Pocong Tampan

Pocong Tampan
Kado


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Non sini deh, Bu mau bicara." Bu Mey menarik tangan Dita saat menjumpainya di dapur.


"Mau bicara apa?" tanya Dita.


"Terjadi sesuatu gak di kamar non, hal-hal aneh gitu?" tanya Bu Mey sambil melirik ke kanan dan kiri agak takut.


"Sesuatu gimana sih Bu maksudnya aku gak ngerti deh?" sahut Dita mengernyitkan dahinya.


"Pad non sama tuan gak ada kamar non itu seperti ada yang menempati, ada suara-suara tawa kadang saya denger, si Pia juga pernah di gangguin pas ganti sprei di kasur non katanya sprei udah rapih eh berantakan lagi." ucap Bu Mey dengan nada ketakutan pada suaranya.


Dita teringat dengan keberadaan Briana di kamarnya seketika dan menahan tawanya di depan Bu Mey.


"Mungkin ada yang mampir Bu ke kamar aku hehehe." sahut Dita dengan nada bercanda.


"Ah non mah malah bercanda saya cerita ketakutan juga, sepertinya harus panggil orang pinter deh non buat bersihin kamar non." ucap Bu Mey.


"Siapa yang mau dipanggil ke rumah, guru, dosen apa profesor tuh kan semuanya orang pinter hehehe." ucap Dita mengajak Bu Mey bercanda.


"Ah non mah garing, maksudnya kan orang yang pinter bisa ngusir hantu, saya takut nanti hantu di kamar non bisa celakain non apalagi non Dita kan lagi hamil." ucap Bu Mey penuh kecemasan.


"Gak usah khawatir Bu, kan ada Anan yang jagain Dita, Bu nanti bikin rujak ya lagi pengen yang pedes sama asem nih." ucap Dita.


"Beres non kalau soal itu mah." sahut Bu Mey.


"Eh iya gimana kabar rumah di seberang sana Bu ada berita apa gitu?" tanya Dita penuh ingin tahu mengenai kakek dan nenek Harja.


"Gak ada non, biasa aja, tapi oh iya saya jadi ingat, si Pia pernah ketemu perempuan berwajah asing bukan orang sini lah keluar dari gerbang tapi gak lama di tarik ke dalam sama penjaga, pas Pia tanya katanya itu sodara jauh pak Harja yang lagi berkunjung terus Pia di suruh pergi jangan terlalu kepo kata para penjaga." ucap Bu Mey.


"Hmmmm mencurigakan." sahut Dita.


"Emangnya ada apa sih non dengan rumah nenek dan kakek Harja?" tanya Bu Mey penasaran.

__ADS_1


"Nanti aja kalau udah waktunya aku ceritain kalau sekarang cuma dugaan aja takut salah." sahut Dita.


"Saya mau antar teh buat Anan dulu ya." ucap Dita lalu pergi dari dapur.


"Ah non mah bukannya terusin ceritanya malah buat saya makin kepo nih." gumam Bu Mey.


Dita menemui Anan di teras belakang sambil meletakkan teh manis dan biskuit untuk Anan di atas meja.


"Tante Dewi sama om Kevin kemana Yanda?" tanya Dita menaruh bokongnya di kursi teras itu.


"Mereka mau cari tempat, daftar ke KUA sama fitting baju dan catering." sahut Anan.


"Ya ampun kan harusnya aku yang mempersiapkan acara pernikahan buat mereka." ucap Dita


"Gak usah kata Tante nanti kamu capek, kan kamu lagi hamil." sahut Anan.


"Kira-kira kita mau kasih kado apa ya?" Dita mengetuk jari jemarinya pada meja di teras belakang itu.


"Kita kasih mobil gimana?" Anan memberikan sebuah ide.


"Mereka udah punya mobil Yanda, punya om Kevin aja belum dibawa kesini, atau malah Tante Dewi di bawa om Kevin tinggal di rumahnya." ujar Dita.


"Tiket Disneyland Hongkong gimana?" tanya Anan memberi ide lagi.


"Kasih apa dong?" tanya Anan.


"Sesuatu yang beda gitu yang bisa membuat Tante Dewi takjub, kira-kira apa ya?" Dita masih memikirkan ide untuk kado pernikahan Tante Dewi dan om Kevin.


Dita mengeluarkan ponselnya dan mencarinya di situs pencarian terkemuka. Dita menuliskan kata "kado pernikahan unik" pada layar ponselnya.


"Nih lucu nih, ada barang-barang serba sama alias couple gitu Nan, ada sprei, bed cover, handuk, gelas mug mama papa, jam tangan kembar, baju tidur kembar, jam dinding, bingkai foto, lampu tidur pokoknya satu perabotan kamar kembar semua, aku mau ah pesen dua set." ucap Dita memandang ponselnya dengan mata berbinar-binar.


"Tunggu, kamu pesen dua set, bukannya satu set aja udah kembaran, kok pesen dua set sih?" tanya Anan.


"Iya lah satu setnya buat kita hehehe habisnya lucu sih." ucap Dita yang langsung memesan kado pernikahan unik dan lucu itu sebanyak dua set.


***


"Sya aku boleh minta tolong gak?" tanya Dita sehabis makan malam di teras belakang kala itu.


"Minta tolong apa Ta?" tanya Dita.


"Aku mau kamu anterin Briana pulang ke pemakaman tempat kakaknya Andi waktu itu ya." ucap Dita.

__ADS_1


"Briana siapa?" tanya Tasya masih belum paham.


"Briana hantu anak kecil yang ngikutin kita waktu anter Andi pulang." sahut Dita.


"Oalah dia masih disini gitu? idih ogah ah kalau harus nganterin ke pemakaman." sahut Tasya.


"Aku kan lagi hamil, Anan dan yang lainnya pasti akan ngelarang aku pergi ke pemakaman, nanti kalau bayi aku katanya sawan gimana?" ucap Dita


"Terus aku nganterin Briana ke makamnya sama siapa?" tanya Tasya agak takut.


"Sama Doni, terus kan bisa di jagain sama Susi juga, apa perlu pengawalan dari pak Herdi juga nih?" tanya Dita.


"Gak usah deh entar malah menarik perhatian para hantu terus pada ngikut pulang lagi hiiyy..." sahut Tasya.


"Astagfirullah... itu pocong masih aja lompat-lompat disana." tunjuk Tasya dengan tubuh gemetar karena masih merasa takut menatap wajah si potem.


"Hai potem apa kabar ya ampun baru ini lihat kamu lagi." sapa Dita pada pocong berwajah hitam itu.


"Heh Ta kamu tuh bukannya amit-amit ketemu yang kayak gitu terus pergi menghindar ini malah nyapa dengan santainya idih aneh ih Dita mah." Tasya menepuk bahu Dita.


"Ya kan udah lama gak lihat Sya hehehe." sahut Dita.


"Tolong buka ikatan ku." ucap pocong berwajah hitam itu.


"Astagfirullah dari dulu bahasanya masih begitu aja minta bukain ikatan, tau gitu tinggalin buku kamus bahasa Indonesia Ta biar dia belajar." ucap Tasya yang mundur beberapa langkah karena potem makin mendekat.


"Masuk Ta yuk, gak baik buat kesehatan jantung bayi kamu nanti takutnya mereka sawan di ikutin pocong kayak gitu hiiiyyy." Tasya menarik lengan Dita masuk ke dalam rumah meninggalkan sosok pocong berwajah hitam itu di teras belakang.


****


To be continued...


mohon maaf kalau ada typo.


Jangan lupa main juga ke cerita ku lainnya :


- Kakakku Cinta Pertamaku (End)


- 9 Lives (Ramaikan disana)


- Gue Bukan Player (Ramaikan juga disana)


Makasih ya Vie Love you all readers 😘❤️

__ADS_1


__ADS_2