Pocong Tampan

Pocong Tampan
Pak Herdi


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


Dita memandang awan yang berarak di langit nan biru dari jendela kamar perawatan pak Herdi.


Pak Herdi mematikan tombol tv nya baginya tak ada yang seru untuk dilihat dari tv itu sampai ia melihat sosok Dita yang bersinar karena pantulan sinar matahari pagi dari jendela.


"Cantik Ta."


"Ya pak, kenapa apanya yang kecentit?" Dita menoleh menatap wajah pak Herdi yang memerah dan menghampirinya.


"Bukan Ta, cantik aku bilang."


"Oh awan nya cantik ya pak, iya tuh lucu banget masa ada bentuk dorayaki nya Doraemon kan jadi laper." Dita menunjuk awan dorayaki yang ia lihat.


"Yang cantik itu kamu Ta."


"Hah? eh eh aku tadi mau ngapain ya sampai lupa hehehe." Dita di buat kikuk dan salah tingkah kali ini.


Pak Herdi menarik tangan Dita kearahnya dan memeluknya.


"Sebentar aja Ta kaya gini, saya kangen kamu yang dulu."


Dita yang syok mendapat pelukan dari pak Herdi tak dapat berkata-kata. Tubuhnya kaku meski ingin membalas pelukan pak Herdi namun kedua tangan Dita tak ingin membalasnya hanya terdiam.


Hening beberapa saat tercipta di ruangan itu hanya suara detik yang melaju dari jam dinding yang terpaku di ruangan perawatan Pak Herdi.


"Eh eh tolongin Ta aku kebablasan." tiba-tiba suara Anita datang menembus pintu hampir melaju keluar jendela namun Dita sudah sigap menahan tangan Anita jatuh melepas pelukan pak Herdi.


"Kamu kenapa sih Nit amatiran banget gak kaya si Andri." ucap Dita.


"Hehehe maklum jadi manusia aja aku lambat mikir, eh jadi hantu juga lemot."


"Hahahaha... itu nyadar, kamu kenapa emangnya buru-buru gitu?"


"Bukannya aku mau ganggu kamu sama pak bos nih, tapi Anan nyariin kamu."


"Hah nyariin aku, aduh gawat nih." Dita bergegas pergi keluar ruangan.


"Oh iya lupa." berlari menghampiri pak Herdi, "Aku pamit bentar ya pak, nanti saya kesini lagi, bapak istirahat aja yak." Dita menepuk kedua pipi pak Herdi pelan dan berlaku pergi.

__ADS_1


Pak Herdi tersenyum memandang Dita sambil menyentuh pipinya ia tak percaya dengan perlakuan Dita barusan.


***


"Kamu dari mana sih?" tanya Anan mulai emosi kesal menunggu Dita di depan ruangannya Tante Dewi.


"Aku jalan-jalan, hehehe." ucap Dita merangkul lengan Anan.


"Eh tumben nih, pasti ada maunya." ucap Anan yang terkejut mendapat perlakuan manis dari Dita.


"Enggak kok, emang lagi pengen manja aja sama kamu." Dita menoleh ke Anan dan menatapnya dengan perasaan sayang.


"Bener nih gak ada yang disembunyikan? apa mau sesuatu gitu?"


"Mmmm aku mau apa yak, aku mau nonton, nonton bioskop yuk!" jawab Dita asal.


"Oh gitu, oke. Tapi aku ada pemotretan dulu yak kamu tunggu aku di sini."


"Emang kamu gak capek?"


"Capek sih, tapi nanti Tante Dewi ngomel lagi karena kita udah hilang dua hari."


"Ya udah nontonnya besok aja deh gak papa, aku nungguin kamu pemotretan deh."


Anan memberi kecupan pada kepala Dita yang bersandar di lengannya.


"Ih kamu mah nyebelin, iya lah apek kan aku belum keramas dua hari, kaya rambut kamu gak apek aja, drop deh drop banget mesranya." Dita melepas rangkulan tangannya dari Anan.


"Kamu mau kemana?" tanya Anan menahan Dita.


"Mau pulang, aku mau mandi."


"Aku ikut dong, mau mandi juga sekalian."


"Enak aja aku gak mau mandi bareng sama kamu."


ucapan Dita membuat dua orang satpam menoleh padanya berbisik-bisik sambil tersenyum begitu juga dengan Doni yang hendak kembali keruangan Anan.


"Siapa yang mau mandi sama kamu, aku mau ikut pulang mandi juga di apartemen ku kok." sahut Anan.


"Oh kirain... Eh kalian jangan salah paham yak, bubar bubar sana!" usir Dita pada ke dua satpam tadi.


"Kamu ngapain Don?" tanya Dita pada Doni dihadapannya.


"Mau ketemu pak bos mau balikin data-data yang harus aku lampirkan buat persyaratan." jawab Doni.


"Sini Don, datanya." Anan meraih map ditangan Doni meletakkannya di meja dalam ruangannya.


"Lah bapak mau kemana?"

__ADS_1


"Saya mau pulang dulu Don, mandiin Dita." sahut Anan tersenyum nakal.


"Ih rese banget sih mulutnya." Dita menepuk bahu Anan berkali-kali.


"Ayo pulang mandi." Anan menarik Dita ke parkiran dan mencari mobil Tante Dewi untuk di kendarai nya tak memperdulikan Dita yang memberontak.


"Lah bisa gitu ya, bukannya pak Manan pacar nya kak Shinta ya?" gumam Doni.


"Hei kepedean banget kakak mu! Anan itu pacarnya Dita, kakakmu tuh calon pelakor!" sahut Anita disamping Doni.


"Anan?"


"Iya aku sama Dita manggil dia Anan."


"Eh sembarangan kakak ku bukan pelakor tau dia itu wanita baik-baik, pak Manan tuh ngejar-ngejar kakakku."


"Kata siapa?"


"Kata ka Shinta."


"Ih pede banget belum aja aku unyeng-unyeng kepalanya kaya gini." Anita menjambak-jambak rambut Doni dengan gemas.


"Sakit tau, sakit awwww, ampun Anita, ampuni aku." pekik Doni.


"Eh sorry Don kelepasan hehehe." Anita merapihkan kembali rambut Doni yang sudah dia acak-acak tadi.


"Ah kamu mah, eh mau tanya kantin sebelah mana ya?" tanya Doni.


"Di lantai basement, tapi warung makan di seberang sana juga enak-enak."


"Ok, makasih yak."


"Don, aku ikut yak, laper juga hehehe."


"Kamu makan juga? gimana caranya?"


"Pesan aja dua porsi nanti aku ikut makan hehehe."


"Tapi duit ku cukup gak yak?"


"Hadeh... nanti aku minta Dita buat ganti duit kamu." Anita menepuk jidatnya.


"Oke deh."


"Kere banget ni bocah, untung ganteng huh."


***


To be continued... Happy Reading...😘😘

__ADS_1


__ADS_2