Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Sandra part 2


__ADS_3

"Kamu temen Andri yang mana ya?"


tanya Sandra memperhatikan Dita dari atas kepala sampai kaki Dita.


"Kita temen baru mbak, Andri pernah nolong aku pas anter jenazah temenku ke Ngawi."


"Oh iya kah...? temen apa gebetan?"


"Temen mbak sumpah deh, kok nanya nya gitu mbak?" Dita sekilas melihat perut Sandra yang mulai buncit.


"Udah biasa soalnya aku mah ketemu gebetan gebetannya Andri, maklum playboy cap kapak."


Sial tuh Andri tampang kaya boyband lagaknya playboy juga cih...


"Dita hai? kok bengong." senyum Sandra macam model ikon rumah sakit di poster yang Dita lihat di belakangnya.


"Enggak mbak anu mohon maaf ya, udah berapa bulan itu dedeknya itu." Dita agak sungkan menunjuk bagian perut Sandra yang membuncit.


"Oh ini udah 5 bulan, kamu tahu gak ini anak Andri?"


Dita mengangguk.


"Iyakah? bagaimana kamu bisa tau?" tanya Sandra penasaran.


"Justru itu kedatangan saya kesini mbak mau nemuin mbak sama orang tua Andri."


"Hahahahha kayanya gak mungkin deh saya bukan level keluarga Andri saya tau diri kok." ucap Sandra sedih.


"Tapi mbak, justru amanat Andri suruh saya kesini karena mau bawa mbak ke orang tua dia."


"Kapan kamu ketemu Andri?"


"Semalem mbak, eh salah semalem sebelum kecelakaan."


"Jangan coba bohongin saya deh, dia aja gak tau saya lagi hamil."


"Tau mbak, makanya dia mau tanggung jawab, meskipun dia gak bisa nikahin mbak tapi dia mau mbak tinggal sama orang tuanya ."


"Kamu pede banget sih say, saya gak percaya dengan bualan kamu, udah yak saya permisi mau balik kerja lagi."


Sandra bangkit dari kursinya mengarah ke pintu keluar.


"Desawangi room 305 mbak." ucap Dita sebelum Sandra melangkah ke luar.


Sandra menahan pintunya menoleh ke arah Dita.


"Da dari mana kamu tahu tempat itu?"


"Andri yang bilang mbak, dia ada disini."


Dita menunjuk sosok Andri yang sedari tadi berada di samping Sandra mengelus perut Sandra.


"Kamu bercanda kan?"


Dita menggeleng lalu Andri mencoba menggeser kursi yang tadi Sandra duduki.


Bruk....!!!


Sandra pingsan tak sadarkan diri.


***

__ADS_1


"Kamu sih pake macem macem atraksi geser kursi pingsan kan tuh." ucap Dita pada Andri.


"Lah abisnya dia gak percaya sama kamu, sama aku aja dia gak percaya apalagi sama kamu."


"Ya karena kamu tukang ngibul, gebetan mu aja banyak ckckkckc gak nyangka."


"Enggak kok, itu mah perasaan Sandra aja aku mah setia."


Andri mencoba memijit kaki Sandra yang sudah terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Huh dasar Playboy tengik."


"Mau kemana Ta?"


"Aku mau pipis gak boleh ikut awas ikut masuk."


"Ngintip dikit gak papa yak?" goda Andri.


"Ih....aku bacain ayat kursi tau rasa kamu."


Dita membuka pintu kamar mandi diruang itu terlihat sosok hantu perempuan berdaster putih lusuh menghadap dinding.


"Hihihihihihihihi..."


"Siapa tuh Ta? mau aku temenin gak?" tanya Andri melihat hantu perempuan itu dari arah belakang.


Dita masih menjaga jarak menahan untuk masuk kedalam sampai sosok itu menoleh padanya.


"Tante Key...!!"


"Anandita...".


Tante Key dan Dita berpelukan sambil berjingkrak-jjngkrak kegirangan karena lama tak bertemu.


"Aku ada perlu sama suster itu." Dita menunjuk suster Sandra yang masih terbaring tak sadarkan diri.


"Itu siapa Ta, ih cucok deh lumayan buat cem ceman aku hihihihihihihihi..." Tante Key melirik ke arah Andri.


"Pait pait pait pait ... alergi cewek jelek." ucap Andri bergidik jijik melihat Tante Key.


"Seh mau macem macem dia ngatain Tante, kalo aku sih udah aku sikat tuh Tante."


Ucap Dita menggoda Tante Key agar menjahili Andri.


Tante Key siap dengan gesekan kaki ala bantengnya lalu menyeruduk Andri yang langsung lari terbirit-birit mengitari ruangan. Dita tertawa terbahak-bahak di buatnya.


"Kamu ngapain ketawa sampe segitunya?" tanya Sandra perlahan yang mulai siuman.


"Ini mbak lucu banget si Andri sama Tante Key kuntilanak penunggu ruangan ini main kejar-kejaran kaya bocah wkwkkwkw."


"Haaaaaa..."


Bruk.... Sandra tak sadarkan diri kembali.


"Duh salah ngomong aku kan nih, keceplosan."


Dita menepuk jidatnya lalu adegan kejar-kejaran yang sempat terhenti tadi dimulai lagi.


"Udah ah capek tau pusing liatnya kasian nih mbak Sandra belom sadar."


"Hosh hosh capek bener tuh udahan yak." Andri membungkuk mencari nafas kelelahan.

__ADS_1


"Mbak mbak Sandra." Dita menepuk pipi Sandra perlahan.


Sandra membuka matanya perlahan dan dia melihat sosok Andri dihadapannya.


"Andri.." ucap Sandra lirih.


"Kok kok mbak bisa lihat dia?"


tanya Dita heran sambil menggenggam tangan Sandra.


Sandra masih memandangi sosok Andri dihadapannya mengulurkan tangan satunya nya untuk Andri genggam.


"Mungkin karena aku sentuh pundak kamu kali Ta." ucap Andri.


Dita melirik kearah pundaknya yang terdapat tangan Andri lalu dijatuhkannya.


"Andri Andri kamu dimana?" mata Sandra berkeliling mencari sosok Andri.


Andri menempel kan tangannya lagi pada pundak Dita dan Sandra melihatnya kembali.


"Oh jadi gini caranya kamu bisa dilihat Ndri."


Andri mendekat ke Sandra mencium kening Sandra masih dengan tangan di pundak Dita. Dita pun terpaksa mengikuti gerakan Andri. Tangan Dita menggenggam tangan Sandra, pundaknya mengikuti arah tangan Andri.


"Maafin ayah ya Nak." Andri mencium perut Sandra dan mengelusnya.


Bukan cuma Sandra tapi Dita dan Tante Key juga menangis sesenggukan melihat keharuan yang tercipta dari Andri dan Sandra.


Setelah Andri dan Sandra puas melepas rindu, Dita pamit pada Sandra dan berjanji minggu depan akan menemani Sandra menemui orang tua Andri.


Saat Dita menuruni tangga dilihatnya Tante Key masih mengejar Andri dan mereka menghilang.


"Hadeh dasar kuntilanak bucin gak bisa liat yang ganteng dikit."


Deg...


Dita melihat sosok hantu wanita dengan gaun putih penuh darah dengan wajah macam zombie pucat pasi menatap kearah Dita di sudut tangga darurat.


Aduh mana Anan ngambek lagi, Andri gak ada, bismillah nekat deh.


"Numpang numpang Tante... anak perawan yang cantik mau lewat."


Sosok hantu itu tertawa lalu menarik tangan Dita, memberikan sesuatu dari mulutnya.


"Astagfirullahaladzim... tangan aku mau diapain Tante....?? iyeeekkk....!!"


Segumpal darah penuh belatung dan cacing besar berada digenggaman Dita dimuntahkan dari mulut hantu itu.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... makasih Tante buat Tante aja, aku kenyang."


Dita membuang kembali muntahan hantu tadi ke tubuh hantu tersebut, mengelap dengan baju hantu itu, lalu lari terbirit-birit keluar gedung. Hantu tersebut menertawakan Dita dengan sangat menyeramkan.


"Ojek bang, ke wahana air XX ya bang!"


Dita langsung menaiki motor tukang ojek pangkalan di depan Rumah sakit.


Baru beberapa ratus meter menjauhi rumah sakit lalu Dita menepuk jidatnya.


"Astagfirullah... Pak Herdi...., bang balik lagi bang....!!"


***

__ADS_1


To be continued


Happy Reading....


__ADS_2