
Ke esokan harinya setelah menunggu jam pulang kerja Dita bergegas menuju asrama atlet tempat Aldo dulu berada.
"Padahal disini udah ada kolam renang ya, kok pake sewa wahana tempatku kerja sih?" tanya Dita pada Aldo yang berjalan mengikuti Dita dan Anan.
"Disini kolam biasa aja, kalo di wahana kamu lebih besar standar internasional ada papan loncat juga lagi." sahut Aldo.
"Tuh Robi sama Sandi baru ganti baju." ucap Aldo.
Dita menemui Robi dan Sandi, Dita menceritakan keinginan Aldo.
"Hahahaha kocak Lo sumpah kocak abis." ejek Sandi pada Dita.
"Beneran aku gak boong please bantuin Aldo kasian dia penasaran." Dita memohon pada Sandi dan Robi.
"Mana ada sih hari gini hantu kayak di film film aja." sahut Robi.
"Elo mau kita semua dibilang gila percaya hal kaya gini." Sandi bersiap menjinjing tasnya.
"Aku gak mau semua orang tau cuma kamu sama Robi yang tau kalo Aldo itu jadi arwah penasaran."
"Bullshit loh halu banget sih jadi cewe."
"Sekarang mana Aldonya coba sini gue mau liat, Aldo Aldo Aldo main yuuukk." Sandi mengejek Dita dengan memanggil nama Aldo.
Aldo yang sedari tadi disamping Dita bersama Anan akhirnya memberi kan Dita sedikit petunjuk.
"Oh okay aku bisa bikin kamu percaya, nih ya dengerin." Dita memasang telinganya mendengarkan cerita Aldo.
"APA...??!!!" pekik Dita terkejut dengan yang dibicarakan Aldo.
"Okay hmm maap maap nih ya, Robi kamu masih suka ngintipin si Bima pelatih kamu mandi gak?" Dita buka suara ke arah Robi.
"Hei kalo ngomong dijaga yak, siapa yang bilang gue kaya gitu hah??" Robi mulai sewot menghampiri Dita.
"Aldo yang bilang, kan maap nih ya biarpun badan kamu keker tegap sexy gitu tapi kata Aldo kamu maap ya guy hehe maap nih yak."
Dita mundur dua langkah mendekati Anan yang cekikikan mencoba berlindung disana.
Sial kan cuma Aldo yang tau gue guy kenapa nih cewe bisa tau yak.
Batin Robi geram melihat kearah Dita.
"Iya Rob, elo guy? hahahha." ejek Sandi
"Ah sial loh enak aja dia asal ngomong nih." jawab Robi menahan malu.
"Terus ya, kata Aldo tentang kamu nih Sandi ya katanya kamu yang nabrak anjingnya pacar kamu ya terus di kubur di taman tapi pacar kamu taunya anjingnya ilang."
Dita sudah berlindung di balik tubuh Anan kali ini yang masih tertawa geli bersama Aldo disamping nya.
Nih cewek tau dari mana kan cuma Aldo sama Robi yang tau pas bantuin gue ngubur si molly anjingnya Intan.
__ADS_1
Sandi melirik ke arah Robi yang mengangkat tangan
"Gue gak pernah bocor bro, mungkin si Aldo udah kenal sama dia terus cerita-cerita." sahut Robi menunjuk Dita.
"Aku baru kenal Aldo pas dia mati, asal kalian tau yak orangnya eh hantunya ada nih di samping kalian." ucap Dita.
Robi berpindah ke dekat Sandi memegang lengan Sandi ketakutan.
"Katanya gak takut sama hantu, gak percaya...??" ejek Dita.
"Gak gue gak percaya." Sahut Sandi.
"Tuh liat kolam kalian ih keren banget Aldo kalo lagi berenang."
Robi dan Sandi melihat ke arah kolam renang yang airnya tak tenang seolah ada yang berenang disana namun tak terlihat oleh mereka.
"Ayo kita pulang San, ayok buruan." Robi mulai panik menarik tangan Sandi untuk segera pergi.
"Oke kalo kalian gak mau bantuin, siapa tau aja Aldo main kerumah kalian terus gangguin tidur kalian tus krek ak ak ak."
Dita memposisikan kedua tangannya yang seolah-olah mencekiknya.
Sandi dan Robi tak mempedulikan Dita lalu bergegas pergi mengendarai sebuah mobil sedan yang terparkir di depan asrama.
"Aku tahu mereka mau kemana pasti ngedugem." Aldo sudah berada disamping Dita.
"Kamu bisa samperin mereka?" tanya Dita.
"Yaudah sana kami gangguin sampe puas sampe mereka pipis di celana apalagi Robi badan gede gitu taunya guy terus penakut hahahhaa." sahut Dita menepuk - nepuk punggung Anan.
"Awww... tangan kuli kuat banget tepokannya." Anan berusaha menepis tangan Dita.
"Oke deh aku samperin mereka ya kalian pulang aja duluan sana."
Aldo menghilang dari hadapan Dita.
"Terus sekarang kita pulang?" tanya Dita pada Anan.
"Iya lah hayo pulang." sahut Anan.
"Laper Nan, mau makan nasi goreng dulu."
Dita memegang perutnya yang lapar karena cacing di dalam perutnya sudah berdemo di dalam sana.
"Okeh ayok."
Sesampainya Anan dan Dita di tukang nasi goreng yang mangkal dekat wahana tempat Dita berkerja Dita memesan dua porsi.
"Buat siapa neng buat pacarnya yak?"
Tanya tukang nasi goreng berbasa basi.
__ADS_1
"Iya buat pacarnya." sahut Anan namun tukang nasi goreng tentu tak mendengar nya.
"Hussh sembarangan kalo ngomong tuh dijaga." Dita menepuk dada Anan.
"Lah maap neng cuma bercanda Abang mah jangan dimasukin ati." Tukang Nasi goreng salah paham dengan ucapan Dita barusan.
"Bukan bang duh maaf keceplosan bukan ngomong sama Abang." jawab Dita.
"Lah terus ngomong sama siapa?" Tukang nasi goreng itu menoleh ke kanan dan ke kiri Dita.
"Ngomong sama saya sendiri bang barusan ngedumel, nasi nya dua porsi buat saya bang, laper bang soalnya hehehe bungkus aja deh bang."
"Siap neng."
***
"Assalamualaikum... eh Tania, biasa aja napa jangan melotot harusnya orang kasih salam tuh dijawab."
Tania menunjukkan wajah seramnya lagi saat itu.
"Yah jangan dulu jangan mau makan nih eneg ntar, mau nasi goreng gak nih aku beli dua sini makan bareng yuk."
Duh segala setan aku ajak makan bareng, aduh geli banget aku liat mukanya duh...
"Hush hush sana ngerusak pemandangan aja, ini nasi goreng ku, kalo mau minta sama Abang nasgor depan sana noh."
ucap Anan pada hantu Tania.
Tania akhirnya pergi dari hadapan Dita dan Anan.
"Kayaknya takut dia sama kamu Nan." ucap Dita mengambil sendok dan segelas air dari dapur.
"Iya dong Anan."
Bruukkk...
Tania menggeser Anan jatuh kelantai dan dilahapnya nasi goreng yang sudah ditawarkan Dita tadi.
"Yah nasi goreng aku..." ucap Anan melihat Tania yang makin lahap menyantap.
"Dah tenang makan berdua sama aku aja ya nih." ucap Dita menyodorkan nasi goreng porsinya.
"Gak kenyang." sahut Anan.
"Udah makan aja nanti juga kenyang asal sambil liat aku makannya ahaayy."
Dita menyuapi Anan yang melongo dengan ucapan Dita.
***
To be continue...
__ADS_1
Happy Reading...😘😍😊