
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Pergi ... pergi... jangan ikuti aku!" pekik Doni keluar dari kamarnya sambil berteriak-teriak.
"Lo kenapa Don?" tanya Anan.
"Ini anak siapa sih pak bos, dari tadi gangguin saya terus, dia ngikutin saya terus?" tanya Doni.
"Oh... temennya Dita yang baru nih dari kuburan ngikutin aja katanya cari mamanya." sahut Anan.
"Emang saya kelihatan kayak mamanya pak bos? dih emangnya saya cowok apaan kayak emak-emak." ucap Doni mengibaskan rambut belakangnya dengan tangannya macam bintang iklan shampo anti ketombe.
Dita keluar dari kamarnya mendengar ke gaduhan Doni dan Anan tersebut.
"Ada apaan sih? si Yanda udah di tungguin di dalam kamar malah gak masuk-masuk, taunya malah curhat-curhatan disini." ucap Dita memeluk Anan dari belakang.
"Tuh Doni berisik banget di ikutin terus sama tuh bocah." Anan menunjuk hantu anak kecil yang tertawa meringis sambil memegang bonekanya di samping Doni.
"Oh dia, oh iya siapa namanya sayang?" tanya Dita menghampiri hantu anak yang rambut keriting nya mirip dengan rambut bonekanya.
"Briana." ucap hantu anak kecil itu.
"Ih cantik banget namanya kayak orangnya." ucap Dita sambil mengelus rambut boneka yang Briana pegang.
"Kok kamu gak pulang sih?" tanya Dita lagi.
"Aku cari mama, aku mau mama." rengeknya.
"Lah kita kan gak tau mama kamu siapa dan rumahnya dimana." sahut Dita.
"Pasang iklan aja kak, pajang foto dia terus kita bilang mencari mamanya." sahut Doni penuh semangat.
"Astaga bener juga tuh Ta kok gak kepikiran ya kita buat iklan di koran apa media cetak lainnya." sahut Anan memukul bahu Doni dengan spontan.
"Aduh sakit pak." Doni mengelus bahunya.
"Hadeh... berdua dong dong nya sama."
"Dong dong gimana kak? kedondong maksudnya?" tanya Doni.
"Dongo maksudnya! coba mikir ini anak udah jadi hantu di kubur masa iya kita buat pengumuman di temukan seorang anak perempuan dengan ciri-ciri bla bla bla gitu lah nanti keluarganya auto shock dong, orang nih anak udah metong, hayo." ucap Dita agak kesal.
"Ya tapi kan Ta paling enggak ada keluarganya yang nanti cariin, paling bilang kitaa gak waras kalau kita bilang ketemu hantunya hihihi."
"Terus gimana kak Dita ini bocahnya ngikutin saya terus huhuhu?" Doni merasa risih dengan keberadaan Briana.
"Briana kenapa ngikutin om ini?" tanya Dita.
"Hihihihi om nya lucu aku suka aku suka sama om nya." sahut Briana sambil tertawa cekikikan.
"Oh gitu, ya udah deh Don, kamu momong dia ya malam ini, aku ada urusan sama Anan." Dita langsung menarik tangan Anan ke dalam kamar.
__ADS_1
"Yah si Kakak sama pak bos udah ke kamar aja duh gimana nih? mana nyengir sama ketawa mulu lagi, harusnya tuh kamu ngikutin Tasya bukan aku aduh..." Doni menggaruk-garuk kepala nya meski tak gatal saking gemasnya.
"Hihihihihi..." yah dia ketawa lagi kan hiyyy bodi amat lah aku mau tidur." ucap Doni lalu masuk menuju kamarnya.
"Kamu ngapain Ta?" tanya Anan.
"Aku mau rapih-rapih mau packing baju buat kita." jawab Dita.
"Emangnya mau kemana?" tanya Anan lagi merebahkan dirinya di atas kasur.
"Mau ke pulau xx katanya mau bulan madu gimana sih jadi gak nih?"
"Oh gitu, ya jadi lah sayangku, aku bantu ya packing bajunya." sahut Anan langsung semangat.
"Kita mau pergi besok gitu?" tanya Anan sambil melipat kaus dan celana pendek yang hendak di masukan dalam koper.
"Iya besok siang ya, nanti aku bilang sama Tante Dewi."
Dita selesai merinci semua perlengkapan yang hendak ia bawa.
"Sip kalau gitu." sahut Anan.
Ponsel Anan tiba-tiba berbunyi.
"Lah ngapain Tante Dewi telepon aku?" Anan menekan tombol telepon berwarna hijau di layar ponselnya.
"Halo kenapa Tante, timbang ketok kamar Anan aja pakai nelpon segala."
"Penting nih, besok kamu pergi ya ke pulau xx kita mau ketemu klien disana." ucap Tante Dewi.
"Panjang umurnya tuh pulau, ni baru aja aku mau Dita rapih-rapih mau kesana eh taunya Tante nyuruh kesana juga hihihi." ucap Anan.
"Kamu mau ngapain ke sana sama Dita?" tanya tante Dewi.
"Oh iya ya tante lupa, pesenin tiket buat Kevin juga dong sama aku sekarang." pinta Tante Dewi.
"Cie Tante mau ikutan bulan madu cieeee." sahut Dita mendengar percakapan antara Tante dan keponakan nya itu.
"Heh sembarangan kalau ngomong, si Kevin tuh ikut soalnya penting buat bawa pengacara ada perjanjian kontrak yang harus di pelajari sama tuh klien." jawab Tante Dewi.
"Ah pokonya cie... itu mau di pesenin sekamar?" Dita makin menggoda tantenya itu.
"Enggak lah saya kan sama kamu Ta nanti om Kevin sama Anan kamarnya." sahut Tante Dewi.
"Eh mohon maaf ya tante, Anan tuh sama Dita kesana mau bulan madu, gimana ceritanya kalau kamar kita pisah." sahut Anan mulai kesal.
"Hehehe habisnya Tante kalau di tempat itu suka takut tidur sendiri, pernah waktu dulu kesana ada yang ganggu hehehe."
"Gak bisa pokoknya aku sekamar sama Dita, Tante sendiri atau sekamar sama om Kevin." ucap Anan.
"Idih gimana ceritanya Tante sekamar sama Kevin ogah dah." sahut Tante Dewi mulai kesal.
"Makanya nikah biar halal hahahaha." sahut Dita.
"Dita ih cukup ya, kalau gitu ajak si Tasya lah buat nemenin Tante."
"Nah bener tuh ajak Doni sekalian Yanda ku sayang." sahut Dita.
"Ini gimana sih katanya mau bukan madu malah jadi rame gini."
"Udah bener gitu aja jadi rame lebih seru, kita kan nanti tetep bulan madu di kamar berduaan Yandaku sayangku cintaku my honey bunny sweety baby bala bala." Dita mencoba merayu Anan.
__ADS_1
"Hah kalau udah ditatap kaya gitu siapa sih yang bisa nolak kamu bidadari ku sayang." Anan menarik Dita ke atas kasurnya merebahkan kepala Dita di dada Anan.
"Nah gitu dong kan jadi semangat nih mau memulai pertempuran kita sekarang hehehe." Dita membuka kancing piyama Anan satu persatu.
"Oi... mohon maaf nih tutup dulu kali teleponnya kan kedengeran perbuatan kalian itu sampai sini!"
pekik Tante Dewi
"Lagian siapa suruh masih on bukannya Tante yang tutup teleponnya huh!"
Anan menekan tombol telepon berwarna merah untuk di layarnya memutuskan sambungan teleponnya.
"Hahaha biar aja kali Nan dia denger biar pengen terus cepet nikah sama om Kevin hihihi." ucap Dita.
"Udah lah hayo terusin." pinta Anan.
"Tunggu kopernya aku rapihin dulu."
Dita merapikan koper yang ada di atas kasurnya lalu menaruhnya ke sudut ruangan dan memasang alarm pada jam wekernya di pukul tiga dini hari.
"Kamu mau apa pasang alarm jam tiga?" tanya Anan.
"Mau kepo sama tetangga depan biar aku bangun, kali aja besok dia ada jemputan atau pengiriman kaya waktu itu biar di gerebek gitu sama kapten Jihan." jawab Dita
"Iya kalau ada kalau enggak gimana?" tanya Anan.
"Ya paling sekalian aku ke toilet."
jawab Dita merebahkan dirinya di atas kasur melanjutkan rencana pertempurannya tadi.
****
*To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘*
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran, untuk mengisi waktu luang kalian dengan membaca di waktu ke gabutan yang melanda selama lockdown dan tetap di rumah aja.
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
__ADS_1
Vie Love you all 😘