
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Hati-hati ya dah cepet balik." Dita melambai ke Anan, Tante Dewi dan om Kevin yang berada di mobil rental yang di kendarai Doni.
Mobil itu pun menjauh pergi.
"Sya cari bubur ayam yuk pengen nih yang pedes banget gitu pakai telur puyuh ummm nyamiie." Dita menyeka air liurnya yang hampir menetes.
"Di restoran dalam hotel apa cafenya gak ada apa coba cari kesana yuk." ajak Tasya menarik lengan Dita.
"Enggak mau...! aku maunya bubur ayam yang di gerobak." sahut Dita.
"Coba bentar aku tanya satpam." ucap Tasya menghampiri salah satu satpam hotel di seberang dia berdiri.
Tak berapa lama Tasya kembali pada Dita.
"Ada di deket pasar kalau kamu mau bubur ayam yang versi gerobak." ucap Tasya saat kembali.
"Yuk, terus ke pasarnya naik apa?" tanya Dita.
"Naik saya, nih di gendong sini, ayo naik ke punggung saya." ucap Tasya sambil menepuk punggung nya.
"Apaan sih Tasya mah, kan aku beneran nanya tau." ucap Dita menepuk punggung Tasya.
"Ya kita naik angkot bos Dita." sahut Tasya mulai kesal.
"Hayo marah ya, gak boleh marah lho, harus sabar menghadapi aku, kan orang sabar pant*tnya lebar hihihi." ucap Dita sambil tertawa.
"Udah enggak usah sabar-sabar nih lihat sendiri udah lebar nih." Tasya menunjukkan bokong nya pada Dita.
"Sembarangan banget nih sama bosnya kayak gitu." Dita menendang boking Tasya dengan kakinya pelan sambil tertawa.
"Astagfirullah ih kamu mah begitu sama saya ih, saya sebel ah." ucap Tasya merajuk pada Dita.
"Lagian kamu duluan yang mulai nunjukin pant*t ke saya huh." ucap Dita lalu merangkul Tasya.
"Ayo naik angkot, kamu yang stop angkotnya ya." pinta Dita.
Tin Tin...
sebuah mobil sedan putih berhenti di hadapan Dita. Jendela mobil itu turun perlahan.
__ADS_1
"Pagi Dita pagi Tasya kalian mau kemana?" tanya Jeff yang ternyata berada di dalam mobil bersama Brian.
"Pagi Jeff, pagi Brian aku mau ke pasar mau makan bubur ayam." sahut Dita menyapa Jeff.
"Kita juga mau kesana, Brian mau survey pedagang di pasar." ucap Jeff menjelaskan.
"Oke deh lumayan gratisan." sahut Dita sambil tertawa kecil.
"Bagus saya bisa deket sama Jeff tanpa di ganggu hantu centil si su..." ucapan Tasya terhenti.
"Hai...!" sapa Susi yang sudah duduk di kursi belakang mobil Jeff.
"Yah dia udah duluan disini." gumam Tasya duduk di kursi belakang mobil.
Mobil Jeff pun melaju menuju pasar di pulau itu.
Sesampainya di pasar pulau xx Dita dan Tasya memutuskan berpisah, ketika mereka akan pulang nanti mereka akan menghubungi Jeff untuk menumpang kembali.
"Ikut Jeff aja yuk Ta." ajak Tasya.
"Jadi kamu pilih tuh bule apa aku hayo?" tanya Dita menatap tajam ke arah Tasya.
"Iya... aku pilih kamu lah, sebenarnya sih mau pilih yang ono hihihi." sahut Tasya sambil tertawa.
"Tasya..." Dita menatap Tasya tajam.
"Iya Dita yang cantik, baik hati, murah rezeki, rajin menolong, dan tidak sombong ayo katanya mau cari bubur." Tasya melingkarkan lengannya di lengan Dita.
"Tapi Ta, tuh enak banget si Susi ngikutin Jeff kan aku jadi ngiri." Tasya masih menoleh mengamati Susi yang mengikuti Jeff.
Dita menabrak seorang wanita berambut hitam dan panjang yang melintas saat ia hendak mencari bubur ayam. Tasya ikut menabrak Dita karena berhenti mendadak.
"Duh maaf ya mbak aku gak sengaja." ucap Dita.
"Iya gak apa-apa kok." sahut perempuan itu sambil berlalu pergi meninggalkan Dita dan Tasya.
"Kok kayak pernah lihat ya?" gumam Dita
"Ya pernah lihat lah Ta, itu kan yang jualan di toko barang-barang rajutan pas kamu beli tas rajut kemarin." sahut Tasya.
"Eh iya ya, aku lupa tapi... ah sudah lah mana nih tukang bubur ayamnya?" Dita memperhatikan sekeliling pasar.
"Coba ya aku tanya." ucap Tasya menghampiri penjual ikan asin.
"Pagi Bu, maaf mau tanya tau penjual bubur ayam gak?" tanya Tasya.
"Oh bubur ayam bang Ndut ya, di belakang sana neng, kamu lurus terus ke kiri." ucap ibu penjual ikan asin itu.
"Oke deh Bu, makasih ya." ucap Tasya.
"Gak mau beli ikan asin nih neng?" tanya ibu penjual ikan asin itu pada Tasya.
__ADS_1
Tasya menoleh ke arah Dita. Tau dengan tatapan Tasya Dita menyerahkan selembar uang lima puluh ribu pada Tasya.
"Beli nih Sya semuanya." sahut Dita.
"Mau buat apaan Ta?" tanya Tasya.
"Udah beli aja." Dita tersenyum pada ibu penjual ikan asin itu.
"Makasih ya neng, lagi ngidam ya sampe bel banyak?" tanya ibu penjual ikan asin itu pada Dita sambil memberikan sepuluh ikat ikan asi. pada Tasya dalam plastik berwarna merah.
"Enggak kok Bu, biar berkah bantu ibu jualan." sahut Dita sambil tersenyum lalu menarik Tasya melangkah menuju tukang bubur ayam.
"Ini mau buat apaan Ta, kamu mau masak?" tanya Tasya mengangkat plastik merah itu ke hadapan Dita.
"Bau Sya jauhin ih mual banget aku nyium nya." Tasya menepis bungkusan merah itu menjauh darinya.
"Enak Ta bau sedep - sedep gimana gitu apalagi kalau di goreng hmmm enak." ucap Tasya.
"Enggak mau, enggak mau, jauhin dari aku, tuh tukang buburnya tuh." tunjuk Dita ke gerobak tukang bubur ayam
"Terus ini buat siapa?" tanya Tasya.
"Kasih siapa kek, tuh anak-anak pengamen tuh bagiin aja sana sama kasih uang sepuluh ribu masing-masing juga udah seneng, aku mau ke tukang bubur dulu ya." ucap Dita menuju tukang bubur ayam.
"Terus duitnya gimana? yah Dita..." Tasya menghampiri para pengamen cilik untuk memberikan uang dan ikan asin.
"Pak, bubur ayam dua ya yang satu pedes pakai telur puyuh." ucap Dita ke tukang bubur ayam.
"Beres neng, duduk dulu neng silahkan." ucap bapak penjual bubur ayam itu.
"Makasih pak, eh anaknya cantik banget sih pak, anteng lagi." ucap Dita melambaikan jarinya pada anak perempuan yang memakai gaun putih di samping bapak penjual bubur.
"Anak yang mana ya neng?"
Tanya bapak penjual bubur ayam itu dengan raut wajah sangat heran.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
Vie Love you
__ADS_1