Pocong Tampan

Pocong Tampan
Berita Untuk Jen


__ADS_3

Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘


***


"Jen sini deh...!" Dita memanggil Jen.


"Dari mana kamu Ta?" tanya Jen.


"Beli eskrim yang di depan sana, mau?"


"Enggak ah aku alergi susu." sahutnya.


"Terus kalo kamu alergi kenapa? masa iya sih kan udah jadi hantu masa masih alergi hahahaha kocak."


"Enggak ah aku gak mau pokoknya, Anan mana kangen nih?"


"Lah tadi dia ada sama aku sih kemana yak sekarang, udah lah gak penting ntar aku keburu lupa mau ngomong apa." sahut Dita kesal.


"Emang mau ngomong apa? bukannya mau nawarin eskrim?" tanya Jen.


"Bukan.. aku mau kasih tau tadi si James sama temennya kecelakaan depan rumah sakit."


"Iyakah, terus kenapa gak sekalian mampus aja tuh orang huh." sahut Jen kesal lalu melangkah pergi menjauhi Dita.


"Eh gak boleh gitu. Leher James kayanya cidera deh terus tangannya patah, nah temennya itu kakinya yang patah terus giginya rontok, yakin gak mau tau siapa temennya?"


Jen menoleh pada Dita berhenti sejenak dari langkah kakinya menjauhi Dita tadi.


"Emang siapa?" tanya Jen akhirnya.


"Namanya... emmm Shane."


"APA....?! SHANE...!! kamu yakin Ta?"


Dita mengangguk pasti.


"Iya yakin itu Shane, kayanya mereka mabora - mabora gitu terus oleng eh nabrak tukang bubur, noh korbannya si Adelia yang ikut sama aku sekarang."


"Berarti besok aku harus ikut kamu ke rumah sakit yak supaya ketemu Shane ."

__ADS_1


"Cie belum move on kan? Oke boleh deh, tapi janji gak boleh cari Anan lagi yak?"


"Emmmm gimana yak, abis Anan makin menggoda sih." sahut Jen centil.


"Ah nyesel aku bilangin kamu." Dita berlalu meninggalkan Jen masuk ke apartemen tempat dia tinggal.


"Dita....!!! oke aku janji deh." sahut Jen menahan tangan Dita lalu membuat Dita menoleh dan tersenyum sambil menunjukkan jari jempolnya tanda setuju.


Tring tring.... ponsel Dita yang ada dikantong celananya berbunyi.


"Assalamualaikum halo Tante kenapa?"


"Ta, aku gak pulang yak, ada pasien yang harus aku operasi malam ini takut lama jadi aku tidur di sini aja." sahut Dokter Dewi dari sebrang sana.


"Oke deh Tante, terus opor ayamnya gimana?"


"Yah... iya ya aku lupa kamu masak itu... taro kulkas aja deh Ta terus besok di angetin bawa kesini."


"Aku kesana aja ya Tante, bentar yak nanti aku anter."


"Udah malem Ta udah jam delapan, kamu nanti kemaleman pulangnya dari sini."


"Oh iya juga yak, yudah hati - hati yak."


sahut dokter Dewi mengerti.


Tut Tut Tut ... Dita mematikan ponselnya.


Dita menuju lift ke lantai sepuluh terlihat Bani dan Adelia sedang asik bermain di koridor lantai itu.


"Hai Bani hai Adel, eskrim mau?" Dita mengangkat plastik bungkusan eskrim memperlihat kan nya pada Bani dan Adelia.


"Mau kak mau... " sahut keduanya.


"Nih satu satu yak nanti sampahnya jangan buang sembarangan terus mainnya jangan malem-malem, Adelia nanti pulang ya tidur di kamar kakak."


"Bani boleh ikut kak?" tanya Adelia.


"Bani kan pulang kerumahnya, lagian nanti rumah kakak penuh eh bukan rumah kakak juga sih hehehehe."

__ADS_1


"Oke deh kak, kapan-kapan kakak ya yang main kerumah Bani yak?" tanya Bani ke Dita.


"Oke Bani... kakak naik dulu yak mau pulang. daaaahh..." Dita melambaikan tangannya masuk lagi ke lift menuju lantai dua puluh.


"Kalo orang gak tau aku, mungkin aku udah masuk rumah sakit jiwa yak hehehe ada gak yak manusia kaya aku yang temennya hantu mulu." Dita bercermin sambil berbicara pada bayangan nya di pintu lift dihadapannya.


"Ehm... makin cantik aja sih Ta." goda Anan yang tiba-tiba muncul mendengar gemerincing gelang di tangan Dita.


"Eh siapa yang panggil sih main muncul aja."


"Aku tau kok kamu kan mikirin aku terus meskipun aku gak dipanggil ya kan?" Anan melirik dengan tatapan mautnya ke arah Dita.


"Ih pede... kocaakk...!!" Dita mendorong wajah Anan menjauh darinya.


Tring.. pintu lift pun terbuka.


"Nan anterin aku ke rumah sakit yak?"


"Kamu kenapa? sakit? apa jangan-jangan mau nyamperin Andri lagi huh."


"Ih bawel banget sih pocong satu ini. Aku mau anterin opor ayam ke Tante Dewi, kasian dia lembur gak pulang."


"Oh kirain... oke ayo aku anter."


"Sip tungguin yak aku nyiapin dulu."


Dita masuk ke dalam apartemen 205 menyiapkan opor ayam yang hendak ia bawa ke dokter Dewi.


***


To be continued...


Happy Reading guys...


PS :


Today is my birthday yeeeaayyyy... 🎂🍰


let's vote for me boleh yak aku minta hadiah votenya ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊

__ADS_1


__ADS_2