
"Semua beres kan?"
tanya Pak Herdi pada Bu Devi saat tiba di wahana malam itu setelah seharian pergi dengan Dita mengunjungi keluarga korban kecelakaan kerja di wahana beberapa hari lalu.
"Beres Di, urusan kamu gimana?" tanya Bu Devi sambil melirik ke arah Dita yang menundukkan kepalanya permisi menemui Anita dan kawan-kawan.
"Beres semua hak mereka sudah saya berikan pada pihak keluarganya, saya menginap disini ya, kamu pulang aja kembali esok pagi." ucap Pak Herdi seraya masuk keruang kerjanya.
"Hai guys... itu karyawan yang lain pada nginep disini?" Dita melahap tahu gejrot ditangan Anita.
"Beuh laper dia gak di kasih makan kamu seharian ngedate sama pak bos." Anita menggoda Dita dengan ucapannya.
"Whaaaattt aku gak ngedate say kerja catet kerja ketemu keluarga siapa deh tadi kang Asep sama Pian, iya itu namanya." Dita membela diri.
"Terus gimana neng mereka udah balik?" tanya Kang Ujang menanyakan para arwah Asep dan Pian.
"Udah Kang, udah tenang beres alhamdulillah." sahut Dita masih menguyah tahu gejrot dari tangan Anita.
"Siapa yang balik kang?" tanya Doni heran dengan pertanyaan kang Ujang.
"Keluarganya Don keluarga yang lain maksudnya."
"Ohhh..."
"Eh itu karyawan lain pada nginep?" Dita menanyakan kembali pertanyaan yang belum terjawab tadi.
"Gak semua sih beberapa aja paling ntar jam sepuluh pada pulang." jawab Doni.
"Semua acara besok lancar ya gak terjadi apa- apa, eh iy Ta aku nginep ya di rumah kamu itu udah gak horor kan?" Dita memberikan sisa tahu gejrot nya pada Dita semua.
"Beuh... dirimu mau nginep? ya udah gak horor sih biasa aja kok tapi nanti ya aku beresin dulu, kalo aku bilang udah oke baru kamu masuk."
"Kaya siapa aja sih pake disambut di rapihin segala." Anita menyerahkan gelad air mineral pada Dita.
"Ya pokokny tunggu aba aba masuk dari aku okeh." sahut Dita.
"Kang, dipanggil tuh sama bos kayanya dia mau nginep deh." ucap Doni menepuk bahu kang Ujang.
"Iya kayanya, saya kesana dulu yak." Kang Ujang langsung berlari kecil menghampiri Pak Herdi.
"Itu bagian panggung butuh pertolongan kayanya Don." Dita menunjuk kearah panggung.
"Gue kesana ya bantuin." sahut Doni.
"Bikin kopi yuk Ta buat semua nya." ajak Anita.
"Oke hayo ke pantry."
Dita dan Anita menuju pantry mereka terpaksa melewati Bu Devi yang masih berkutat dengan laptopnya melirik tajam ke arah Dita sekilas.
"Nenek lampir gak pulang apa?" bisik Anita.
"Husss kedengeran ntar."
Terdengar suara dari kamar mandi disamping dapur membuat Anita dan Dita terkejut dan takut.
"Siapa tuh Ta, mandi malem-malem?" Anita siap dengan panci di tangannya.
"Mana aku tau, coba ya aku ketok."
__ADS_1
Tok tok
"Ada orang didalem?"
Tak ada jawaban dari sana lalu pintu kamar mandi terbuka tiba-tiba.
"Boooooo.... "
"Aaaaaaaaaaaa...." Dita dan Anita saling teriak berpelukan.
"Hahahahha pada kaget ya." sahut pak Herdi yang keluar dari kamar mandi memakai celana joger dengan kemeja yang tak terkancing terlihat deretan roti sobek selama ini bersembunyi di balik setelan jas rapihnya.
"Haaaaa astaga bapak mah ngagetin aja." ucap Dita menghela nafas sekilas gaya Pak Herdi yang mengeringkan rambutnya dengan handuk itu sangatlah menggoda.
Anita sampai melongo tak dapat berucap melihat penampakan keren dihadapannya itu.
"Pada ngapain?" tanya Pak Herdi.
"Bikin kopi pak, mau?"
sahut Dita sambil menyenggol Anita yang masih terpaku disampingnya.
"Boleh nanti anter keruangan saya yak."
"Oke pak." Dita menyenggol Anita dengan keras kali ini.
"Aduh sakit Ta."
"Lagian kamu mangap aja."
"Sumpah Ta, tuh duda cakep banget, gebet Ta gebet."
"Oke lah." Anita membawa nampan berisi cangkir-cangkir kopi ke pekerja diluar.
***
"Aku rapihin kamar bentar ya Nit, tunggu aba-aba aku okeh?"
Anita mengangguk dan Dita bergegas masuk kerumahnya.
"Assalamualaikum... hai Jess hai Ndri, Anan maaa..."
Anan menepuk bahu Dita lalu memeluknya.
"Cie... mulai lagi nih kaya semalem." shaut Jessie usil.
"Lontong kisut mantep banget dah perjuangan nya." ucap Andri sambil bertepuk tangan.
"Lepas ah lepas malu tau diliatin ..."
"Diliatin siapa? diliat setan?" tanya Anan.
"Hehehe iya ya diliat setan, apa maju maju mulutnya awas nih." Dita membentuk kepalan tinju ke arah Anan membuat Anan tak jadi melaksanakan niatnya mencium Dita.
"Oh iya, temen aku Anita mau nginep disini jadi please jangan lakuin yang aneh aneh ya berisik berisik gak jelas bikin dia takut."
"Aku anteng kok di sofa sini sama kak Andri, janji deh gak akan ganggu."
"Pinter... sayang deh sama Jessie." Dita mengelus ngelus rambut Jessie.
__ADS_1
"Aku juga sayang deh sama Dita." ucap Andri sambil menyodorkan kepalanya berharap mendapat elusan yang sama seperti Jessie.
Namun Anan keburu menoyor kepala Andri sambil melotot tajam kearah Andri.
"Masih gue liatin tempe angus jangan coba-coba modus yak." ucap Anan.
Dita dan Jessie jadi tertawa melihat kelakuan Anan dan Andri.
"Ah iya nyonya besar lupa, aku kebelakang bentar ya."
Dita melangkah ke arah dapur di ikutin Anan di belakangnya.
"Nyonya Tania... eh lagi nyalon disitu hehehe."
Tania melotot tajam ke arah Dita seperti biasa.
"Gini ya Tania cantik bak bidadari, kan temenku mau nginep disini jadi please jangan usil yak."
"Terus besok ada acara besar disini jadi aku mohon jangan gangguin juga yak... bantuin menjaga keamanan di sini okeh."
Dita tersenyum lebar pada Tania dan berusaha menyisir rambut Tania
🎵 "Di kesunyian malam ini... eh kok jadi nyanyi lagu pengabdi setan ya."
Tania menepis tangan Dita lalu mencengkram nya.
"Aduh sakit, serius sakit banget please lepasin."
Tania melepaskan cengkeramannya mendorong Dita untungnya Anan sudah sigap menahan tubuh Dita dengan genggaman nya.
Tania tertawa puas macam Mak lampir yang baru saja menang melawan Sembara.
Anan mau membalasnya namun Dita menahan Anan.
"Udah biarin, nanti kalo dia ganggu Anita kamu tolongin aku yak?" pinta Dita pada Anan.
"Oke siap, aku bakal jagain kamu dan Anita semaleman, tapi..."
Anan menyodorkan pipinya pada Dita.
Paaakk...!! Dita menepuk pipi Anan perlahan.
"Ta maksudnya sun gitu bukan di tabok."
gerutu Anan.
"Oh kirain ada nyamuk minta di tabok wkwkwkwkw." Dita langsung berlari keluar menghampiri Anita.
Malam itu Anita tertidur lelap disamping Dita diatas ranjang Dita. Untungnya tidak ada adegan dia harus ke kamar mandi ke basecamp nya Tania jadi tak ada gangguan juga dari Tania.
Anan dan Andri pun menjaga mereka semalaman dengan Jessie yang masih sibuk belajar di ruang tamu demi mengikuti ujian beasiswanya esok hari.
***
To be continued...
Happy Reading... 😘😘😘
semoga suka bacanya.
__ADS_1