
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Jangan bosen juga bacanya ya...
Happy Reading 😊😊😊
*****
Dita mendengar kegaduhan dari lantai bawah, lalu bersiap dengan wajan teflon di tangannya sambil mengendap-endap.
Dita melihat sosok laki-laki yang berdiri di tangga,
"Pak Herdi?" ucap Dita saat memastikan sosok tersebut berbalut kafan dengan ikatan di kepala seperti pocong.
"Ya..." sahut Pak Herdi.
Dita terpeleset karena tak bisa mengendalikan dirinya di anak tangga dan melayangkan wajan tersebut ke wajah Pak Herdi saat menabraknya.
"Aduh... maaf ya pak Herdi, untung aja ada bapak kalau enggak kepala saya sakit deh kepentok ubin tangga.
"Tapi Ta, muka saya ini sakit banget, kenapa sih cuma kamu yang bisa sentuh dan ngelukain saya? penjahat tadi aja gak bisa tau ngelukain saya," sahut Pak Herdi menggerutu.
"HAH ?? PENJAHAT??!!" pekik Dita.
"Iya tadi ada dua orang maling datang kesini," sahut Pak Herdi.
"Maling...??!! wah gak bener nih penjagaannya, besok aku lapor sama kepala polisi di wilayah ini nih," ucap Dita.
Tiba-tiba perut Dita berbunyi.
"Hehehehe... laper, mau ramen instan gak Pak?" tanya Dita.
"Boleh, pake telur rebus ya," pinta Pak Herdi.
"Siap..."
Lima menit kemudian...
"Enak nih ramen merek apa sih?" tanya pak Herdi.
"Iya nih enak, nih bungkusnya Mie Instan ini di produksi oleh PT. Cap Kuda Poni, hahahhaha lucu banget nih nama perusahaan," ucap Dita.
"Kaya film kartun yang suka di tonton Anta hahaha," sahut Pak Herdi.
"Kok bapak hapal sih film kartun kesukaan Anta?"
"Ya karena saya kan lebih sering sama Anta di banding sama kamu hehehe," ucap pak Herdi yang langsung menyeruput habis kuah di mangkuknya.
"Pocong makan mie panas-panas lima menit doang langsung habis, semua hantu kayak gini apa emang bapak doang ya ckckkckc,"
ucap Dita menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Eh gimana si menyan?" tanya Pak Herdi.
"Maksudnya Anan?"
"Iyalah siapa lagi," sahut Pak Herdi.
"Sedih kalau di ceritain pak, masa dia lupa sama aku, dan pastinya dia gak kenal lah sama Anta," sahut Dita yang malah asik mengaduk-aduk ramen si hadapannya.
"Coba sering ketemu siapa tau berhasil nanti dia inget sama kamu sama Anta, kalau gak demi Anta saya malah seneng kamu pisah sama dia jadi biar saya aja yang gantiin si menyan, hehehe," Pak Herdi memberikan senyum manisnya pada Dita.
"Jangan mulai deh, tetep aja pak, Anan yang ada di hatiku," sahut Dita yang menjauhkan wajah Pak Herdi dari hadapannya.
"Ya udah sekarang sering-sering temuin dia," ujarnya.
"Mau nemu dimana? aku aja gak tau rumahnya dimana ya ketemu tadi kan juga kebetulan," sahut Dita.
"Itu mau di makan gak?" tanya Pak Herdi.
"Mau?"
Pak Herdi mengangguk.
"Nih habiskan, abis itu cuci piring ya pak, saya mau lanjut tidur lagi hehehe," ucap Dita memberikan tatapan kedipan wink pada Pak Herdi lalu pergi menuju kasurnya merebahkan diri di samping Anta.
"Ckckkckc, apa cuma saya pocong yang kerjanya gak nakutin orang, malah di jadiin satpam, baby sitter, dan sekarang di suruh cuci piring, hadeh... untung sayang sama Dita." gumam Pak Herdi.
***
"Hari ini kan ulang tahun Anta, astagfirullah aku lupa beli kado," pekik Dita sambil membersihkan meja kasir dan merapihkan barang etalase bersama Tasya karena besok adalah pembukaan mini market miliknya.
"Sya, Anta mana?" tanya Dita.
"Di atas, lagi nonton kartun sama Doni," jawab Tasya.
"Sekarang kan ulang tahun Anta," ucap Dita.
"Ya ampun kok saya juga lupa ya, beli kado apa dong?" tanya Tasya.
"Aku coba tanya ya dia mau apa," jawab Dita.
"Itu namanya gak kejutan, gimana kalau ajak dia makan bareng tante Dewi sama Om Kevin, terus habis itu ke toko mainan biar dia yang pilih mainannya," ucap Tasya memberi saran.
"Cakep... aku tanya Anta ya dia mau makan apa siang ini," ucap Dita lalu bergegas menuju lantai dua menemui Anta.
"Anta mau makan burger kayak kemarin bunda habisnya enak sih," pinta Anta.
"Ya udah hari ini kita kesana ya, yuk siap-siap dulu pakai baju cantik kaya princess elsa," ajak Dita.
"Emang hari ini ada apa sih? mau kondangan ya?" tanya Anta.
"Emang kalau pake baju cantik udah pasti kondangan? ya enggak lah ini lebih spesial dari kondangan," ucap Dita.
Sementara Tasya menghubungi Tante Dewi dan Om Kevin untuk datang ke ulang tahun Anta. Tasya juga meminta Tante Dewi untuk membelikan kue ulang tahun untuk Anta. Lalu Tasya menutup sambungan ponselnya.
__ADS_1
"Lumayan kaga keluar duit buat beli kue hihihi," gumam Tasya.
"Sya, kemarin beli burger dimana? Anta mau kesana lagi," ucap Dita sambil menggendong Anta yang cantik dengan pakaian putri ala putri elsa.
"Wuidih Anta cakep bener kaya bidadari nyungsep dari kayangan ckckckck ante Tasya jadi pengen lalai baju princess juga hehehe." ucap Tasya.
"Serius kamu mau pakai baju kaya bocah gini?" tanya Dita.
"Ya elah Dita, saya cuma basa basi doang biar Anta makin seneng," bisik Tasya.
"Ooh... eh kemaren beli burger dimana? Anta mau kesitu sekarang," tanya Dita.
"Oh itu, apa ya namanya, Big Burger deh kayaknya, tapi pelayannya yang satu judes yang satu ganjen iihhh tapi pelanggan ceweknya banyak," ucap Tasya.
"Tempatnya luas gak, nyaman gitu?"
"Ya lumayan sih cuma rame cewek-cewek berisik," sahut Tasya.
"Ya udah biar gak rame kita sewa aja seharian, nanti makanannya bisa di bagi-bagiin ke sekitar sini sekalian promosi toko kita," ucap Dita.
"Sadis... keren banget sohib saya ini," puji Tasya.
"Kan masih ada kartu unlimitednya Pak Herdi hihihi," jawab Dita.
"Cakep... aku siap-siap dulu ya, terus kamu share lokasi ke tante Dewi tadi kan saya belum kasih tau mau makan dimana, aku ke atas ya," ucap Tasya.
Tasya membawa Dita dan Anta sampai di depan halaman restoran bertuliskan "Big Hit Burger"
"Nih tempatnya," ucap Tasya.
"Oh ini, lumayan juga, eh Doni mana?" tanya Dita
"Katanya lagi training sama Pak Herdi biar bisa sentuh benda-benda gak tembus terus hihihi," jawab Tasya.
"Maaf tempat kami belum buka, sekitar satu jam lagi," ucap seorang perempuan memakai seragam restoran yang tadi sedang mengelap kaca itu menghampiri Tasya.
"Oh justru itu karena belum buka jadi belum ada pelanggan," ucap Tasya.
"Maksudnya?"
"Kita mau sewa tempat ini seharian, keponakan saya yang paling cantik hari ini ulang tahun, boleh kan?" tanya Tasya.
"Oh coba saya tanya Pak Andri dulu ya, karena baru dia yang sampai," ucap pelayan perempuan itu lalu pergi ke dalam.
"Emang iya bunda Anta ulang tahun?" tanya Anta.
"Anta lupa ya, ini kan ulang tahun Anta dan ulang tahun Yanda," sahut Dita.
"Oh iya Anta lupa," Anta menepuk dahinya sendiri.
"Anta ada tukang balon tuh, beli yuk ante Tasya beliin buat Anta kado dari ante yuk!" ajak Tasya.
"Bisaan Tasya biar murah tuh beli kado buat Anta," sahut Dita.
"Anta mau sepuluh ya yang boneka gede sama pesawat itu balonnya," ucap Anta.
"Hmmm sama aja Ta, kirain mah minta cuma satu, ya udah lah yuk!" Tasya menggandeng tangan Anta.
"Selamat siang bisa saya bantu?" Andri menegur Dita yang datang dari dalam.
"Selamat... Andri?? Ini beneran kamu?"
Dita langsung memeluk Andri di hadapannya.
"Aku kangen banget sama kamu Ndri..."
"Hehehe iya aku juga kangen sama kamu," ucap Andri membalas pelukan Dita.
tapi kamu siapa ya? apa penggemar saya juga nih jangan-jangan, lumayan lah dapet pelukan dari cewek cakep.
"Andri, kamu masih inget sama aku?" tanya Dita menepuk kedua bahu Andri yang berotot.
"Emmm kenal kok, kamu Sania kan? apa Sandra, apa Sandra? hehehe maaf ya kurang paham sama nama, tapi aku inget kok wajah kamu, apalagi secantik ini, hehehe," jawab Andri sekenanya.
"Kamu gak inget aku ya?" ucap Dita melepas tangannya dari bahu Andri.
Andri terdiam mengamati Dita dengan seksama, memang seperti pernah berjumpa Dita, sama seperti saat dia bertemu Tasya tapi makin dia mencoba menggali memorinya tak dia dapati juga ingatannya tentang Dita.
"Oke saya jujur, saya gak ingat kamu siapa, tapi kalau mau kenal lebih jauh saya mau banget kok," ucap Andri mengangkat alisnya berkali-kali.
"Bunda... masa ante Aca cuma beliin satu balon katanya sepuluh huuu.." Anta menunjukkan balon besar berbentu pesawat terbang.
"Duitnya lupa bawa, lagian mahal banget kalau di rupiah itu balon satunya seratus ribu ckckck, jadi kaya saya jualan balon doang di mari," sahut Tasya.
"Eh kamu yang kemarin kan?" tegur Andri saat melihat Tasya datang.
"Hmmm nih yang saya maksud pelayan ganjen," bisik Tasya ke telinga Dita.
"Oh... berarti gak berubah nih orang masih ganjen juga hehehe," gumam Dita.
"Maksudnya apa ya?" tanya Andri.
"Gak kok, enggak bukan apa-apa, bisa bicara di dalam gak? mulai panas nih," ucap Dita.
"Oh iya hampir lupa, mari silahkan ke dalam." ajak Andri ke dalam restorannya.
"Gini ya aku mau sewa tempat ini satu hari soalnya anak aku ulang tahun," ucap Dita.
"Ini anak kamu? aku pikir ini adik kamu," sahut Andri mencubit pipi Anta.
"Jangan pegang nanti Anta jerawatan...!" ucap Anta menepis tangan Andri yang langsung di tertawakan semuanya.
"Umur berapa tahun sih gemes banget?" tanya Andri.
Anta menunjukkan jari dua ke arah Andri.
__ADS_1
"Ah masa dua tahun? gak mungkin, tapi dari badan sih emang anak dua tahun tapi kok lancar banget sih ngomongnya dewasa banget," ucap Andri.
"Ya gitu deh, Anta kan anak hebat ya?" ucap Dita bertos ria dengan Anta.
"Assalamualaikum, maaf ya gue telat..." Anan masuk ke dalam restoran tersebut membuat semua mata mengarah padanya.
"Astaga, pak Bos..." ucap Tasya saat melihat Anan.
"Sembarangan, dia mah anak buah aku di sini," sahut Andri.
"Eh posisi kita sama ya, gue bukan anak buah lo!" Anan menunjuk Andri sambil berlalu ke arah ruang ganti.
"Yanda....!!!" Anta memeluk Anan menahannya di depan pintu ruang ganti.
"Ya ampun, kamu kan anak yang waktu itu di mall ya kan?" tanya Anan.
"Nama aku Anta, kata bunda aku anaknya Yanda," Anta meringis memandang Anan.
"Bentar, bentar kok gue gak paham ya Nan, masa dia anak lo, berati cewek ini..."
"Istrinya," sahut Tasya memotong ucapan Andri.
"Buahahahaha istri gue?" Anan menunjuk dirinya sendiri sambil tertawa.
"Ta, ngomong dong, tunjukin kalau kamu itu istrinya pak Bos," ucap Tasya memukul bahu Dita yang hanya terdiam dari tadi menatap Anan.
"Kayaknya kalian salah orang deh," ucap Anan.
"Kalau salah orang kenapa namanya sama?" tanya Tasya.
"Ya mana gue tau, bisa aja semua serba kebetulan," sahut Anan.
"Tapi Anan, bisa jadi lo, coba deh elo pikir waktu lo di temuin waktu itu..."
"Diem deh jangan banyak bacot, gue mau ganti baju, dek maaf yak om mau ganti baju dulu," ucap Anan berusaha melepaskan pelukan Anta.
"Anta sini sayang, mungkin dia bukan yanda kita, yuk sama bunda, kan Anta mau ulang tahun," Dita mencoba menarik Anta.
"Gak mau pokoknya Anta maunya ulang tahun sama Yanda," Anta merajuk lalu menangis sekuat tenaga.
"Nan, sini bentar gue bisikin," Andri menghampiri Anan dan membisikkan sesuatu.
"Mereka mau sewa tempat ini seharian, ini membantu kita banget lho buat bayar utang sama Hyena, lo kan yang ngotot banget mau beli restoran ini dari Hyena?" bisik Andri ke Anan.
"Terus...?"
"Saran gue, elo nurut sama anak ini, kalau dia nyuruh Lo jadi badut ya jadi badut, gimana?" tanya Andri.
Anan berfikir sejenak lalu akhirnya mengiyakan.
"Gue ganti baju dulu," sahut Anan.
"Oke gue suruh yang lain nyiapin makanan," ucap Andri menuju ke belakang restoran.
Mobil Tante Dewi sampai di halaman restoran, dia hadir tanpa Om Kevin karena harus bertemu kliennya.
"Bener ini alamatnya lagian kata Dita juga tadi Anta minta makan burger, pasti ini tempatnya," gumam Tante Dewi.
Tante Dewi membuka pintu dan langsung melihat ke arah Dita, Anta dan Tasya.
"Selamat ulang tahun ponakan Tante yang cantik, tante bawa kue nih gambarnya putri elsa cocok sama bajunya Anta," ucap Tante Dewi meletakkan kue ulang tahun itu di atas meja.
"Ponakan, orang cucu sih," goda Dita.
"Makanannya mana kok belum siap?" tanya Tante Dewi.
"Ini aja belum buka makanya baru di siapin," ucap Tasya.
"Oke ini minumnya buat yang ulang tahun," ucap Anan meletakkan beberapa minuman di atas meja.
"Makasih Yanda," ucap Anta tersenyum bahagia.
"Yanda?" Tante Dewi menatap Dita.
Dita menunjuk Anan yang ada di belakang Tante Dewi.
Tante Dewi menoleh ke arah Anan.
Matanya terbelalak, dengan tangannya menutup mulutnya yang menganga.
"Anan, macannya tante?"
Air mata menetes di pipi tante Dewi kala melihat Anan. Dia menyentuh pipi kedua pipi Anan yang tersenyum agak risih.
****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
To be continued...
Jangan lupa main ya ke cerita terbaru ku
“WITH GHOST”
ramaikan disana.
Baca juga :
- Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
- 9 Lives (END)
- Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1