya terkejut melayangkan tas kecil miliknya ke wajah Pak Herdi.


"Aduh...!!!" pekik Pak Herdi mengusap wajahnya.


"Yah maaf maaf maaf pak, lagian bikin kaget aja, kirain pocong penunggu bandara sini," Tasya mengusap wajah Pak Herdi tanpa sadar.


"Bun.. berasa ada yang aneh gak sih?" bisik Anan pada Dita.


"Hooh... kayaknya buat pelarian Tasya nih gak ada Doni hihihi..." sahut Dita.


Anta asik memainkan boneka barbie di tangannya sampai seorang anak laki-laki yang berada di samping Anta, iseng merebutnya.


"Boneka apa ini? jelek banget!"


"Balikin boneka Anta!" ucap Anta sambil bertolak pinggang.


"Boneka jelek aja diminta, nih aku bikin cantik," ucap anak laki-laki tersebut dan hendak mencongkel mata boneka barbie milik Anta tapi ia terkejut dan berteriak lalu melempar boneka barbie itu ke arah Anta.


"Maaaaammaaaaa...!!!"


******


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)

__ADS_1


-          Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2