Pocong Tampan

Pocong Tampan
Menolong Aminah


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Gimana Ta, ketemu hantunya?" tanya Tasya saat melihat Dita dan Anan datang.


"Kabur tuh kuyang." sahut Dita.


"Apa? kuyang?" Tasya terduduk lemas mendengar ucapan Dita.


"Terus ini gimana nih ibunya pingsan." ucap Doni.


"Kita bawa ke klinik deh." ucap Dita.


"Klinik dimana Ta? ini jalanan nya aja sepi banget, ini ibu rumahnya dimana lagi?" Tasya mencoba menyadarkan ibu yang tak sadarkan diri itu.


"Eh sadar ibunya." ucap Tasya.


"Aaaaaa jauhi aku jangan dekati aku!" pekik ibu itu saat tersadar melihat Tasya dan mendorong Tasya. Untung Doni sigap langsung menangkap Tasya sebelum bokong Tasya menyentuh aspal jalan.


"Ibu tenang ya, tenang dulu kami semua orang baik kok, kami mau tolong ibu." ucap Dita mencoba menenangkan ibu itu.


"Tadi, tadi ada ..."


"Iya kami tau bu, ibu tenang dulu ya, mari kita antar ibu pulang." ucap Dita mencoba membantu ibu itu berdiri.


"Ibu rumahnya dimana?" tanya Dita.


"Di belakang sana non." ucap nya sambil menunjuk.


"Oke kita antar pulang ya Bu." ucap Dita membawa Anan, Tasya dan Doni mengikuti ibu itu pulang kerumahnya.


"Maafin saya ya neng." ucap ibu itu pada Tasya.


"Iya Bu gak apa-apa, saya paham kok ibu panik." sahut Tasya.


"Ini kenapa gak ngilang aja sih malah lompat-lompatan di samping aku." gumam Doni melirik ke pak Herdi sambil ketakutan.


"Bukan cuma saya kok yang ngikutin kamu Don, tuh di balik pohon pisang ada yang mau ngikutin kamu." ucap pak Herdi menunjuk ke arah pohon pisang.


Sosok pocong perempuan menampakkan dirinya di balik pohon pisang dengan memamerkan senyumnya yang menyeringai memandang Doni.

__ADS_1


"Waaaaaaa..." Doni langsung berlari menubruk Anan.


"Lo kenapa sih?" pekik Anan.


"Po...po...pocong pak." sahut Doni ketakutan dengan jawaban terbata-bata.


"Lah emang dari tadi Lo di ikutin pocong si tofu basi kan? kenapa takut?" tanya Anan menoleh ke arah pak Herdi yang masih tertawa namun tiba-tiba menatap kesal ke arah Anan.


"Bukan pak lain lagi itu di balik pohon pisang." ucap Doni.


Anan kaku menoleh ke arah pohon pisang itu.


"Eh apaan tuh, oh jangan-jangan jodohnya si tofu basi nih." ucap Anan menahan tawanya.


pak Herdi kembali menarik Anan membuat kegaduhan. Dita dan Tasya yang sudah sampai di rumah ibu tadi langsung menghampiri Anan dan pak Herdi.


"Bisa gak sih damai dulu, malu tau kita di rumah orang." ucap Dita melerai keduanya.


"Dia duluan yang mulai Ta." tunjuk Anan.


"Kan kamu duluan yang mulai menyan." tunjuk pak Herdi.


"Hus hus hus, pada diem ya, itu kenapa Doni gemeteran gitu?" tanya Dita.


"Pocong kak pocong." sahut Doni.


"Emang kamu lagi sama pocong kan?" Dita menunjuk ke pak Herdi.


"Aaaaaaaa... pait pait pait jangan deket - deket saya mohon." Tasya bersembunyi di balik tubuh Dita.


"Ngapain tuh pocong ngajak cilukba gitu ih?" tanya Dita.


"Dia suka sama Doni dari tadi ngeliatin Doni terus ngikutin." jawab pak Herdi.


"Hahahaha... coba Don ajak kenalan ajak nge date." Dita mencoba bercanda.


"Idih ogah aku kan udah punya Tasya nanti dia cemburu lagi sama pocong." sahut Doni.


"Idih amit-amit masa saya di samain sama pocong kecantikannya, lagian siapa yang mau sama kamu huh!" sahut Tasya.


"Udah deh pada diem, si ibu tadi mana Ta?" tanya Anan.


"Masuk ke dalam." jawab Dita.


"Kok gak balik keluar lagi?" tanya Anan.


"Eh iya ya, coba aku tengok." Dita menghampiri pintu rumah ibu tadi dan terkejut akan sosok nenek agak bungkuk menghadang Dita.


"Astagfirullah maaf nek, cucu mu yang cantik baik hati dan tidak sombong ini gak mau ganggu, tolong jangan di ganggu ya nek, please kembali ke alamnya ya nek." ucap Dita langsung spontan karena terkejut melihat nenek tersebut.

__ADS_1


"Heh anak muda, enak saja kalau bicara memangnya aku hantu apa, gak lihat nih masih seger kelihatan cantik gini." ucap nenek itu.


Anan tertawa mendengar ucapan si nenek.


"Eh nenek manusia apa hantu sih mohon maaf sebelumnya?" tanya Anan.


"Ya manusia lah, kalian yang menolong anakku ya barusan?" tanya nenek itu.


"Iya nek, lalu ibu tadi kemana ya?" tanya Dita.


"Oh Aminah sedang menyusui anaknya barusan nangis kenceng kehausan."


sahutnya lalu menghampiri Anan dan Doni segara bergantian mengusap dagu mereka.


"Kok ganteng-gabteng banget sih, kenalin nih nama saya Sarinah saya tuh primadona kampung ini." ucap nenek sarinah.


"Oh gitu nek, primadona jaman dulu ya nek." sahut Anan.


"Sembarangan sampai sekarang pun saya tetap jadi primadona, nih masih cantik kan aku?" nenek itu menggoda Anan dan Doni.


"Daripada di goda pocong mending di godain nenek-nenek Don." bisik Tasya meledek Doni.


"Ah kamu mah Sya, sembarangan aja kalau ngomong, mending mah saya di godain kamu." bisik Doni membalas Tasya.


"Nek yang ini suami saya, jangan di godain ya." pinta Dita menarik Anan dan menyembunyikan nya segera di balik tubuh Dita.


Seorang laki-laki datang membawa sepeda yang penuh dengan kayu di jok belakang sepedanya.


"Nih ya kamu Sup, asal tau aja istri kamu barusan di ganggu kuyang tau gak, darah nifasnya di hisap." nenek itu langsung memarahi laki-laki buang baru datang itu.


"Lho kenapa si Aminah keluar Bu?" tanya nya.


"Dia mau beli beras karena habis nunggu kamu pulang kelamaan tau gak, tuh dapet beras enggak malah ketemu kuyang, untung ada mereka yang nolong." ucap nenek Sarinah.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.

__ADS_1


Vie Love you


__ADS_2