
Today is my birthday yeeeaayyyy... 🎂🍰
let's vote for me boleh yak aku minta hadiah votenya ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊
Special crazy up for you all...😘😘😘
***
"Ok let's go Nan." ajak Dita setelah menyiapkan opor ayam komplit dengan nasi dan kerupuk udang khusus untuk dokter Dewi kesayangan Anan dan Dita.
"Aku ikut Ta." sahut Anita.
"Yuk lebih rame lebih seru." Dita keluar dan mengunci pintu apartemen dokter Dewi.
"Aku pesen taxi online deh kalo ojek nanti kalian gak bisa ikut lagi." Dita mencari driver taxi online pada aplikasi di ponselnya.
Sepuluh menit kemudian datanglah taxi online yang Dita pesan.
"Sesuai aplikasi ya neng alamatnya." sahut driver taxi online itu.
"Iya pak ke rumah sakit xx ya pak." Dita membuka pintu belakang mobil taxi itu dan terhenti sejenak melihat sosok hantu nenek yang sedang menyisir rambut panjangnya yang memutih tersenyum kearah Dita memperlihatkan mulutnya yang tak mempunyai gigi.
"Masuk duluan Nit, nanti aku dipinggir aja duduknya, Anan kamu depan." bisik Dita.
"Neng kok gak masuk." ucap driver.
"Nyangkut pak sepatu aku hehehe." Dita mencoba memberi alasan lalu masuk ke dalam mobil.
"Bismillah, numpang-numpang ya nek." ucap Dita lirih.
Mobil taxi Dita melaju di malam ibukota menuju rumah sakit xx.
"Siapa yang sakit neng?"
tanya driver itu mencoba mengobrol dengan Dita melihatnya dari arah spion.
__ADS_1
"Oh gak ada yang sakit pak, saya mau anter makanan buat Tante saya." jawab Dita.
"Wangi banget masakannya sampe ke cium." ucap si bapak driver.
"Eh iya pak, duh saya jadi gak enak nih tau gitu tadi bapak saya bungkusin deh."
"Enggak neng bukan gitu, saya udah makan kok makasih yak neng."
Tiba - tiba mobil taxi online Dita berhenti mendadak membuat Dita sedikit terpental ke depan.
"Aduh si bapak, hati-hati pak untung gak tumpah makanan aku." Dita memeluk erat tas bekal buatannya untuk dokter Dewi agar tidak tumpah.
"Maaf neng, saya juga gak tau tiba-tiba berhenti sendiri ini mobil." sahut bapak driver itu heran memandangi setirnya.
Sebuah truk melaju dengan kencang dari arah samping jalan raya truk itu juga terlihat oleng dengan muatan berlebih yang dibawa truk tersebut.
"Astagfirullahaladzim..." ucap Dita dan driver taxi itu bersamaan.
"Yaa Allah alhamdulillah hampir aja ya neng, kalo kita telat ngerem sepersekian detik aja kita yang ketabrak neng."
"Iya pak alhamdulillah..." Dita mengelus dadanya.
"Mungkin Ibu bapak yang jagain bapak." sahut Dita menoleh kearah hantu nenek disamping Anita yang tersenyum sambil menyisir rambutnya.
"Ibu saya neng? dia udah meninggal kok bisa neng tau dia jagain saya?" ucap bapak driver sambil melajukan mobilnya.
"Eh maksud saya doa ibu bapak gitu maaf pak sebelumnya. Ya mungkin pak dia masih jagain bapak dari surga."
"Oh... iya kali ya neng... saya jadi kangen ibu saya neng."
"Doain pak kirimin al fatiha, mungkin ada keinginan beliau yang belum selesai di selesaikan pak biar makin tenang dan berkah."
"Iya kali ya neng..., saya seneng banget kalo emang masih dijagain sama ibu saya."
Dita tersenyum sambil melihat kearah nenek yang kini sudah dibantu oleh Anita menyisir rambut nenek. Dita menyenggol siku tangan Anita.
__ADS_1
"Apaan sih Ta, kasian nenek ini gak rapih-rapih nyisirnya, mau aku kepang gak nek apa kuncir poni apa disanggul eh kelamaan kalo nyanggul mah?" tanya Anita.
Dita tertawa melihat kelakuan Anita yang lagi main salon-salonan sama hantu nenek lalu melihat kearah Anan yang tersenyum padanya.
Duh manis banget sih jangan senyum-senyum gitu apa Nan, makin cenat cenut nih hati aku.
Anan malah tertawa ke ge eran mendengar isi hati Dita dan melayangkan finger heart kearah Dita.
Dita menutup wajahnya malu dengan tas bekal di genggaman nya.
***
"Makasih ya pak, kembaliannya ambil aja." ucap Dita.
"Sama sama neng makasih banyak juga yak hati-hati kalau pulang malem."
"Iya pak tenang aja." Dita melambaikan tangannya ke bapak driver taxi online itu.
"Dah nenek kapan-kapan nyalon lagi yak."
ucap Anita melambai pada hantu nenek dan nenek dalam mobil itu juga membalas lambaian nya.
"Tuh nenek emang mau jagain anaknya kali ya makanya masih gentayangan di mobil." ucap Anita.
"Tadi bukannya nanya malah asik nyalon." sahut Dita.
"Aku lupa Ta keasikan, rambutnya wangi banget tadi." ucap Anita.
DEG....
"Apaan tuh Nit?"
Dita menunjuk sosok laki-laki bertubuh gendut yang seperti raksasa hitam duduk dibawah pohon nangka besar di pojok parkiran rumah sakit.
***
__ADS_1
To be continued...
Happy Reading...😘😘😘