Pocong Tampan

Pocong Tampan
Kecelakaan itu..


__ADS_3

"Neng awas ati ati"


Bapak tukang buah itu menggeser tubuh Dita menghindari pengemudi motor yang ngebut barusan.


"Sembarangan banget tuh cowok biar ku sumpahin jatoh aja nyusruk ntar loh."


Anita meringis kesakitan karena sikunya tersenggol spion motor pengendara tadi.


"Kamu gak papa Nit?"


"Perih Ta lumayan, rese banget tuh orang."


"Mungkin lagi buru-buru dia makanya ngebut."


"Ini neng jeruk nya." Tukang buah itu mengulurkan platik merah berisi jeruk 5 kg.


"Ada lagi gak Nit buahnya yang mau dibeli?"


"Anggur deh pak sekilo yang 50rb itu kayaknya seger."


"Oke neng bapak ambilin yak."


"Makasih ya pak, ni uangnya." Dita memberikan uang sejumlah belanjaannya lalu pamit pergi pada tukang buah itu.


"Kita naik angkot aja ya Nit." pinta Dita.


"Gak mau pesen ojek online?"


"Pesen dua dong, kalo mobil mah ribet kan kita lewat gang, angkot aja yak sayang juga ongkosnya."


"Oke deh."


Angkot berwarna kuning dengan garis biru itu akhirnya muncul dihadapan Dita dan Anita.

__ADS_1


***


"Turun sini ya neng, maaf mobilnya mogok."


"Huuuuuuuu." semua penumpang yang kecewa turun dengan terpaksa.


"Padahal dikit lagi ya Nit, yudah jalan aja yuk." ajak Dita.


"Tapi berat tau pegel juga tanganku."


Anita menaruh plastik belanjaannya sebentar dan meregangkan tangannya ke atas di jinjingnya lagi belanjaan tersebut.


"Rese banget tuh angkot masa kita diturunin di sini sih kan jadi jalan deh ke kolam renang." Anita menggerutu sepanjang perjalanan.


"Dah sabarin aja jadi olahraga bareng kan kita hehehe terus kamu mau dorong emangnya kan angkotnya mogok."


"Ya enggak juga sih."


"Ta, apaan tuh rame-rame gitu." Anita menunjuk arah kerumunan di depannya.


"Coba liat yuk." ajak Dita.


"Ada apaan pak?" tanya Dita pada salah satu orang disitu.


"Oh kecelakaan neng, orangnya kelindes truk tadi, dia mau nyalip gak dapet jadi motornya oleng kelindes deh."


"Inalillahi... Yaa Allah kasian banget." sahut Dita.


"Aku mau liat ah, pegang dulu nih Ta."


Anita menghamburkan badannya mencari celah agar bisa melihat korban kecelakaan itu.


"Astagfirullah Ta, ini orang yang ngebut nyenggol kita tadi Ta." Anita sudah kembali dengan tampang pucat terlihat kengerian di matanya.

__ADS_1


"Kamu yakin Nit?"


"Serius yakin, motor sama, jaketnya helmnya semua sama fix dia yang tadi."


Dita memberanikan diri menggeser kerumunan itu untuk melihat korban. Agak susah mencapai korban karena banyak juga yang malah sibuk memvideokan korban kecelakaan itu, demi berita terkini paripurna di media sosial nya meski beberapa polisi sudah melarang pengambilan gambar dan mengamankan area masih banyak yang badung.


"Astagfirullah... "


Saat Dita sudah bisa melihat korban yang kini posisi tubuhnya di telentangkan dari posisi semula yang tengkurap, terdengar bunyi tulang retak yang membuat ngilu terdengar.


Kelihatannya banyak tulang yang patah di bagian punggung nya. Lebih menjijikan lagi saat polisi melepas helm si korban yang sudah hancur itu dengan hati-hati karena bagian otaknya sudah berceceran keluar dari tempurung kepala.


Sebagian wajah korban hancur dengan bola mata sebelah kanan lepas dari kelopaknya. Ditambah dengan darah yang masih mengalir deras dari bagian kepalanya. Sebagian warga merasa mual dan jijik, namun mirisnya sebagian lagi malah asik membuat vlog dengan video temuan mereka itu.


Dita melihat sekeliling heran karena beberapa orang yang dengan tenangnya memvideokan korban itu, sampai mata Dita melihat kearah sosok pria yang mengenakan jaket yang sama, celana yang sama seperti korban, namun celananya terlihat koyak apalagi bagian wajahnya jelas terlihat hancur tanpa bola mata sebelah kanan serta tempurung kepalanya yang berrongga meneteskan cairan darah dan isi kepalanya.


Please jangan liat aku jangan liat aku, please Ya Allah.


Dita melangkah mundur menuju Anita, kakinya ingin melangkah buru-buru pergi dari situ sebelum sosok hantu itu tau Dita dapat melihatnya.


Deg...


Sayang Dita terlambat, hantu pengendara itu sudah berada di belakang Anita sedang memandang Dita dengan sebelah matanya.


"Tolong saya..."


***


To be continued


Happy Reading...


Please Vote ya... 😊😊

__ADS_1


__ADS_2