
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
"Kalian tau gak sih harusnya kalian tuh dipingit ini masih barengan aja bukannya pisah dulu." sahut Tante Dewi kala bertemu Dita dan Anan di lobby apartemen.
"Gak bisa pisah Tante maunya deket terus sama Dita." sahut Anan dengan nada centil di ucapannya.
"Hadeh..."
"Eh gimana jadinya sama pak Kevin Tante?" tanya Dita.
"Terpaksa Ta, kata kapten Jihan ide bagus jika si Kevin itu bersama ku."
"Maksudnya?" Anan mulai penasaran.
"Ya kapten Jihan bilang ada baiknya Kevin sembunyi di rumahku karena sepertinya ada yang sabotase mobil si Kevin itu agar mencelakai nya, masalahnya Kevin maunya ke tempat kerja nya terus dan cariin Herdi dari tadi, gimana jelasinnya ya?" ucap Tante Dewi lalu masuk bersamaan ke dalam lift. Lift tersebut berbunyi karena kelebihan muatan karena sudah ada tiga orang di dalamnya.
"Don, kayanya kamu keluar deh." bisik Dita.
"Iya Don nanti nyusul." sahut Anan sambil mendorong pelan Doni keluar lift namun lift masih berbunyi.
"Nit keluar dulu gih temenin Doni." bisik Dita.
Anita dan Maya keluar dari lift lalu lift berhenti berbunyi dan naik ke lantai yang di tuju.
"Segitu beratnya Doni apa emang lift nya error ya?" gumam Tante Dewi, tak lama kemudian lift terbuka di lantai dua puluh yang di tuju.
"Ke tempat Tante dulu Nan kita ngobrol." ucap Tante Dewi.
"Oke Tante." jawab Anan dengan acungan ibu jari kanannya.
"Aku buatin teh hangat ya." ucap Dita. Anan dan Tante Dewi duduk di kursi ruang makan Tante Dewi.
"Setelah kamu menikah dengan Dita kamu pindah kesini Nan." ucap Tante Dewi.
"Lah gimana Tante aku kan mau bulan madu dong jadi butuh ruangan privasi sama Dita."
"Terus masa Tante sama si Kevin be dua an kalau dia ngapa-ngapain Tante gimana?"
"Jiaaahhh... ya udah nikah aja sama pak Kevin hihihihi." sahut Dita meletakkan dua gelas teh hangat di hadapan Anan dan Tante Dewi.
"Sembarangan kamu." Tante Dewi menarik rambut Dita.
"Awww sakit Tante, kan cuma ide, nih yak dengerin katanya orang cinta akan datang seiring waktu ya gak Nan?"
"Hmmm kalau aku pikir-pikir sih lumayan juga kok Tante, pak Kevin mapan, gak jelek dan kayaknya orang baik." sahut Anan.
__ADS_1
"Nah cakep...." Dita menjentikkan jarinya dengan antusias.
"Ini kalian kenapa pada jodohin Tante gini sih sama Kevin."
"Ya kali jodoh Tante hehehe daripada pura-pura." celetuk Dita
"Tau ah, pokoknya kalian besok temenin Tante pas si kevin itu siap-siap pulang." Tante Dewi berdiri dan melangkah masuk ke dalam kamarnya namun terhenti karena suara pintu yang berbunyi keras.
"Kamu ngapain Nit?" tanya Dita ke Anita yang baru masuk menembus pintu dengan Maya.
"Aku lupa tadi aku tarik Doni ke dalam eh dia gak bisa nembus."
"Iyalah gak nembus, dia kan manusia Nit." sahut Anan berdiri menuju pintu.
"Ada apaan sih Ta?" tanya Tante Dewi heran.
"Doni kejedot pintu hahahaha." sahut Dita.
"Kan dia bisa ketok pintu kenapa di tabrak pintunya sih?"
"Hahahaha di tarik Anita Tante." Dita menahan perutnya yang sakit tertawa.
"Ditarik Anita? ih horor ah Tante mau masuk kamar aja, oiya bilang Anita dan kawan-kawan hantu mu jangan pernah masuk kamar Tante yak, kalau sampai masuk nanti Tante kirim orang pinter buat bersihin rumah ini." ancam Tante Dewi.
"Guru apa dosen Tante, kan katanya orang pinter hehehe."
"Tante lagi gak mau bercanda ya Ta." Tante Dewi menatap Dita tajam.
"Oke oke siap hehehe jangan marah ya Tante." bujuk Dita.
Anan membuka pintu apartemen Tante Dewi menemukan Doni sudah tergeletak tak sadarkan diri.
"Don Lo gak apa-apa kan?" Anan menepuk pipi Doni.
"Parah nih si Anita, Doni di bikin benjol terus sampai pingsan pula." Anan menoleh ke Anita.
"Lupa Nan, habisnya dia lama banget jadi aku tarik hehehe ya Mbak Maya." Anita menoleh pada Maya.
"Kamu agresif banget sih Nit hehehee." sahut Maya.
"Ya maaf habisnya gemes sama Doni, belum sadar ya? sini biar aku kasih nafas buatan."
Anita menghampiri Doni.
"Huuu emang mau Lo Nit." Anan menoyor kepala Anita.
"Wah berani - beraninya lontong kisut noyor kepalaku." Anita menjambak rambut Anan.
"Awww sakit Nit, mainnya jambak-jambakan kayak emak-emak nih."
"Rasakan sukurin!"
"Tau nih Anita, kan kasian sayang nya aku kepalanya sakit, kalau berani jambak Anan lagi kamu berhadapan denganku." ucap Dita.
"Tuh aku di belain wleekk." ledek Anan.
__ADS_1
"Lah dia duluan Ta, lihat kan tadi, Anan curang nih di belain Dita, aku yang belain siapa?" Anita menoleh ke Maya yang mengangkat dua tangannya lalu duduk ke sofa. "Gak mau ikut campur ya." sahut Maya.
"Huaaaaaa aku gak ada yang belain." rengek Anita menepuk - nepuk bahu Doni yang masih terbaring.
"Uhuk uhuk... aduh." Doni tersadar dari pingsannya.
"Ah Doni sadar juga baru aku mau kasih nafas buatan." ucap Anita.
Doni segera duduk dan memundurkan bokongnya menjauh. "Enggak usah Nit gak usah pakai nafas buatan." ucap Doni sambil mengelus kepalanya yang benjol lagi karena Anita.
"Enggak apa-apa Don, aku ikhlas kok kasih nafas buatannya, nanti kalau butuh tinggal bilang aja yak hehehe."
"Huuuu ganjen!" celetuk Dita.
"Ya udah yuk Don, kita balik pulang." ajak Anan.
"Kalau kita tinggal disini nanti Doni gimana Nan?" tanya Dita menahan lengan Anan.
"Hmmmm tidur di apartemen ku sendiri biar bayar sewa sendiiri hahaha."
"Ah sewa Apartemen bapak aja dua kali gaji saya sebulan, aku gak mau ah, aku tidur di koridor aja hehehe." ucap Doni pasrah.
"Kasian Nan."
"Sempit Ta, disini cuma ada dua kamar, kamar mandi cuma dua satu di Deket dapur situ satu di dalam kamar Tante Dewi, terus Doni di sofa yah sempit." Anan menggerutu.
"Tante punya ide." Tante Dewi keluar dari kamarnya tiba - tiba.
"Ide apa Tante?"
"Kita tinggal di rumah kamu Nan, rumah Tante yang dulu milik papi kamu."
"Woaah rumah besar itu, ehmm emang boleh Tante ?" tanya Dita.
"Tenang aja kak Aiko itu pasti akan mengerti setelah Tante ceritakan."
"Oke Anan sih oke aja." sahut Anan.
"Nah Don, kamu gak usah repot cari kos, ikut kita." ajak Dita.
"Kamu bisa nyetir Don?" tanya Tante Dewi.
"Bisa Bu, saya punya SIM A." sahut Doni.
"Oke kamu jadi supir saya ya selama disana soalnya saya gak mau kalau suatu saat saya satu mobil nanti cuma berduaan sama si Kevin."
"Beres bu, makasih ya Bu." ucap Doni senang.
****
To be continued...
Jangan lupa mampir ke 9 lives...
Mohon dukungannya... 😘😘😘
__ADS_1