Pocong Tampan

Pocong Tampan
Rencana Andri part 2


__ADS_3

Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘


***


"Tante aku ijin dulu ya kerumah sakitnya agak siangan ada perlu sebentar."


"Jadi kamu gak bareng aku?" tanya Doter Dewi.


"Enggak, Tante duluan aja yak."


"Oh iya Ta nih tangkap."


Dita menangkap sasaran dengan tepat


"Waw hape apel kroak." ucap Dita takjub dengan smartphone mahal ditangannya.


"Itu buat kamu."


"Ah masa Tante ini kan mahal banget nanti aku gak digaji lagi kerja disini ."


"Hahahaha Dita Dita itu bekas sayang tapi masih bagus berhubung tuh merk ngeluarin versi baru jadi aku udah beli deh versi barunya nih." dokter Dewi tersenyum bangga menunjukkan ponsel terbarunya.


"Jadi ini buat aku... Alhamdulillah makasih Tante..." Dita memeluk dokter Dewi seperti memeluk mamanya dulu.


"Sama-sama sayang... belajar main sosmed yak tapi jangan yang aneh-aneh."


"Siap beres Tante cantik ."


"Ya udah aku duluan yak, oiya jangan lupa beliin aku yogurt blueberry kalo kamu nanti ke rumah sakit."


"Siap Tante, ckckckck orang kaya keluar versi terbaru aja langsung beli, hebat deh si Tante."


***


Dita sudah berada didepan rumah sakit keluarga XX tempat suster Sandra bekerja, lalu dia masuk mencari keberadaan suster Sandra yang saat itu masih berada di ruang anak dan akhirnya Dita menunggu suster Sandra di cafe rumah sakit.


"Si Andri mana Nan?" tanya Dita mencari Andri.


"Lah tadi ada kok di samping ku, kemana tuh tempe angus yak."


"Gue sampe hosh hosh..." Andri datang tiba-tiba dengan nafas tersengal-sengal.


"Olahraga elo sampai ngos-ngosan gitu?" tanya Anan.


"Gue dikejar si Kunti yang waktu itu."


"Tante Key? dimana dia?" tanya Dita.


"Udah gak usah dicari nanti nempel ke gue terus Ta, eh aku maksudnya."


"Mbak ngomong sama siapa?" tanya pelayan cafe yang sedari tadi memperhatikan Dita.


"Eh enggak kok mas ini baca majalah." Dita langsung mengambil majalah di kolong mejanya.


"Hebat ya mbaknya baca majalahnya terbalik." Mas pelayan itu tertawa.


"Eh masa sih hehehhe pantes susah mas bacanya."


"Baek baek mbak kesambet setan ntar, permisi ..." ucap mas pelayan hitam manis itu menuju meja kerjanya kembali.

__ADS_1


"Kesambet setan?? ini samping ku aja dua setan yang aneh nempel terus, gimana mau kesambet."


Tring tring... ponsel Dita berbunyi.


"Cie hape baru..." goda Andri.


"Iya dong rezeki anak soleha, sssttt suster Sandra nih, ehm ehm halo... iya suster kenapa yak?"


"Oh... ya udah aku keatas yak."


Tut Tut ...


Dita menutup ponselnya.


"Kenapa Ta?" tanya Andri.


"Suster sandra nyuruh aku keatas soalnya dia pegel udah lumayan gede perutnya capek katanya, yaudah yuk keatas."


Dita keluar dari cafe menuju lift ke lantai lima.


"Yah lift nya dalam perbaikan pantes suster Sandra males kebawah, terpaksa deh olahraga."


"Aku langsung keatas ya Ta." sahut Andri.


"Emmm Anan mau ikut Andri juga?"


"Ya masa aku ikut lompat-lompat di tangga darurat ke lantai lima."


"Enggak bisa, kalian berdua ikut aku!"


Anan dan Andri terpaksa mengikuti Dita masuk ke ruangan tempat tangga darurat.


"Kamu ganti mode biasa apa Nan pake baju yang waktu itu kan keren kaya oppa."


"Yah dia gak tau oppa itu cowok-cowok keren di Korea ya kan Ta?" Anan menoleh ke Dita.


Dita mengangguk.


"Tuh kan berarti gue keren." Anan mengucap bangga lalu berganti mode pakaian manusia biasa.


"Apaan tuh korea plastik semua idolnya. mending tampang gue ada arab-arabnya" sungut Andri.


"Eh gak semua idol korea itu oplas yak." sahut Dita.


"Kan rata-rata gitu idol Korea plastik."


"Pulang yuk Nan, gak jadi bantuin Andri." Dita merajuk.


"Eh jangan gitu dong Ta, iya deh iya idol korea keren cakep kaya Anan." Andri memalingkan wajah jijiknya setelah mengucapkan kata barusan.


"Sukurin baru tau apa kalo Dita Fangirl, siapa deh Ta idol kamu?"


"Bias aku banyak, ada Suga, ada BI iKon, ada Eunwo, Ada JB Got7 terus ada oppa Gong Yoo, ada Ji Chang Wook, Park Seo Joon, Lee Jong Suk, L, Lucas, Siwon aahhh pokoknya yang cakep cakep deh." ucap Dita kegirangan membayangkan para biasnya.


"Kaya aku ya Ta cakepnya." sahut Anan dengan percaya diri.


"Idih pede... kocak....!!" sahut Dita.


"Hahahaha pede banget si lontong kisut."

__ADS_1


Anan langsung menarik lengan Andri mensejajarkan tubuhnya dengan Andri.


"Cakep mana Ta?" tanya Anan.


"Cakep gue lah, iya kan Ta?" tanya Andri.


"Emmmm yang satu sipit oriental yang satu mancung Arab, cakep dua duanya sih."


"Pilih satu lah Ta, aku apa si tempe angus."


"Ya pilih Anan lah." sahut Dita.


"Iyalah jelas Anan orang kamu suka kan sama Anan."


Andri mendorong bahu Anan dengan bahunya.


"Sirik aja elo." ucap Anan membalas dorongan Andri dan terjadi lagi duel diantara keduanya sampai berguling jatuh di anak tangga.


"Ya ampun nih berdua rusuh banget sih."


Terdengar suara cekikikan saat Dita menaiki anak tangga di lantai tiga.


Dita melihat sosok hantu wanita dengan gaun putih penuh darah dengan wajah macam zombie pucat pasi menatap kearah Dita di sudut tangga darurat di atasnya.


"Tuh kan hantu yang waktu itu." ucap Dita lirih.


Dita menengok ke anak tangga di bawahnya mencari keberadaan Andri dan Anan yang masih saja bergelut dengan serunya. lalu sosok hantu perempuan itu sudah hadir di depan wajah Dita.


"Boooooooooo.......!!"


Dita terkejut sampai jatuh terduduk dari tiga anak tangga terjerembab ke lantai.


"Maaf please jangan ganggu, aku cuma mau lewat."


Hantu itu menggenggam tangan Dita melakukan hal yang sama seperti waktu itu memuntahkan gumpalan darah penuh belatung yang menggeliat manja di telapak tangan kanan Dita.


"Iyeeekkk aku kenyang gak mau kaya beginian mbak hantu."


Hantu itu tak mau melepaskan genggamannya dari Dita. Dita makin merasakan basah lengket dan menggeliat di telapak tangannya.


Hantu perempuan itu makin menyeringai dan mendekat ke wajah Dita. Bau busuk bercampur anyir darah terhembus dari mulutnya membuat Dita tak tahan untuk memuntahkan isi perutnya saking mual terasa dia rasakan.


"Hwleeeeekkkk..."


Bubur ayam yang tadi Dita santap saat sarapan menyembur ke wajah hantu perempuan itu.


"Maaf mbak hehehe jadi seri kan kita, nih aku balikin juga muntahannya hiiiyyy..." Dita menempelkan muntahannya ke baju daster lusuh yang dipakai hantu itu mengelap telapak tangannya.


Hantu perempuan itu terlihat marah dan berteriak kencang di wajah Dita memekikkan telinga Dita.


"Tulkiyem... lepasin dia...!" ucap Tante Key yang datang dari lantai atas.


"Tante Key...!!" Dita langsung memeluk Tante Key berlindung di balik tubuhnya menyelamatkan diri dari hantu perempuan itu.


Dibelakang hantu perempuan itu sudah berdiri Anan dan Andri yang sudah mengakhiri pertarungan serunya.


***


To be continued...

__ADS_1


Happy Reading...


😘😘😘


__ADS_2