Pocong Tampan

Pocong Tampan
Hantu Suster Cindi (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


*****


"Don, itu masa dia ngesot gitu sih kan nanti lama nungguin dia kitanya." ucap Tasya.


"Iya Don, gendong gue dong biar cepet." pinta Cindi pada Doni.


"Dih ogah, kalau gendong Tasya sih aku mau, lagian belajar ngilang apa biar cepet sampe kalo gitu kan kakinya pedes bajunya kotor nyapuin jalan mana pake daster gitu." sahut Doni.


"Cepetan Cindi, emang belum bisa ngilang?" tanya Dita.


Cindi menggeleng dengan wajah sedih.


"Panggil pak Herdi juga nih buat bantuin Cindi." gumam Dita lalu memanggil Pak Herdi saat itu juga.


"Kenapa Ta?" pak Herdi muncul di belakang Dita.


"Astagfirullah kebiasaan nih ngagetin terus kalau muncul." Dita menepuk bahu pak Herdi.


"Apaaaaa? itu kan bos ganteng yang waktu itu gue rawat masa sekarang jadi pocong tampan gitu sih?" pekik Cindi yang melihat pak Herdi muncul saat itu juga.


"Gendong dia pak, ajarin dia ngilang, soalnya kelamaan kalau nungguin dia ngesot kaga nyampe-nyampe hehehe." ucap Dita pada pak Herdi.


"Ayo Ta buruan pada masuk." Anan meneriaki semuanya.


"Aku titip dia ya pak, bawa ke rumah sakit." Dita menepuk bahu pak Herdi lalu masuk ke dalam mobil Anan. Dini dan Tasya juga mengikuti masuk ke dalam mobil Anan.


"Pak bos pocong yang ganteng tampan maksimal ayo gendong aku please..." Cindi merentangkan kedua tangannya berharap gendongan dari Pak Herdi.


"Kalau bukan karena saya sayang sama Dita, gak mau deh saya gendong kamu." gumam Pak Herdi dan akhirnya menurut untuk menggendong Cindi membawanya menuju Dita di rumah sakit.


"Ih bisa seneng juga gue di gendong pocong kayak gini, padahal kalau pas gue hidup di gendong pocong gini bisa pingsan gue saking takutnya, tapi kalau pocongnya cakep gini mah ih gemes gak mau lepas gue hihihi." ucap Cindi menatap lekat pada wajah pak Herdi yang datar tak mau menatapnya.


***


Setibanya di rumah sakit seorang perempuan berwajah oriental seperti gadis Jepang datang bersama asisten pria yang lebih pendek darinya.


"Halo nama saya Bonnie, saya asisten dari Nona Suzuki calon investor rumah sakit ini." ucap pria yang bertubuh pendek sedada Anan itu sambil menjabat tangan Anan.

__ADS_1


"Halo saya Mananta anak pemilik rumah sakit ini, karena papi saya sedang berada di luar negeri jadi rumah sakit ini berada di bawah perintah saya dan Tante saya." ucap Anan.


Suzuki mendekati Anan dan menjabat tangannya sangat lama sambil memperhatikan Anan dengan seksama.


Tubuh Suzuki yang ramping, putih mulus dengan wajah cantik pasti bisa membius semua mata pria yang menatapnya. Apalgi hari itu Suzuki hanya mengenakan rok pendek sepaha di padu padankan dengan blazer warna abu-abu yang senada.


"Halo aku Suzuki." ucap nya.


"Halo, kalian bukannya mau menemui saya dan Tante Dewi nanti malam ya di cafe Panda?" tanya Anan mencoba melepas genggaman tangan Suzuki.


"Maaf ya ini tangan suami saya." Dita langsung memisahkan jabatan tangan Suzuki dan Anan.


"Oh maaf, saya pikir tuan Mananta belum punya istri." sahut Suzuki sambil tersenyum ke arah Anan.


"Hmmm begini pak, Nona Suzuki mau melihat langsung rumah sakit nya sebelum bertemu untuk tahap pembicaraan lebih lanjut nanti di cafe." sahut Bonnie.


"Boleh saya minta antar berkeliling rumah sakit?" pinta Suzuki.


Anan memandang Dita meminta ijin dari Dita.


"Boleh, boleh kok, silahkan, nanti kamu di temenin Doni ya." ujar Dita.


"Don, kamu awasin Anan jangan sampai kepincut sama tuh cewek." bisik Dita pada Doni.


"Beres kak, tapi kalau saya boleh jujur emang cakep banget tuh cewe mana mulus banget lagi ckckck wajar dia masuk kategorinya imajinasi liar para pria." sahut Doni memandangi tubuh Suzuki.


"Sana ikutin! awas kalau pada macem-macem!" ancam Dita lalu dia kembali ke ruang kerja Anan.


Akhirnya Anan mengantar Suzuki untuk berkeliling rumah sakit bersama Doni dan Bonnie.


***


BRUG...


Pak Herdi menjatuhkan hantu Cindi di samping Dita yang duduk di sofa sambil membaca majalah.


"Ih gak sopan emang nya gue karung beras di jatuhin gitu aja." Cindi menggerutu.


"Bukan urusan saya." sahut pak Herdi.


"Udah belajar ngilang belom sama pak Herdi" tanya Dita.


"Boro-boro diajak ngedate aja susah tadi diem aja datar dingin kaya es balok." sahut Cindi kesal.


"Hahaha kamu ngajakin pak Herdi ngedate emang mau ngedate kemana ke kuburan apa rumah kosong hehehe?" ucap Dita tertawa sampai puas.


"Ditaaaaa." pak Herdi mendekatkan wajahnya ke arah Dita.

__ADS_1


"Weits biasa aja dong pak, amit-amit jabang bayi jangan sawan ya dek." Dita mengelus perutnya.


"Dita bantuin gue ya?" pinta Cindi masih merengek.


"Iya Cindi sekarang kamu jual tuh batu permata dimana?" tanya Dita.


"Di toko perhiasan Babah Liong yang di Pasar Sabtu." ucap Cindi.


"Dimana tuh pasar? pasti bukanya hari Senin deh tuh pasar." sahut Dita asal.


"Bukan Ta, Jumat Kliwon bukanya." sahut Pak Herdi.


"Idih itu cuma nama pasar kalau buka mah tiap hari tapi sore jam lima juga udah tutup tuh pasar." sahut Cindi.


"Oooooo." pak Herdi dan Dita mengucap bersamaan.


"Jadi gimana Ta?" tanya Cindi.


"Ya udah besok pagi aku ke toko Babah Liong yang kamu bilang itu, nanti aku minta temenin Tasya, coba aku tanya Tasya dulu yak." Dita berdiri lalu keluar dari ruang kerja Tante Dewi dan Anan.


"Sya besok temenin ke pasar Sabtu yuk!" ajak Dita


"Besok hari Rabu Ta, masih lama kalau ke pasar Sabtu." sahut Tasya.


"Ih sama kan tadi juga aku nyangka gitu tuh pasar buka Sabtu, taunya itu nama pasarnya yaitu Pasar Sabtu, bukanya mah tiap hari hihihi lucu ya." ucap Dita.


"Oh gitu, mau ngapain Ta kesana?" tanya Tasya.


"Tuh ke toko perhiasan Babah Liong si Cindi jual tuh batu permata kesana." sahut Dita.


"Lagian pake di jual segala sih jadi ribet kan." ucap Tasya langsung takut nyalinya karena Cindi sudah menyeret kakinya bergerak ke arah Tasya dengan wajah seramnya.


"Cindi...." Jojo tiba-tiba berteriak dari sudut koridor tempat dia biasa berdiri terdiam.


*****


To be continued


Jangan lupa mampir ke novel ku lainnya ya guys...


- Kakakku Cinta Pertamaku


- 9 Lives


- Gue Bukan Player


Ku tunggu like dan komen kalian disana dan Vie mau ngadain Giveaway lho di novel Kakakku Cinta Pertamaku jangan lupa ikutan ya pembaca tersayang ku 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2