
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
Pagi itu Tante Dewi dan om Kevin sampai di rumah yang di tempati Anan dan keluarganya.
"Wah rumah ini makin ramai ya," ucap Granny Rose kala melihat Om Kevin membawa istrinya datang.
"Halo tante apa kabar?" tanya Om Kevin.
"Kabar ku baik selalu baik, tapi semenjak Agata pergi kenapa aku merasa tubuhku sakit semua ya," jawabnya sambil menoleh ke arah Jerry. Kini pendengarannya sudah lebih jelas berkat alat pendengaran yang di berikan oleh Jerry.
"Yerry, itu namamu kan?" tanya Granny Rose.
"Ya nek, kenapa?" Jerry bertanya balik menegaskan.
"Susu dan roti cokelat di kamarku itu untuk siapa?" tanya nenek Rose.
"Ummm itu untukku, tadi mau makan di sana, eh terlupa," sahut Jerry mencoba berbohong.
"Oh begitu..."
"Jadi Nan, apa kamu sudah melihat restoran yang ku berikan?" tanya Om Kevin pada Anan.
"Belum Om, hari ini aku mau ke sana sama Dita sekalian antar Anta sekolah," sahut Anan.
"Wah si cantiknya tante udah sekolah, ih gemasnya..." Tante Dewi mencubit ke dua pipi Anta dengan gemas.
"Iya dong oma, Anta harus sekolah biar cepet pintar, jadi dokter kaya oma," ucap Anta.
"Tante... jangan oma, berapa kali tante harus bilang ke kamu, ngingetin kamu bocah ajaibnya tante ihhh..."
"Akui aja sih tante, tuh di jidat aja udah ada kerutan tuh, belum di deket garis bibir kelihatan banget," celetuk Dita menggoda tante Dewi.
"Dita kamu ih...! eh si Tasya mana Ta?" tanya Tante Dewi.
"Tadi kayaknya ke belakang deh mules dia," jawab Dita.
"Eh kamu tau gak..."
"Enggak, kan belum di kasih tau!" sahut Dita.
"Makanya dengerin dulu! si Doni itu ternyata disuruh pulang ke kampung buat di nikahin," bisik Tante Dewi mengejutkan Dita.
"APA?!"
"Biasa aja dong mulutnya," Tante Dewi menutup mulut Dita yang menganga.
"Apaan sih bun?" tanya Anan penasaran.
"Emmm itu yanda..." ucapan Dita terhenti kala ia melihat sosok Tasya datang dari kamar mandi.
Dita memandang tante Dewi dan mendapati kode gelengan kepala ke arah Dita yang artinya ia tak boleh dulu memberitahukan perihal pernikahan Doni pada Tasya.
"Bunda ayo kita pergi antar Anta ke sekolah!" ajak Anan.
"Beres yanda, Tasya kamu bantu Jerry jagain rumah ya, bantuin beres-beres juga, tenang aja ada gajinya kok," ucap Dita.
"Weits santai aja, gak di gaji juga gak apa, uang ku masih banyak dari Maria di tabungan hehehe," sahut Tasya.
"Hmmm... sombongnya," ucap Dita lalu pamit pada semuanya mengantar Anta ke sekolah.
"Kamu mau istirahat dulu kan mas?" tanya Tante Dewi pada Om Kevin.
"Iya aku mau rebahan dulu, kamar kita yang mana ya?" tanya Om kevin.
"Kalau di atas sih ada kamar Anan, kamar aku, sama kamar Tasya dan Anta. Kalau di bawah ada kamar nenek terus si Jerry di kamar yang di luar sana deket kolam, jadi tinggal satu kamar di bawah samping dapur sana om," ucap Mark menjelaskan.
__ADS_1
"Oh di situ."
"Atau om mau tukeran sama kamar aku?" tanya Mark.
"Gak usah Mark, kita di bawah aja," sahut tante Dewi menjawab pertanyaan Mark.
"Oh oke tante kalau begitu, mari saya antar!" ucap Mark membawa keduanya menuju kamarnya.
"Heh kamu tolong bawa saya ke depan dong mau berjemur," pinta Nenek Rose pada Jerry.
"Siap nenek cantik...!" sahut Jerry lalu mendorong kursi milik nenek menuju depan teras.
Jerry terlalu mendorong nenek menuju ke teras yang jalanannya melandai dan menurun. Apalagi ia terlupa saat meraih koran terbaru yang di lemparkan loper koran ke halaman rumah tersebut. Sang nenek menjerit memanggil Jerry saat kursi roda nenek Rose berjalan menurun begitu saja.
"Aduh tolong... ih si nenek kalau mau jalan-jalan kan bisa aku dorong jangan melaju kencang seperti itu dong, tolong...!" pekik Jerry mencari pertolongan.
Seseorang menghentikan laju kursi roda nenek Rose.
"Kamu... Jhon... jangan sentuh aku!" ucap nenek rose dengan raut wajah kesal.
"Kenapa semua orang di lingkungan ini masih saja membenciku sih?" gumam Jhon lalu pergi begitu saja.
"Makasih ya om," ucap Jerry dari kejauhan.
***
Sesampainya di sekolah Anta, seorang petugas pemadam kebakaran sedang menjelaskan mengenai lula bakar dan penanganannya.
"Luka bakar adalah kerusakan lapisan kulit yang disebabkan oleh benda panas, termasuk api, air panas, dan uap panas. Rusaknya kulit akibat luka bakar membuat penderitanya rentan mengalami infeksi, karena kulit merupakan lapisan pertahanan awal tubuh untuk melawan infeksi." ucapnya.
"Kalau udah terlanjur kena luka bakar gimana pak?" tanya salah satu murid pria di sekolah menengah tersebut.
"Terima kasih pertanyaannya, begini ya tergantung lokasi dan tingkat keparahan luka. Luka bakar yang ringan bisa ditangani secara mandiri di rumah. Namun pada luka bakar yang dalam atau luas, diperlukan penanganan khusus. Sebagai contoh untuk pertolongan pertama ya, rendam luka dalam air dingin selama lima menit. Tapi jangan memakai air es karena bisa makin memperparah kondisi kulit.
Konsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri." ucapnya menjelaskan.
"Oh begitu..." sahut beberapa siswa berbarengan.
"Gak mau ah, Anta mau lihat mobil kebakaran," ucap Anta.
"Hahahha... masa mobil kebakaran, ya ancur dong hangus semuanya," sahut Anan menertawakan Anta sampai perutnya sakit.
"Bukan mobil kebakaran Anta cantik, tapi mobil pemadam kebakaran," sahut Dita.
"Sama aja bunda, kebakar juga taunya," ucap Anta yang langsung di beri cubitan gemas oleh Dita.
Miss Lucy datang menghampiri Anta dari kejauhan.
"Bunda tau gak, aku gak suka sama dia, soalnya dia kemarin ganjen sama yanda," bisik Anta.
Dita langsung menoleh pada Anan yang tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Yuk kita kelas!" ajak miss Lucy.
"Anta nanti pulang sekolah gak boleh kemana-mana, dan harus tunggu bunda ya," ucap Dita.
"Beres bunda!!!" Anta akhirnya pergi menuruti miss Lucy dan mengikutinya.
Dita langsung menarik Anan menuju mobilnya yang terparkir di depan gerbang sekolah.
"Dia ganjen sama kamu maksudnya ganjen gimana ya yanda?" tanya Dita penuh selidik pada Anan.
"Ganjen yang mana ya bun, aku gak ngerti," sahut Anan.
"Itu tadi yang Anta bilang," ucap Dita dengan nada suara yang lebih tinggi.
"Astaga bunda ku, cantik ku, cinta ku, sayang ku terbaik sedunia, ceritanya kamu cemburu ya?" tanya Anan menggoda Dita.
"Aku... cemburu... hihihihi..." ucap Dita ala ketawa bak model iklan sampo itu.
__ADS_1
"Iya bunda cemburu, tuh buktinya langaung
insecure sama miss nya," Anan mencolek hidung dan pipi Dita.
"Aduh please dah yanda tinggal jawab aja muter-muter," Dita bersedekap dengan kedua tangannya.
"Aku juga gak tau ganjennya di mana, cuma memang dia kemarin perhatian banget, wajar lah sama anak baru, apalagi ayahnya secakep aku ya bun," ucap Anan.
"Idih... percaya diri sekali anda!" ucap Dita menyadari bahwa ketampanan Anan banyak membuat para kaum hawa menyukainya. Apalagi jika sudah tau pribadi Anan yang menyenangkan dan sangat peduli.
"Kamu ngapain bunda ngeliatin aku kayak gitu? hayo pasti mikirin yang aneh-aneh ya di dalam mobil sini?" tanya Anan menggoda Dita.
"Idih... pasti kamu nih yang pikirannya mesum, hadeh... setel musik aja lah," Dita menyalakan radio di dalam mobilnya untuk mendengarkan musik lokal di kota itu.
***
Anan membawa Dita sampai ke sebuah gedung dua lantai yang berada di kota. Gedung tersebut di apit oleh kedua gedung yang lebih besar dari gedung restoran milik Anan nantinya.
"Apa kita bisa ya bun membangun ini semua dari awal?" gumam Anan.
"Kita pasti bisa! tenang aja yang penting yanda optimis kalau kita bisa membangun restoran ini jadi terkenal," ucap Dita menyemangati Anan.
"Oke, asal kamu di samping aku, aku pastikan aku akan selalu semangat menjalani hidup," Anan menggenggam tangan Dita dan mencium tangan Dita lalu melangkah masuk ke dalam gedung restoran tersebut.
Suara yang lembab pengap tercium saat Anan membuka pintunya. Debu-debu beterbangan dan menyesakkan dada bagi yang menghirupnya.
"Uhuk uhuk kotor banget!" ucap Dita.
"Kita butuh pasukan nih buat jadu tim pembersih kalau kayak gini ceritanya," ucap Anan.
"Oke, bener banget tuh, gimana kalau nanti sore kita bawa pasukan buat bersihin restoran ini," ucap Dita.
"Setuju," sahut Anan.
"Terus sekarang kita ngapain yanda?" tanya Dita.
"Kita keliling dulu aja yuk, kamu kuat kan sama udaranya?" tanya Anan.
"Iya aku kuat."
Dita dan Anan berkeliling gedung restoran yang sudah lama tak terpakai itu. Konon katanya restoran tersebut tidak laku dan bangkrut begitu saja. Padahal di minggu pertama pembukaan restorannya laris manis. Suara aneh terdengar dari lantai atas. Suara gesekan sesuatu dengan daun kering berserakan yang masuk dari jendela yang terbuka.
Suaranya makin jelas terdengar menuruni Anak tangga. Dita bersiap di belakang tubuh Anan dengan alat bantuan kejut listrik yang ia bawa kemanapun untung sekedar berjaga dari penjahat.
Sosok ular besar yang Dita dan Anan lihat itu menuruni Anak tangga.
"Hubungi pihak pemadam kebakaran Nan, kalau ada luar di sini, biar di evakuasi," ucap Dita.
"Gak usah Ta!" ucap Anan.
"Ya enggak usah, tuh lihat sendiri ularnya!" Anan menunjuk ke arah sosok ular tersebut.
******
Masih bersambung ya guys...
Note : Dear pembaca tercinta, Vie mohon gak usah ributin masalah bahasa ya, ceritanya udah di translate, kalaupun ada bahasa di luar KBBI, pastinya Vie lengkapi dengan artinya.
Jangan bosen-bosen untuk VOTE dan maaf ya kalau Vie mulai slowres balas komen-komen kalian tapi aku selalu like dan baca lho komen kalian sebagai penyemangat Vie untuk nulis. Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
- Kakakku Cinta Pertamaku
(season 1 END, Season 2 - hiatus)
- 9 Lives (END)
- Gue Bukan Player (END)
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘