Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Anta di Culik


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


*****


Arga tersadar berada di pelukan Pak Herdi saat cahaya gelap itu menghilang.


"Jadi suku Ro masih ada, dan merupakan suku kejam di negara ini," gumam Pak Herdi.


"Aku takut om," ucap Arga.


"Bukan para hantu ini yang harus kamu takuti, tapi manusia serakah yang menculik kita dan manusia kejam seperti suku Ro yang harus kita takuti," ucap Pak Herdi berusaha menenangkan Arga yang masih ketakutan.


Pak Herdi memandang langit dari balik jendela, saat itu ia hanya bisa memohon semoga Tuhan mengirim seseorang untuk dapat membebaskannya dan Arga.


***


Sementara itu saat Dita berada di kantor polisi yang di pimpin polisi Erik, tiba-tiba Sahid datang je kantor polisi tersebut.


Sahid yang panik datang ke kantor polisi menabrak Anan sampai jatuh ke lantai.


"Duh apaan tuh barusan ya?" gumam Sahid yang bingung dengan sesuatu yang di tabraknya dan mencoba berdiri.


"Kok dia bisa sentuh kamu Yanda?" bisik Dita.


"Mana aku tahu bunda, aku juga bingung," sahut Anan berbisik.


"Kamu mau apa kesini?" tanya Dita pada Sahid.


"Aku mau lapor kalau Arga di culik," ucap Sahid dengan panik.


"APA?! ARGA DI CULIK?!"


Dita ikut panik mendengarnya.


"Iya pas aku daftarin Arga sekolah dan pulang sekolah tadi Arga diculik, aku bawa nih rekaman cctv mobil pelakunya," Ucap Sahid.


"Boleh ikut lihat?" pinta Dita.


"Ayo ikut!"


Setelah menunjukkan rekaman cctv penculikan Arga kepada polisi dan Dita, Anan merasa mobil tersebut sama dengan mobil pelaku yang menculik Pak Herdi.


"Tuh lihat perempuan ini sama banget sama yang aku lihat tadi," tunjuk Anan.


"Bentar bentar kok kayaknya aku kenal ya sama pelaku, coba di perbesar gambarnya," pinta Dita.


Polisi Erik melakukan pembesaran gambar agar makin jelas terlihat.


"Tuh kan bener, ini tuh tantenya Pak Herdi yanda," Dita menepuk bahu Anan tanpa sadar.

__ADS_1


Karena para polisi dan Sahid tak bisa melihat Anan, seolah melihat Dita memukul angin dan bicara pada diri sendiri.


"Hehehe maaf refleks." ucap Dita.


"Baiklah saya akan melakukan pengejaran sekarang juga mengenai mobil yang di pakai pelaku dan menyebarkan ciri-ciri si pelaku, nanti jika ada kabar terbaru kalian semua akan saya hubungi," ucap polisi Erik.


"Baik terima kasih ya pak atas kerja samanya," Dita menjabat tangan Erik.


"Pacar kamu mana?" tanya Erik.


"Suami saya, ada nih, eh maksudnya ada di rumah hehehe," sahut Dita yang tadi lupa menunjuk ke arah Anan.


"Oh suami kamu."


"Iya aku suaminya apa lo?!" Anan menantang Erik yang tak melihatnya.


"Udah ya saya pulang dulu, tolong segera kabari kami ya pak," pinta Dita lalu pamit begitu juga dengan Sahid.


"Sahid kamu mau kemana?" tanya Dita.


"Aku mau cari Arga, aku gak tenang kalau belum ketemu dia," ucap Sahid.


"Kamu mau cari di mana? kamu tenang dulu nanti aku bantu juga cari Arga masalahnya yang menculik Arga itu sama dengan penculik Pak Herdi."


"Pak Herdi itu siapa sih?" tanya Sahid.


Dita menceritakan tentang Pak Herdi dan Anan yang bertukar wujud. Meskipun tak masuk akal di pikiran Sahid, namun dia sadar banyak hal yang tak masuk akal juga terjadi di sekitar Arga.


Anan menabrakkan dirinya ke bahu Sahid dengan kesal.


"Duh apaan sih nih?"


"Itu... ummm itu Anan," ucap Dita.


"Hah Anan? mana orangnya sini kalau berani kau tampakkan batang hidung soakmu itu padaku hayo sini jangan ngumpet," tantang Sahid.


"Dari tadi juga gue di depan lo!" Anan menoyor dahi Sahid.


"Heh beraninya ngumpet, nih makan nih pukulan ku!" Sahid memukul hadapannya dengan asal dan tepat sasaran terkena wajah Anan.


"Aduh... sakit bunda!" Anan memegangi pipinya yang baru saja terkena bogem mentah ala Sahid.


"Astagfirullah... kalian ini ya, bukannya mikir keras buat cari Arga dan Pak Herdi ini malah berantem gini," Dita berada di antara keduanya sekarang sambil merentangkan kedua tangannya.


"Tapi dia duluan yang mulai menantang aku bunda, minggir deh bunda, dia juga harus tau kalau dia bukan suami yang baik, buktinya dia cerai terus gak bisa jagain anaknya sampe di culik, ya kan?"


"Yanda udah sih gak boleh ngomong gitu," Dita menahan bibir Anan dengan jari telunjuknya.


"Emang dia ngomong apa Ta, ceritain aja sama aku, mentang-mentang aku gak bisa denger dia ngomong, tapi aku yakin banget dia ngomongin aku, ya kan?" tanya Sahid dengan nada kesal.


"Iya dia bilang kamu bukan suami yang baik karena bercerai dari istri kamu, dan gak bisa jagain Arga, duh keceplosan kan jadi aku omongin tuh," Dita menutup mulutnya.

__ADS_1


"Wah sembarangan, coba minggir Ta," Sahid menepis bahu Dita dan berhasil mendapatkan kain yang membungkus Anan lalu ia tarik sampai terjatuh berdua. Anan jatuh di atas tubuh Sahid lalu dahi Ann dan Sahid saling beradu tak sengaja. Sahid mengedip-ngedipkan matanya sesaat saat melihat wajah Anan di hadapannya yang tiba-tiba terlihat.


"Kamu... aaaaaaaaa!!!" Sahid berteriak saat melihat sosok Anan dalam balutan kain kafan dan ikat kepala pocong yang terlihat menyeramkan baginya.


"Nah takut kan lo bisa liat gue, sini maju!" tantang Anan.


"Gila... kamu jelek banget, dasar hantu bungkus!" pekik Sahid.


"Udah sih stop, pada bisa diem gak sih, Sahid kamu di situ, dan yanda kamu sebelah situ!" teriak Dita.


Dua orang perempuan remaja melintas di hadapan Dita dan Sahid.


"Mbaknya kenapa ya, perasaan cuma berdua sama masnya terus kenapa ngomel-ngomel kayak ada dua orang selain masnya ya?" bisik remaja putri itu pada kawannya.


"Mungkin halu kali, gara-gara berantem sama suaminya," bisik remaja satunya lagi.


"Heh gue suaminya, nih gue suaminya!" Anan berteriak-teriak tapi tetap tak bisa di dengar gadis remaja tersebut.


"Dita gawat..." nafas Tasya tersengal-sengal saat menghampiri Dita.


"Kenapa Sya? kamu nafas dulu yang tenang, baru ngomong," ucap Dita.


"Anta Ta, Anta."


"Kenapa Anta?" tanya Dita panik.


"Anta di culik sama ibu gendut yang bawa mobil van barusan ke arah sana, maaf aku gak bisa kejar," ucap Tasya sambil menangis.


"APA?! ini pasti si Eva gak salah lagi," pekik Dita sangat kesal.


"Ta buruan masuk mobil, ayo kita kejar keburu jauh, buruan sekarang!" ucap Sahid.


"Aku ikut Ta!" ucap Tasya.


"Kamu ke kantor polisi kasih tau Erik, nanti kamu ikuti gps dari hape aku ya sama polisi Erik," Ucap Dita, lalu dia dan Anan masuk ke dalam mobil Sahid dan melakukan pengejaran.


"Iya Ta... maafin aku ya gak bisa jaga Anta," Tasya masih menangis saat mobil Sahid melaju pergi ke arah mobil van milik bu Eva.


****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player

__ADS_1


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2