Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Kuyang (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


Dita tak dapat bergerak, Kanaya yang membuat Dita mematung seperti itu.


"Aku tahu ada yang istimewa dari kalung di lehermu, kau punya perjanjian lain dengan kalung ini, tapi aku tak perduli, kau itu istimewa buat ku, kau akan membuatku hidup lebih lama lagi, hmmmm betapa aroma tubuh mu selalu memanggilku, terlebih kondisi mu yang berbadan dua, kau akan membuatku lebih kuat hahahaha." kuyang Kanaya memutari tubuh Dita sambil sesekali menjilati tubuh Dita.


"Kau menjijikan!" pekik Dita.


"Aku menjijikan? hahaha apa kau buta? lihatlah wajahku yang sempurna ini dengan dibalut tubuhku yang indah, semua mata tertuju padaku dengan tatapan iri mereka, apalagi detik-detik menuju keabadian ku akan bisa kudapatkan darimu." ucap Kanaya


"Jadi itu motivasi mu membunuh para ibu dan bayinya yang baru lahir?" tanya Dita dengan anda sangat marah.


"Tentu saja, siapa sih yang tak ingin awet muda, cantik dan abadi hahahaha." ucap Kanaya tertawa puas.


"Aku tak ingin! tidakkah kau kesepian, tak akan ada yang mencintaimu dengan tulus tak akan ada sahabat yang akan mendukung mu dengan ikhlas, tak akan ada keluarga yang menyayangimu dengan cinta." sahut Dita.


"Cukup! persetan Dengan cinta, sahabat, keluarga cih menjijikan bagiku." pekik Kanaya.


Kanaya mendekati Dita makin dekat, membuat mulut Dita menganga dan Kanaya siap untuk menghisap aura kehidupan Dita.


BUG...!!


Anan keluar dari tubuh Manan dengan kondisi tubuhnya berbalut bungkusan kafan. Anan memukul kepala kuyang Kanaya dengan dahan kayu besar di samping tubuh Manan.


"Bagaimana, bagaimana mungkin kau bisa muncul dengan wujud seperti itu?" tanya Kanaya dengan wajah heran dan darah keluar dari pelipisnya namun darah itu segera menghilang tanpa bekas luka apapun.


"Lo bodoh ya? wujud gue ini masih sempurna tak seperti tubuh Lo itu yang bagai jeroan sapi terus di gantung di pasar hahaha." Anan mengejek Kanaya.


"Kau ini..." geram Kanaya melayang penuh kemarahan ke arah Anan.

__ADS_1


Kanaya mencoba membuat Anan mematung sama seperti Dita namun tak bisa.


"Apa lo melotot sama gue, gak bisa kan Lo hipnotis gue atau apalah itu namanya buat gue tunduk sama Lo ya kan?" Anan makin meledek Kanaya.


"Kau sebenarnya masih hidup apa sudah mati sih, menyebalkan sekali bertemu pocong seperti mu." ucap Kanaya dengan geram.


"Kenapa emangnya pocong kaya gue hah? tampan kan gue, jarang-jarang lho ada pocong tampan kaya gue hehehe." ucap Anan dengan sombongnya.


"Hiyaaaaaat." Kanaya melilit Anan melingkari tubuhnya dengan organ dalamnya.


"Hueeekkk jijik banget ini sumpah, bau bangke tau gak apalagi usus besar Lo nih, kayaknya jarang eek ya lo sampe bau gini usus besar Lo isinya t*i semua nih."


Anan mencoba melepaskan diri dari jeratan Kanaya yang kini wajahnya sudah berhadapan dengan wajah Anan.


"Kau tak akan bisa lepas dari ku, dan aku akan membuatmu tunduk padaku hahaha." mata Kanaya berkilatan dan bola matanya berubah menjadi warna merah saat menatap Anan.


"Hei tahu istilah anak gaul sekarang gak? kata-katanya kayak gini nih, belum aja gue sentil ginjal Lo... nih maksudnya kayak gini bukan cuma sentil tapi gue pukul ginjal Lo."


Pak Herdi tiba-tiba datang dan langsung memukul ginjal Kanaya dengan bertubi-tubi.


"Aaaaaa hentikan...!" jerit Kanaya lalu melepas jeratan dirinya di tubuh Anan.


"Woi Menyan, Lo bebasin Dita sekarang, biar ni hantu jeroan gue urus!" perintah pak Herdi pada Anan.


"Oke thanks bro." Anan segera menghampiri Dita.


"Bunda sayang kamu gak apa-apa kan?" tanya Anan memeluk Dita lalu memegang kedua pipi Dita.


"Aku gak bisa gerak Yanda, gimana ini?" ucap Dita panik.


"Tenang - tenang, coba aku berpikir dulu." Anan melompat mondar-mandir di hadapan Dita.


"Anan gelangnya, gelang kamu permatanya bersinar." ucap Dita menatap tajam pada gelang di tangan Anan.


"Gelang kamu juga Ta, bersinar." Anan menggenggam tangan Dita dan menyatukannya tangan keduanya, kening Anan sudah beradu dengan kening Dita dan mereka pun berdoa.


"Aargghhh Alhamdulillah aku bisa lepas, aku bisa gerak Nan." ucap Dita penuh kelegaan dan raut wajah gembira.


"Woi Menyan urusan disana kelar belum? buruan bantuin gue nih!" teriak pak Herdi dari ujung sana, kini gantian tubuhnya yang sudah terlilit Kanaya seperti Kanaya melilit tubuh Anan tadi.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan Ta?" ucap Anan menoleh ke Dita.


"Aku punya ide, kamu bantuin pak Herdi yak terus kalau bisa kamu tahan Kanaya disana bersama pak Herdi agar tak bisa kembali ke tubuhnya." ucap Dita.


"Emangnya kamu mau apain tubuhnya?" Anan masih tak mengerti dengan ide yang Dita katakan.


"Udah sana pokoknya tahan Kanaya, aku mau isengin tubuhnya dia buat dia gak bisa balik lagi ke tubuhnya." ucap Dita sambil tertawa cekikikan.


"Wah ide bagus, terus cara isenginnya gimana?" Anan masih saja bertanya.


"Ih bawel banget sih, kasian noh Pak Herdi udah ah sana bantuin dia!" pekik Dita menarik tali pocong Anan yang di atas kepala.


"Ih si Dita mah kebiasaan jambak-jambak, seru tau lihat pocong lawan kuyang udah biarin dulu." sahut Anan sambil tertawa-tawa.


"Yandaaaaa nyebelin ih, kasian tau Pak Herdi tuh, udah ih sana." Dita mendorong tubuh Anan.


"Oke, oke aku otw kesana nih, hiyaaaaaa." Anan melompat dengan cepat menuju pak Herdi.


"Hati-hati jatoh kesrimpet." sahut Dita.


Dita lalu menghampiri tubuh Kanaya yang tergeletak di pinggir jalan di bawah pohon.


"Tubuh kaya gini dibilang bagus, lehernya groak pula siapa coba cowok yang naksir kalau lihat body kaya gini, boro-boro mau nyanyi aku suka body goyang mamah muda, mamah muda, eh apaan sih Ta garing banget ini aku."


Dita menarik tubuh Kanaya dan melongok isi tubuh Kanaya dari lubang leher Kanaya yang memperlihatkan isi tubuh Kanaya yang berongga kosong.


"Kopong melompong, mana bau lagi ihhh jijik, enaknya kasih apa ya, ahaaaa emang Allah maha baik yang selalu ada untuk membantu hamba-hamba-Nya." ucap Dita melirik sesuatu di hadapannya.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.

__ADS_1


Vie Love you


__ADS_2