
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Pak Herdi..!!"
"Hai Ta apa kabar?"
"Baik pak, kok bapak di sini?"
"Saya sakit Ta, ini lagi di kawal sama para polisi, saya mau pasang tangan palsu Ta, doain ya?"
"Dimana pak pasangnya?"
"Mau dirujuk ke Singapura, pengacara saya lagi urus semuanya dan mengenai masa hukuman saya semoga di per ringan."
"Iya pak pasti aku doain paling enggak kan bapak gak salah."
"Saya pamit dulu ya Ta." Pak Herdi memeluk Dita dan mencium kepalanya sebelum pergi.
***
Pada hari Kamis yang cerah ini, dokter Dewi, Dokter Shinta dan dua orang karyawan yang bernama Johan dan Joni memutuskan untuk mensurvey lokasi acara family gathering nanti. Akan ada 2 hari berturut-turut untuk acara karyawan yang dibagi dua sesi hari Sabtu dan Minggu dengan jadwal yang berbeda satu Minggu.
Anan ikut mendampingi dokter Dewi serta dokter Dewi mengajak Dita agar tak sendirian di rumah. Padahal Dita tak pernah sendirian berada dirumah.
"Cie duo Jo kembaran nih ye." ucap Shinta pada Johan dan Joni. Johan melirik ke arah Joni dan menyadari bahwa dari ujung kepala hingga ujung kaki mengenakan pakaian yang sama. Jeans mereka senada dan Hoodie hitam berlambang Nirvana. Hanya sepatu kets yang mereka pakai berbeda warna Johan memakai hitam, Joni memakai putih.
Joni memandang Johan dengan ekspresi jijik lalu mereka bertatapan dan tertawa terbahak-bahak bersama.
"Kalian kembaran apa beli diskon satu gratis satu nih..?" tanya Tante Dewi pada duo Jo.
"Eng-enggak Bu, dia ajak yang ngikutin gaya aku." sahut Johan.
"Eh elo kali yang ngikutin gue." sahut Joni menimpali.
"Hussst udah stop, masukin barang-barang ke mobil."
"Beres Bu." sahut keduanya kompak.
***
__ADS_1
Johan menjadi supir Fortuner milik Anan disampingnya ada Joni sebagai navigator yang selalu standby dengan GPS di tangannya.
Di kursi tengah ada dokter Dewi bersama dokter Shinta dan Dita sementara Anan ada dikursi belakang sendirian. Padahal disamping Anan sudah duduk manis Anita dan Andri yang tak mau ketinggalan.
Mereka akan menuju daerah pegunungan yang sejuk ke daerah wisata di Jawa Tengah.
Saat diperjalanan Dita mengamati kendaraan yang lalu lalang saling menyalip sampai dia tiba dan mengingat jalan tol tempat dulu Andri dan dirinya mengalami kecelakaan.
"Kamu masih inget ya Ta?" tanya Andri dari kursi belakang Dita.
"Disana... maafin aku ya Ndri." gumam Dita.
"Kenapa kamu Ta?" Tante Dewi mengamati Dita yang dari tadi memandang jalanan diluar sambil matanya berkaca-kaca.
"Enggak Tante, Dita jadi inget Andri dulu dia emmm disini... meninggal nya."
"Iya kah?" Tante Dewi ikut memandang jalan yang ditunjuk Dita.
"Udah gak usah di inget kan aku udah disini sama kalian." Andri mengelus kepala Dita dan Dewi.
Anan menepis lengan Andri menatap tajam agar menjauh dari Dita dan tante Dewi nya.
"Apaan nih?" Tante Dewi menyentuh kepalanya.
"Ada binatang kali Tante." sahut Anan.
"Sial elo binatang dari mana coba ganteng kaya gini juga." sahut Andri menoyor kepala Anan.
Shinta jadi ikut mencari keberadaan binatang yang dibilang tadi padahal Dita sudah tau itu ulahnya Andri.
Keluar dari jalan tol mobil yang mereka kendarai terjebak kemacetan parah. Terjadi kecelakaan di ruas jalan depan mobil yang dikendarain Dita. Beberapa kendaraan dibelakangnya memperlambat laju bahkan sengaja berhenti hanya untuk menonton bukan untuk membantu. Mirisnya lagi banyak diantara mereka memuaskan nafsu akan tontonan kecelakaan itu dan menjadikannya berita terkini di sosial media masing-masing.
Joni juga tak tahan untuk turun ikut menonton begitu pula dengan semuanya hanya Dita dan Anan yang ragu untuk melihat.
"Parah Ta, wah parah." ucap Anita yang baru datang melihat kecelakaan tersebut.
"Mobil truk ke guling nabrak motor hiyy serem sumpah beneran gak mau liat Ta?" tanya Anita. Anan tampak gerah dan akhirnya memutuskan ikut keluar.
"Mau nitip minum gak Ta?" tanya Anan.
"Boleh deh teh kotak dingin yak."
"Oke tunggu bentar yak."
Dita mencium bau anyir darah segar yang semerbak menusuk rongga hidungnya sampai membuat perut Dita mual seolah hendak memaksa isi perut keluar dari dalamnya.
"Nit ni bau kamu ya?" Dita mengendus Anita yang berada di sampingnya.
"Emang aku bau apa sih sembarangan aja."
__ADS_1
"Ini bau darah Nit amis gitu."
"Heh biar aku udah mati tapi ----." ucapan Anita terhenti melihat ke arah samping Dita.
Tau dengan yang dilihat Anita, Dita melirik ke sampingnya terlihat sepatu kets berwarna merah sudah ter sobek dibeberapa bagian seperti habis terseret dari aspal. Kaki dan tangannya memar lebam dengan ruas jari yang menampakkan tulangnya berwarna putih. Sosok perempuan muda itu berwajah pusat pasi dengan tubuh penuh luka, nanah dan juga darah masih mengucur dengan segarnya.
"Ini kenapa mbaknya duduk di sini coba Nit." lutut Dita gemetar mencoba membuka pintu mobil.
"Tolong suami saya." ucap perempuan muda itu.
"Gimana cara nolongnya Ta?" tanya Anita.
"A-a-aku pusing Nit mau keluar, mau muntah Hueeekk...!!" tembakan maut dari mulut Dita tepat di badan Andri yang sedang berada disamping mobil.
"Ah si Dita pake mabok lagi kaya anak kecil aja." Andri mencoba membersihkan muntahan Dita.
"Itu Ndri maaf bau banget." Dita menunjuk dalam mobil.
"Oh.... loh kok dia di sini?"
"Gak tau katanya suruh nolongin suaminya."
"Ada apaan sih? kok pada di luar, ini teh nya." Anan menyerahkan teh nya pada Dita.
"Itu Nan." Dita menunjuk sosok perempuan di dalam mobil.
"Hiyaaaa kok ada di sini?" ucap Anan
"Ya udah samperin yang lain aja yuk mobil main ditinggal aja pada nonton apa lagi." ucap Anan.
Anan dan Dita meninggalkan mobilnya mencari keberadaan Tante Dewi dan lainnya.
"Titip Ndri." ucap Anan.
"Mbaknya sana ikutin Dita, katanya minta tolong..." Anita mencoba mengusir hantu perempuan itu dari dalam mobil.
Hantu itu keluar dari dalam mobil tersenyum ke arah Anita.
"Hiyyy sumpah serem banget Ndri." ucap Anita.
"Kaya elo gak serem aja Nit."
"Sereman dia lah sama gue, kalo gue mah jadi hantu cantik elegan kaya si manis jembatan Ancol."
"Hahaha si manis jembatan Ancol, si sepet jembatan rubuh baru gue percaya."
"Sue Lo...!!! Anita mendorong punggung Andri.
***
__ADS_1
To be continued...
Happy Reading guys... 😘😘😘