
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Nah iya itu suami ku." pekik Nia lalu menghamburkan dirinya memeluk Iwan sampai terjatuh.
"Lho kamu kenapa wan jatuh sendiri kaya gitu?" tanya si kakek.
Iwan terheran-heran sampai menoleh ke kanan kiri nya karena masih tak mengerti bahwa sesuatu menabrak dirinya tiba-tiba.
"Tadi itu apa ya?" gumam Iwan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Dita, Anan dan Tasya berusaha menahan tawanya dengan kejadian barusan.
"Bangun mas, jangan duduk di lantai gitu." tegur Tasya.
"Tolongin non, saya mau berdiri masih bingung ini kayak ada yang nabrak saya sampai jatuh gini." sahut Iwan menjulurkan tangannya ke arah Tasya.
"Emang gak bisa bangun sendiri mas?" tanya Tasya.
Si kakek langsung menghampiri Iwan dan membantunya berdiri.
"Kamu tuh ya gak bisa lihat perempuan cantik sedikit, kasian nanti istrimu sedih." ucap si kakek dengan nada agak kesal.
"Ya bukan begitu pak, saya masih inget kok sama Nia, tapi sejak pertemuan saya kemarin lihat non Tasya kok hati saya cenat cenut gitu pak." ucap Iwan sampai Tasya bersembunyi di balik tubuh Dita.
"Cukup ya saya rebutan Jeff sama si Susi jangan sampai saya di cap pelakor sama tuh pocong apalagi nanti saya di teror hiyyy amit-amit Ta." bisik Tasya di dekat Dita membuat Dita tak dapat menahan tawanya.
"Ada yang lucu ya non?" tanya si kakek.
"Gak kek, maaf bukan maksud saya ngetawain kakek ini si Tasya pegang pinggang saya kan saya jadi geli, maaf ya kek." Dita mencoba memberi alasan.
"Ya sudah ayo pada masuk." ajak kakek itu menuju ke dalam rumah.
"Arya sudah tidur Wan?" tanya kakek.
"Belum kek, masih nonton tv, silahkan duduk saya ambilkan minum dulu ya, non Tasya mau minum apa?" tanya Iwan.
"Kok Tasya doang di tawarin, aku sama istriku enggak nih mas?" tanya Anan ke arah mas Iwan.
"Ya nanti saya tawarin, saya tanya non Tasya dulu hehehe." senyum pak Iwan ke arah Tasya.
__ADS_1
"Apa aja mas, air putih dingin juga boleh." sahut Tasya.
"Kopi susu ada mas?" tanya Anan.
"Yanda, ih gak sopan." bisik Dita menginjak kaki Anan.
"Aduh sakit! kan aku cuma tanya doang." sahut Anan sambil memegang kakinya.
"Air putih aja ya biar gak ribet." ucap mas Iwan sambil berlalu ke arah dapur.
"Ngapain nawarin kalau ujung-ujungnya air putih." gumam Anan.
"Kakek... Arya mau minum susu...aaaaaaaaa pocooooooooonggggg...!" Arya teriak dan berlari menuju ke kamarnya.
"Arya, Arya kamu lihat apa nak?" tanya kakek menyusul Arya menuju kamarnya.
Tak berapa lama Iwan yang mendengar suara Arya juga buru-buru menghampiri Arya setelah meletakkan tiga gelas air putih di meja tamu.
"Ada apa dengan Arya pak?" tanya Iwan dengan penuh kecemasan.
"Arya bilang dia lihat pocong, benarkah itu Arya?" tanya kakek.
"Iya itu, itu, itu pocong mbak Nia, sama pocong lainnya, Arya takut kek." ucap bocah berusia delapan tahun itu.
"Coba kamu usir Wan pakai garam kasar yang di berikan teman bapak." ucap kakek memerintahkan Iwan.
"Buat apa mas benda itu?" tanya Dita.
"Buat usir hantu, katanya si Arya lihat pocong menyerupai istri saya dan ada pocong lainnya." sahut Iwan yang bersiap menyebar garam.
"Wah gawat nih Ta, bisa luka dan panas nih tubuh saya kalau di tabur garam macam gitu." ucap pak Herdi yang menarik Nia menjauh dari Iwan.
"Jangan...!" cegah Dita.
"Lho kok jangan non, kamu gak percaya ya dengan penampakan itu, oh iya kalian kan orang kota mana percaya hal gaib macam ini." ucap Iwan.
"Justru karena kami percaya dan bisa melihatnya, boleh pinjem tangannya mas?" pinta Dita.
"Buat apa?" mas Iwan merasa heran dengan pertanyaan Dita.
"Pinjem aja tangannya, tus Nia kamu pegang pundak aku." perintah Dita saat menoleh ke Nia.
"Nia?" ucap mas Iwan masih heran lalu saat Nia mendekat dan menyentuh pundak Dita, Iwan tiba-tiba melihat penampakan pocong Nia.
"Po...po...po... pocooooooooonggggg!" Iwan berteriak lalu tak sadarkan diri tergeletak di lantai.
"Ih gimana sih masa lihat istrinya sendiri aja takut." ucap Tasya.
"Apa yang terjadi dengan Iwan, apa dia melihat pocong juga?" tanya kakek.
__ADS_1
"Maaf ya kek, kedatangan saya kesini memang berniat membantu almarhumah Nia istri mas Iwan yang berkeliaran menjadi pocong." ucap Dita.
"Kami bercanda kan neng?" tanya kakek dengan nada tak percaya.
"Saya gak bercanda kek, coba pinjam tangan kakek." Dita meraih tangan kakek itu yang langsung melihat penampakan Nia disamping Dita.
"Ni... Nia... Nia anakku." ucap nya terbata-bata dan meneteskan air mata sedihnya.
"Bapak, ini Nia pak." ucap Nia menghampiri kakek dan mencoba memeluk nya.
"Kenapa kamu mengganggu kami nak?" tanya kakek.
"Nia gak bermaksud mengganggu kakek, Arya dan mas Iwan. Nia cuma mau ketemu mas Iwan mau minta maaf karena gak bisa jaga diri dan jaga bayi Nia yang di ambil kuyang huhuhuhuhu."
Nia tak tahan juga untuk menangis.
Anan menghampiri mas Iwan mencoba membangunkannya.
"Jadi ini benar kamu Nak?" kakek menyentuh pipi Nia mengusap air matanya dan Nia mengangguk.
"Mas Iwan sadar Ta." ucap Anan setelah menepuk pipi mas Iwan berkali-kali.
"Bapak awas menjauh dari dia." teriak Iwan hendak membuka tutup toples dan melemparkan garam kasar di dalamnya ke arah pocong Nia.
"Jangan Iwan, ini istrimu Nia, lihatlah baik-baik." ucap kakek.
"Ta...tapi bagaimana dia bisa gentayangan begitu?" tanya Iwan masih agak ketakutan.
"Nia ingin bertemu mas untuk yang terakhir kali, Nia mau minta maaf mas Nia tak bisa menjaga diri dan membiarkan bayi kita, anak kita di bawa kuyang hiks hiks." ucap Nia sambil menangis kencang.
Iwan berdiri dan meletakkan garam kasarnya di lantai. Iwan melangkah maju menghampiri Nia, istrinya yang sudah dalam balutan kain kafan yang disebut pocong itu.
"Maafin mas ya Nia, mas yang salah mas gak bisa jagain kamu dan anak mas, harusnya dari bulan lalu mas minta libur tapi kapal mas masih berlayar, maafin mas ya Nia." Iwan memeluk Nia.
Keharuan makin tercipta kala itu.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you
__ADS_1