Pocong Tampan

Pocong Tampan
Gagal Makan


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


*****


"Ta... tuh lihat." Tasya menunjuk ke atas langit-langit rumah makan disana.


"Apaan sih... astagfirullah ngapain mbaknya nangkring disana ini kan masih siang?" sahut Dita sambil menoleh ke arah langit-langit.


"I...i...itu kutil eh kunti... kuntilanak ya?" tunjuk Doni dengan tubuh gemetar menahan rasa takutnya.


"Ngapain dia disitu ya, ganggu pemandangan aja, udah cuekin aja lah." ucap Anan sambil memilih menu yang mau dia pesan.


"Nan, dia pegang bayi tau." ucap Dita.


"Udah deh kalau kamu gak konsen gini pindah tempat duduk aja ke saung sebelah sana." tunjuk Anan.


"Iya pak, saya juga gak konsen lihat roknya menerawang saya ngeri sama dalemannya." sahut Doni langsung menarik lengan Tasya untuk buru-buru pindah.


"Mbak ini menunya kita pindah ke saung sebelah sana ya." Anan menyerahkan kertas menu yang sudah berisi daftar makanan yang mereka pesan kepada seorang pelayan.


"Bunda aku ke toilet dulu ya." ucap Anan pada Dita.


"Lagian saya tuh heran banget sih, masa kuntilanak siang-siang gini berkeliaran mana nangkring di atas deket kipas angin, gerah kali ya, terus gak takut apa itu dasternya ketarik kipas angin."


Tasya terus menggerutu sambil memainkan sendok dan garpu mengetuk-ngetukannya ke meja.


"Enggak."


"Suara siapa tuh barusan?" tanya Tasya ke arah Doni dan Dita.


"Samping kamu Sya." Dita menunjuk ke arah samping Tasya.


"Perasaan saya gak enak nih, mana tiba-tiba merinding gini."


Tasya perlahan-lahan menoleh ke samping tempat duduk nya.


"Kyaaaaaaaaa." Tasya mendorong tubuhnya ke belakang karena terkejut.


Sosok kuntilanak itu memandang Tasya dengan tatapan tajam dengan bola mata yang berwarna merah mengeluarkan cairan darah sambil tersenyum menyeringai. Kuntilanak itu mendekap sosok bayi tanpa busana. Tubuh bayi tersebut membiru dengan dada yang berongga dan penuh belatung.

__ADS_1


"Mau gendong gak?" tanyanya sambil menyodorkan bayinya.


Dita dan Doni langsung menggeleng bersamaan begitu pula dengan Tasya.


"Enggak, enggak mau, enggak usah nanti nangis kalau saya yang gendong." sahut Tasya.


"Gendong aja nih, aku mau titip sebentar ya hihihihi." kuntilanak itu langsung terbang pergi menghilang meninggalkan bayinya.


"Lah ini gimana? dasar hantu gak jelas, masa anaknya di telantarkan gini, haduh mana dedek bayinya senyum gitu tapi nakutin belatung semua mukanya, liat deh Ta." Tasya makin menjauhi si bayi kuntilanak tersebut.


"Ogah gak mau liat, ih amit-amit jabang bayi." ucap Dita.


"Terus ini gimana Ta?" Tasya makin panik.


"Tapi gak nangis kan? tinggalin aja yuk."


ucap Doni yang ingin buru-buru pergi dari sana.


"Jahat kamu Don, kasian kan masa ada anak bayi gini di telantarkan." sahut Tasya.


"Sya itu anak kuntilanak, kaga ada yang liat kecuali kita, udah yuk aku takut anakku sawan nanti." Dita memaksa Tasya untuk beranjak dari sana.


"Tapi Ta..."


"Urus lah sendiri kalau kamu gak tega aku sih ogah, ayo kak cabut." ajak Doni mengajak Dita pergi.


"Dedek bayi ganteng jangan nangis ya, anteng disini nungguin mamanya nyalon apa ngegosip kali, bentar lagi balik, maafin kakak ya adek." ucap Tasya


"Aaaaa gak usa senyum dek, ih serem..." Tasya langsung menyusul Doni dan Dita uang sedari tadi sudah pergi menjauh.


"Eh pada mau kemana?" tanya Anan.


"Bungkus aja makannya pindah ke kantor aja yuk." pinta Dita pada Anan


"Emangnya kenapa sih kok pada ketakutan gitu?" tanya Anan makin penasaran.


"Itu masa mbak Kunti tadi nyuruh kita jagain bayinya yang penuh belatung bikin gak selera makan nanti jadi mending kabur aja deh." sahut Dita.


"Astagfirullah makin parah tuh bayi, masa belatungnya gede-gede banget tambah banyak keluar dari mulutnya mana ngajak ketawa mulu, saya gak mau ah jagain nanti minta nyusu air darah saya repot nyarinya."


Tasya mencoba mengatur nafasnya agar kembali teratur.


"Tuh kan apa aku bilang yuk pindah aja dari sini." sahut Doni.


"Ya tapi ngomong nya biasa aja bisa kali, tuh lihat kalian tuh menarik perhatian mereka." bisik Anan sambil melihat sekeliling pengunjung.


"Pokoknya ayo balik aku takut anak kita sawan nanti." ucap Dita menarik lengan Anan.

__ADS_1


"Iya bentar aku bilang dulu kalau makanannya di bungkus tunggu sini dulu, udah tenangin diri kamu dulu." ucap Anan menenangkan Dita lalu kembali ke meja kasir.


"Kita ke mobil aja yuk." ajak Doni.


"Ide bagus." sahut Tasya.


"Aku bilang Anan dulu ya kalau kita mau ke mobil." ucap Dita.


Tiba-tiba ponsel Dita berbunyi mengejutkan ketiganya. Doni langsung jatuh dari kursinya, Dita langsung melempar ponselnya ke atas dan mendarat di tangan Tasya yang dengan sigap menangkapnya.


Dita melempar ponselnya sambil berucap


"Ikan asin sambal terasi enak banget."


"Ih si Dita ya untung aja gak mendarat ke muka saya ini hape." ucap Tasya langsung mengembalikan ponsel Dita.


"Maaf ya Ta, mana laper ini pikirannya makanan mulu." sahut Dita.


"Angkat Ta ngapain di diemin!" perintah Tasya mengingatkan Dita untuk mengangkat ponselnya.


"Oh iya sampai lupa, bentar ya aku angkat." Dita mengangkat sambungan teleponnya menuju ke luar restoran agar terdengar jelas sambungan telepon nya itu.


"Elo ngapain Don duduk di lantai gini, diliatin orang banyak noh?" tanya Anan yang membawa beberapa bungkusan kotak makanan yang dipesan tadi


"Hehehhe saya kaget Pak gara-gara Kak Dita lempar-lempar hape." sahut Doni.


"Nih bawa ke mobil! terus Dita mana?" tanya Anan pada Tasya sambil memberikan bungkusan makanan tersebut pada Doni.


"Tadi terima telepon tuh disana pak." Tasya menunjuk ke luar ke arah Dita dan Anan langsung menghampirinya.


"Don, kabur yuk tuh mbak Kunti emaknya si bayi udah balik nanti nyariin kita lagi mau ngomel gara-gara gak jagain anaknya." Tasya buru-buru menarik lengan Doni dan tak mau menoleh ke arah saung tadi.


"Kalau dia mau nyalahin mah ya kamu Sya kan kamu yang dititipin tuh bayi." bisik Doni sambil berjalan mengiringi Tasya ke arah mobil.


*****


To be continued


Jangan lupa mampir ke novel baruku


"With Ghost"


dan baca novel ku lainnya ya guys...


- Kakakku Cinta Pertamaku


- 9 Lives

__ADS_1


- Gue Bukan Player


Ku tunggu like dan komen kalian disana dan Vie mau ngadain Giveaway lho di novel Kakakku Cinta Pertamaku jangan lupa ikutan ya pembaca tersayang ku 😘😘


__ADS_2