Pocong Tampan

Pocong Tampan
Pak Bejo


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


***


"Kok mukanya pucat ya pak?" tanya Dita.


"Memang muka saya begini non." Pak Bejo memamerkan senyum nya yang menyeringai terlihat gusi nya mengeluarkan darah.


"Bapak panas dalam ya? itu gusinya pada berdarah gitu?" tanya Dita heran.


Bapak satpam itu hanya terdiam dan tersenyum pada Dita.


"Perasaanku jadi gak enak nih." gumam Dita melirik ke arah satpam itu.


"Lo ngapain Ta disitu? ngintipin gue ya?" Shinta datang mengejutkan Dita.


"Ih geer banget orang aku lagi ngobrol sama pak satpam, nih."


Dita menunjuk satpam di hadapannya yang sudah menghilang tiba-tiba.


"Mana satpamnya?" tanya Shinta.


"Lah tadi ada disini namanya Pak Bejo." sahut Dita.


"Ngarang Lo, pak Bejo udah meninggal tau, satpam yang waktu itu kena TBC."


ucap Shinta lalu dia kembali ke dalam ruangannya.


"Hah? sudah meninggal, jadi tadi aku ngobrol sama hantunya dong." gumam Dita.


"Lah iya Ta." sahut pak Herdi.


"Ah bapak mah ngagetin aku aja." Dita menepuk bahu pak Herdi.


"Emang dari tadi kamu ngobrol sama hantu." ucap Pak Herdi.


"Pantes berasa ada yang aneh, ternyata, eh iya kenapa sih susah banget nakutin Shinta?" tanya Dita.


"Saya nyerah Ta, itu Shinta mentalnya baja abis, ternyata dia lebih nakutin malah sama setan, kamu liat tuh hantu gepeng yang di sudut sana, dia aja sering godain Shinta tapi gak ada takutnya tuh cewek." Pak Herdi ikut berjongkok di samping Dita.


"Terus gimana caranya kita ngerjain Shinta ya?" gumam Dita.


Perut Dita berbunyi cukup kencang tanda dia masih lapar.


"Kamu lapar Ta." pak Herdi menahan tawanya.

__ADS_1


"Iya nih ah aku mau cari bubur ayam dulu ya, bapak mau gak?" tanya Dita.


"Boleh deh Ta, tapi nanti makannya gimana?"


"Tunggu di ruang dokter Dewi aja nanti aku bawain bubur ayam kesana." ucap Dita.


"Oke deh." pak Herdi melompat menuju ruang dokter Dewi.


"Hehehehe lucu ih gemes, inget Anan yang dulu, si pocong tampanku hihihi." Dita melangkahkan kakinya hendak mencari tukang bubur.


Dita sempat menoleh ke belakang mencari keberadaan pak satpam yang bernama Bejo tadi tapi tak ia temukan lagi sosoknya.


***


"Halo kamu kenapa nelpon aku tumben masih pagi." ucap Anan di seberang telepon.


"Aku mau beli bubur ayam, kamu mau gak?" tanya Dita.


"Aku kenyang sih, emangnya kamu masih lapar?" tanya Anan


"Iya aku beli dua bubur ayam, telor puyuh, usus sama sate ampela nih."


"Kamu beli dua buat siapa Ta?" tanya Anan lagi.


"Buat pak Herdi."


"APA? buat dia ya udah kalau gitu aku pesenin satu bubur ayamnya aku mau makan bareng kamu, aku gak mau kamu cuma makan berdua aja sama dia ya, nanti kalau udah ada di ruangan Tante Dewi kamu telepon aku."


Tut Tut Tut ... Anan menutup ponselnya.


"Pak bungkus buburnya satu lagi." ucap Dita ke penjual bubur ayam disampingnya.


****


Dita melihat rumah om item sekilas.


"Minta bantuan om item aja ya buat gangguin Shinta hihihi." gumam Dita lalu pergi ke dalam rumah sakit menuju ruang Tante Dewi.


"Ta, mamanya Andi sudah boleh pulang kata dokter, soalnya dia minta pulang terus jadi dokter ngebolehin deh buat rawat jalan, kondisi nya juga sudah membaik."


ucap Tante Dewi saat Dita masuk ke ruangannya.


"Tus pulangnya hari ini apa besok?" tanya Dita.


"Besok paling."


"Oh ya udah besok aku yang anter dia pulang aja deh sama Anan." ucap Dita.


"Eh pak Herdi udah standbye aja di sini." ucap Dita menaruh bungkusan yang dia bawa ke atas meja.


"Herdi disini? hmmm pantes dari tadi merinding aja bawaannya hiy." sahut Tante Dewi.


"Tante mau makan gak nih?" Dita membuka bungkusannya.

__ADS_1


"Baru jam setengah sepuluh udah laper lagi Ta, ckckckck tapi gak gendut ya biarpun kamu makan banyak." Tante Dewi memandangi Dita.


"Hehehe mama ku aja gak ada bakat gemuk aku juga gini nih, nanti anakku yang gemuk." sahut Dita.


"Yang buatku mana Ta?" tanya pak Herdi.


"Yang ini pak, sambalnya lebih banyak mantap pedesnya."


Pak Herdi langsung melahap bubur ayamnya.


"Ta itu sendok nya..." Tante Dewi menunjuk sendok melayang di hadapannya.


"Iya emang." sahut Dita yang tau apa yang ingin ditanyakan Tante Dewi.


"Aku keluar aja deh cari Kevin sama Doni tadi pada kemana ya?"


"Cie nyariin om Kevin cie..." Dita meledek Tante Dewi.


"Au amat lah." Tante Dewi membuka pintu ruangan nya dan sudah melihat Anan di hadapannya.


"Kamu ngapain Nan?" tanya Tante Dewi


"Mau makan bubur, aku gak rela ngebiarin mereka makan berduaan." tunjuk Anan agak kesal.


"Astaga, sama setan aja dia cemburu, sana-sana makan bareng tadi Dita suap-suapan tau Nan." Tante Dewi melirik Dita mengedipkan satu matanya lalu langsung buru-buru pergi.


"Eh sembarangan si Tante mah memperkeruh suasana aja." Dita melempar telur puyuh ke arah Tante Dewi namun meleset malah masuk ke mulut Anan.


"Eh maaf suamiku, maaf ya." Dita langsung menghampiri Anan yang mengunyah telur tersebut.


"Emang iya kalian suap-suapan?" tanya Anan sambil mengunyah telur puyuh di dalam mulutnya.


"Enggak kok, Tante Dewi tuh iseng aja biar kamu marah." Dita berusaha menenangkan Anan.


"Eh menyan kamu gak lihat nih makanan saya udah mau habis, gimana mau suap-suapan Dita aja baru mulai makan." ucap pak Herdi.


"Hmmm gue pikir... ya udah Ta kamu suapi aku kalau begitu." pinta Anan langsung duduk di hadapan Dita dan membuka mulutnya.


Pak Herdi menoyor kepala Anan dari belakang membuat bubur yang hendak Dita suapi menempel di hidung Anan.


"Hahahahha..." pak Herdi tertawa puas.


"Dasar tofu basi, elo cari ribut sama gue." Anan menyuapi bubur ayam ke mulutnya dengan jumlah banyak lalu menyemburkannya ke wajah pak Herdi.


"Kalian mah, haduh berantakan tuh nanti Tante Dewi marah-marah sama aku." pekik Dita kesal namun Anan dan pak Herdi sudah terlanjur perang semburan bubur ayam ke wajah masing-masing.


Dita berdiri mengambil air dari dispenser ke dalam dua gelas. Dita melempar air tersebut ke wajah Anan dan pak Herdi.


"Nih biar minum sekalian mukanya." ucap Dita kesal.


***


To be continued alias bersambung...

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan... stay safe dan jaga kesehatan selama di rumah.


😘😘😘


__ADS_2