Pocong Tampan

Pocong Tampan
Ke Rumah Anita


__ADS_3

Jangan lupa klik Like terus vote yak... bagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


makasih yak... 😘😍😊


***


Hahaha lucu banget badan gede tapi cemen mana ngompol lagi tuh bekasnya hahaha." ucap Andri .


Dita bersembunyi di balik badan Anan ternyata seram juga melihat penampakan Andri yang badan nya hangus terbakar.


"Kenapa Ta, aku nakutin yak?" tanya Andri.


"Emang perlu dijawab yak." Dita membenamkan wajahnya di punggung Anan.


"Bentar bentar aku konsentrasi dulu jadi ganteng lagi."


"Buaahahaha ganteng? emang dasarnya kaya tempe angus mah susah." ledek Anan.


"Ah dasar lontong kisut, emang gue ganteng kok kaya Amir Khan, Tante elo aja ngakuin gue ganteng tanya aja sana."


"Apa...??!! elo bener-bener yak, ada hubungan apa sih elo sama Tante gue." Anan mulai kesal lagi lalu menarik kerah baju Andri.


"Udah deh jangan mulai lagi, udah malem nih berisik tau apa kata orang yang liat nanti."


"Emang ada yang bisa liat kita?" sahut Anan kesal.


"Oh iya aku lupa hehehe."


"Hihihihihihihihi....." suara perempuan tertawa cekikikan dari atas pohon mangga disamping Dita.


Anan dan Andri menghentikan perkelahian nya bersama Dita menoleh ke atas pohon arah datangnya suara itu.


"Astagfirullah mbak Kunti ngapain malem-malem di atas pohon mana bawa bayi, eksploitasi berlebihan itu bawa bocah kerja." Dita sudah merangkul Anan bersembunyi di belakangnya.


Perempuan berwujud kuntilanak itu makin tertawa dengan senyum menyeringai ke hadapan Dita.


"Coba liat Nan, pake daleman gak tuh cewek kaga dingin apa malem-malem pake daster tipis." ucap Andri.


"Elo aja yang liat dih ogah gue ngintip-ngintip daleman dia dari sini." Anan menggeser posisinya dan Dita mengikutinya namun si Kunti itu menjatuhkan bayi yang ia genggam dan reflek Dita menangkapnya.


"Nih ibu gak waras kali yak bayinya dijatohin gini mana masih ketawa cekikikan diatas geli banget, lagi ngelawak kali nih Kunti."


Dita menoleh ke bayi yang sedang ia gendong terlihat bayi yang dibungkus kafan lusuh itu pada bagian tubuhnya menunjukkan tulang rusuk tanpa daging yang menyelimuti bagian depannya dan belatung yang menggeliat manja di area sana. wajah bayi itu tak bermata hanya rongga penuh daging berdarah dan penuh dengan belatung pula.


"Aaaaaaaaa..." Dita melempar bayi tersebut pada Andri yang langsung Andri tangkap.


Dita berlari dengan kencang menjauhi tempat itu sambil menyeret Anan dengan paksa, dan suara tertawa kuntilanak itupun makin santer Dita dengar.


***


Nia adik Anita membuka pintu depan rumahnya untuk Dita lalu Dita memeluk Nia dengan erat sambil menangis.

__ADS_1


"Maafin kakak ya Nia, maafin kakak gak bisa nolongin kakak kamu." ucap Dita terisak.


"Udah takdir kak, yang penting si pembunuh itu dapat ganjarannya biar mati membusuk di penjara." kutuk Nia.


Seandainya kamu tau Nia kalau bukan Pak Herdi pelakunya.


Nia mempersilahkan Dita masuk dan kedatangannya diaambut hangat oleh kedua orang tua Anita.


"Gimana kabar kamu Ta, tinggal dimana sekarang?" tanya mama Anita.


"Alhamdulillah baik Tante, aku sekarang tinggal di rumah dokter Dewi jadi asisten nya."


"Pembantu?"


"Emmm dibilang pembantu sih enggak, tapi ya aku bantu-bantu beres rumah dia juga sih, lumayan lah Tante digaji dan gak perlu ngontrak."


"Alhamdulillah kalau kaya gitu Tante sama om sempat khawatir keadaan kamu, terus tinggal dimana nantinya."


"Iya Tante makasih, aku gak papa kok."


"Om permisi dulu ya mau ikut rapat RT, ajak makan Nia nih kakak Dita nya."


Papa Anita pamit keluar karena hendak mengikuti rapat RT di wilayahnya


"Iya om silahkan." ucap Dita sopan.


"Nanti empat puluh hari Anita kamu kesini yak?"


"Insha Allah Tante, nanti aku usahain dateng."


"Makasih Nia, oh iya Tante ini ada pesangon hasil kerja Nia dari Pak Herdi."


"Hah...!! bosnya Anita?? apa apaan itu dia yang menyebabkan anakku terbunuh dengan mudahnya dia ganti dengan uang, apa kamu juga nerima sogokan ini?" tanya mamanya Anita dengan nada geram.


"Bagaimana ya menjelaskannya." ucap Dita.


"Kak, ini namanya sogokan mungkin di persidangan nanti dia ingin keringanan, Nia mah maunya dia dihukum mati." ucap Nia ketus.


Haduh repot ini ngejelasinnya gimana caranya ya biar mereka tau kalo pak Herdi gak salah.


gumam Dita sambil menyeruput teh panasnya.


"Emmm anggap aja ni mah uang asuransi atau pesangon Tante dari Depnaker yang harus dikeluarkan oleh pemilik perusahaan jadi terima saja Tante ini hak nya Anita kok."


Dita mencoba mencari alasan agar mama Anita mau menerimanya.


"Jangan mah, sama aja." larang Nia.


"Tapi Nia, mama juga butuh untuk biaya tahlilan kakakmu dan untuk bayar uang uts sekolah kamu."


"Dih mama mah murah banget harga dirinya." sahut Nia.

__ADS_1


"Bukan gitu Nia, ini memang hak kakak kamu, dia pasti juga mau kamu menerima ini sebagai gaji terakhir nya."


Sepertinya ucapan Dita kali ini diterima baik oleh Nia dan mamanya.


Sesosok perempuan memakai celana jeans dan kaus berwarna kuning sedang berjalan sambil melompat kecil masuk ke ruang tamu dan berhenti memandang Dita.


"Dita... aaaaaahhhh Dita sahabatku akhirnya aku nemuin kamu juga."


Dita tau sosok perempuan itu adalah hantunya Anita, namun Dita berusaha untuk tidak melihatnya dan memperhatikan gerak gerik Anita.


"Dita .....!!! aku tuh udah nungguin kamu di wahana tapi kamu gak dateng-dateng aku bingung cari kamu kemana." Anita mengucapkannya sambil mengibaskan kedua tangannya di depan wajah Dita, tak berhasil juga ia lalu berguling - guling dilantai mencari perhatian Dita.


"Seneng banget aku tuh akhirnya kamu dateng juga kerumahku, karena aku tahu kamu pasti dateng kesini jadi aku tungguin kamu disini." Anita meniupkan udara dari mulutnya ke wajah Dita.


Dita berusaha mati-matian mengacuhkan keberadaan Anita.


"Dita pamit dulu tante, Nia nanti pas empat puluh hari aku kesini lagi ya." Dita mencium punggung tangan mama nya Anita dan memeluknya, dia juga memeluk Nia.


"Dita ..... serius nih kamu gak bisa liat aku."


Anita berusaha mengejar Dita.


"Udah Ta yuk pulang, lah ini kan si Anita." ucap Anan.


"Lah iya ini mah Anita temennya si Dita gentayangan juga elo?" tanya Andri ke Anita.


"Kalian siapa yak?" tanya Anita heran.


"Gue Anan pacarnya Dita."


"Idih pede banget nih bocah udah ngaku pacar, emang iya Ta? Ta woi... Dita... !"


Dita mencoba berlari kecil menghindari semuanya namun secepat kilat Anan sudah berada di hadapannya.


"Kamu kenapa sih?" tanya Anan.


"Tuh kan bener firasat ku kalo Dita bisa lihat hantu, jadi dia bisa lihat aku kan?" tanya Anita ke Andri.


"Iyalah dia bisa, emang elo belom tau yak?" sahut Andri.


Anita menggeleng lalu menghampiri Dita.


"Ta, kamu bisa liat aku kan?"


Dita menunduk dan meneteskan air matanya menangis sesenggukan.


"Huaaaaaaa Anitaaaaaaa.... kenapa sih kamu gak tenang....." Dita tak dapat menahannya lagi lalu memeluk Anita dengan erat.


"Maafin aku ya Nit maafin aku gak bisa nolongin kamu waktu itu huaaaaaa...." tangis Dita makin kencang....


****

__ADS_1


To be continued


Happy Reading...


__ADS_2