Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Di Panti Asuhan (Part 1)


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...


Happy Reading...


*****


Om Kevin yang baru saja keluar dari kamarnya dan hendak menuju dapur terkejut melihat Tina.


"Tina?" ucap Om Kevin.


"Kevin, is that you?"


Tina berdiri dari duduknya dan memandang om Kevin penuh lekat. Ingatan mereka mengingat sepuluh tahun lalu saat keduanya memutuskan untuk merencanakan menikah muda. Tapi rencana pernikahan mereka batal begitu saja saat Kevin di jodohkan dengan seorang perempuan pilihan ibunya yang bernama Lisa. Hati Tina sangat hancur kala itu, saat dia tau Kevin di jodohkan dengan


"Apa kabar?" Om Kevin mengulurkan tangannya pada Tina yang di sambut hangat juga oleh Tina.


"Kabar ku baik, kamu sendiri apa kabar, dan juga Lisa?"


"Kabar ku baik, tapi Lisa pergi meninggalkan ku dengan pria lain, setelah dia bilang aku bangkrut, dan tak bisa lagi membahagiakannya," ucap Om Kevin menjelaskan.


"Oh... Aku tak menyangka, maafkan aku Kevin."


"Halo... Aku Dewi istrinya Kevin," ucap Tante Dewi seraya mengulurkan tangannya pada Tina.


"Halo, aku Tina aku pengacara keluarga Tuan Jhon dan Nyonya Kate," ucap Tina menjabat tangan Tante Dewi.


"Ada apa ya gerangan anda kesini?" tanya Tante Dewi.


"Saya hendak memberitahukan bahwa Nyonya Kate telah meninggal dunia kemarin, dan sebagai ahli waris dari keluarga Tuan Jhon, maka saya ingin bertemu Leona," ucap Tina.


"Aku turut berduka cita mendengarnya, tak ku sangka ia meninggal secepat itu menyusul suaminya," ucap Tante Dewi.


"Tunggu sebentar aku akan memanggil Leona ke sini," Tante Dewi pergi dari hadapan Tina dan Om Kevin.


Dita menuruni tangga bersama Anan dan Anta.


"Halo nyonya Tina," sapa Dita.


"Halo, tapi bisakah kau memanggil ku dengan sebutan nona saja, kan aku belum menikah," sahut Tante Dewi sembari tersenyum pada Dita.


"Kamu belum menikah Tina?" tanya Om Kevin dengan ekspresi wajah terkejut.


"Entahlah semenjak rencana pernikahan kita batal, rasanya aku tak mau lagi menyusun pernikahan dengan siapapun, aku seperti trauma dengan pernikahan," sahut Tina dengan senyuman sinis ke arah Om Kevin.

__ADS_1


Dita dan Anan saling bertatapan dengan raut wajah terkejut. Mereka tak menyangka kalau akhirnya mereka jadi tau bahwa Tina adalah mantan calon istri dari Om Kevin.


"Bisakah kau pelankan suaramu, aku tak ingin Dewi mendengar ini," bisik Om Kevin lalu menatap Dita dan Anan juga untuk ikut tutup mulut jangan sampe tante mereka tau hubungan dia dan Tina sebelumnya.


"Oh... rupanya istrimu orang yang suka cemburu ya hihihi?"


"Sudah lah Tina, jangan sengaja memperkeruh rumah tangga ku ya!"


"Ini Leona, oh iya bisakah kau mengurus mengenai keinginanku untuk mengadopsi Leona?" tanya Tante Dewi pada Tina.


"HAH?! apa kau yakin akan mengadopsi anak ini?" Tina memandang Leona yang langsung melotot ke arahnya.


"Aku yakin, aku akan pergi ke panti asuhannya bersama Dita hari ini, ya kan Ta?" Tante Dewi menoleh ke arah Dita meminta persetujuan di sana.


"Hmmm iya deh," sahut Dita.


"Bun, kamu yakin mau pergi ke panti asuhan anak itu?" bisik Anan.


"Tenang aja, nanti kan aku ada Pak Herdi yang jagain, kamu temenin Anta aja sekolah, nanti aku kabarin kalau aku sudah di sana," Dita membalas berbisik.


"Baiklah kalau begitu aku juga ikut dengan kalian, kita bicarakan wasiat Leona di panti saja," ucap Tina.


"Anta ikut bunda?" pinta Anta.


"Jangan sayang, kamu kan sekolah, kamu diantar ya sama yanda," ucap Dita.


"Anta ngomong apa sih? bunda gak ngerti tau?" tanya Dita.


"Anta berangkat sekolah dulu ya bunda, yuk yanda... Tapi mampir beli roti yang ada pajangan kaki manusia gantung itu dulu ya yanda?" pinta Anta yang langsung mulutnya di bekap oleh Anan agar tak terdengar orang lain.


"Hehehe maksudnya boneka," ucap Dita mencoba menutupi ucapan Anta yang tadi.


"Aku pergi ya bun," Anan mengecup kening, kedua pipi dan bibir Dita di hadapan semuanya lalu pamit pergi mengantar Anta ke sekolah.


"Nan, aku nebeng ya, mobil ku kan mau di bawa saja Dewi ke panti asuhannya Leona," ucap Om Kevin.


"Oke." sahut Anan.


"Aku pamit ya Dewi..." ucap Om Kevin.


"Kok aku gak di cium kaya Anan dan Dita tadi sih?" ucap Tante Dewi.


"Oh tumben..." Om Kevin segera melaksanakan aksi sayangnya.


Tina memalingkan wajahnya lalu segera pergi menuju mobil miliknya yang di parkir di halaman.

__ADS_1


***


Tiga puluh menit rombongan Dita menuju panti asuhan Ceria tempat Leona. Dita juga sudah sedari tadi memanggil Pak Herdi untuk menemaninya. Mobil Tina sudah melaju dengan kencang di depan mobil Tante Dewi.


"Tuh anak diem aja dari tadi, Ta?" tanya Pak Herdi yang di samping Dita. Dita hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu. Leona mengamati Dita dari kaca spion mobil. Dita mengamati balik Leona sambil menatapnya tajam.


"Sabar Ta..." ucap Pak Herdi menepuk bahu Dita.


"Hmmm ini udah sabar, dia aja yang nantangin main pandang-pandangan duluan," sahut Dita berbisik ke Pak Herdi.


Akhirnya mereka semua sampai di sebuah bangunan yang terdiri dari dua bangunan dua lantai seperti asrama. Di depan halamannya tertulis Panti Asuhan Ceria. Saat memasuki halamannya, Dita melihat dua orang anak yang sedang menjahit telinga kelinci.


"Astaga, mereka menyiksanya..." Pekik Dita.


"Apaan sih Ta? tanya Tante Dewi.


"Itu tante lihat deh!" Dita menunjuk arah kelinci yang di siksa tadi.


"Apaan sih... Kamu ngaco ya, coba lihat baik-baik!" ucap Tante Dewi.


"Aku gak ngaco tante, tuh lihat lagi deh."


"Ta, itu tuh boneka kelinci, mereka cuma main boneka kelinci," ucap Tante Dewi.


Tina menghampiri Dita dan berbisik.


"Itu belum seberapa, masih ada yang lebih mengkhawatirkan yang bisa kita lihat nanti."


"Anda bisa lihat kebenarannya juga? lalu kenapa tante saya gak bisa," ucap Dita.


"Karena dia kemungkinan berada dalam pengaruh Leona, sedangkan kita sedari awal sudah tak menyukai keberadaan Leona dan panti ini, jadi kita masih bisa mengendalikan pikiran kita sendiri," ucap Tina.


***


Masih bersambung ya guys...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku


season 1 END


-          9 Lives (END)

__ADS_1


-          Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2