
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
Sesampainya di rumah besar milik keluarga Arjuna Anan merangkul Dita yang masih menangis sesenggukan kehilangan Anita. Wajah Doni juga tampak murung dan lesu.
"Ini pada kenapa ya den?" Tanya Bu Mey pada Anan.
"Sedih Bu kalau di ceritain mah, saya mau ajak Dita istirahat dulu." Sahut Anan.
"Baik den." Ucap Bu Mey.
"Don jangan tidur di kamar kemarin yak." Ucap Dita menegur Doni.
"Kenapa kak memangnya?" Tanya Doni.
"Anita kan gak ada nanti gak ada yang jagain kamu dari nyai." Sahut Dita.
"Nyai..?" Doni mengernyitkan dahinya.
"Udah nurut aja tidur di kamar Anan aja gih kan sekarang Anan sudah tidur sama aku." Ucap Dita.
"Ya udah kak." Doni menuruti perintah Dita di antar oleh Bu Mey meski wajah Bu Mey penuh dengan tanda tanya ia menurutinya.
Rumah besar itu tampak sepi seperti nya Tante Dewi, Kevin dan mami Aiko sudah terlelap malam itu.
"Kamu ganti baju dulu bunda baru istirahat yak." Ucap Anan memijit bahu Dita dengan nyaman.
"Iya aku juga capek banget, siapa tahu dalam mimpi aku bisa ketemu Anita dan keluarga ku." Ucap Dita murung.
Anan mengganti pakaiannya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk itu. Dita menyusulnya membenamkan wajahnya pada dada Anan lalu terlelap bersama.
****
Pagi itu Anan mengetuk pintu kamar Aiko.
"Mami...? Mami dimana?" Ucap Anan mencari keberadaan mami Aiko.
"Mami mandi Nan, bentar yak." Sahut Aiko dari dalam kamar mandi.
Anan masih melihat sekeliling kamar mami dan papi nya itu. Di lihatnya foto papinya yang tampak gagah dan tampak mirip dirinya. Tiba-tiba ponsel di samping figura papinya berbunyi. Anan mencoba melihat sekilas ponsel mami Aiko yang tidak terkunci itu.
Sayangnya pesan yang tertulis menggunakan bahasa Jepang jadi Anan berinisiatif untuk mencapture pesan tersebut dan mengirimkan ke ponselnya berikut nomor telepon pengirim.
"Kenapa aku ngelakuin ini ya?" Gumam Anan. "Ah bodo amat deh aku penasaran sama papi." Gumamnya.
Anan buru-buru meletakkan ponsel mami Aiko kembali ke atas meja dan bertindak tak mencurigakan saat maminya keluar dari kamar mandi.
"Tumben banget pagi-pagi udah nyamperin mami?" Mami Aiko mengeringkan rambutnya dengan handuk dan hair dryer.
__ADS_1
"Anan kangen mami, lagi pula kan Anan harus anter mami ke bandara." Sahut Anan.
"Iya mami juga kangen Anan, eh gimana sukses buatin mami cucu ?"
"Wah sukses dong mi, nanti Anan buat lagi." Ucap Anan bangga.
"Hahaha bisa aja kamu, ya udah sana ke meja makan duluan, mami ganti baju dulu ya."
"Oke mi Anan turun dulan ya." Anan lalu keluar dari kamar maminya menuju ke ruang makan.
Dita sudah menunggu Anan di meja makan bersama Tante Dewi dan Kevin.
"Doni mana Bun?" Tanya Anan.
"Dia di teras depan."
"Udah makan belum tuh anak?"
"Sudah tadi, terus dia ke teras depan nungguin Tante Dewi mau antar ke rumah sakit." Dita menyendokkan nasi goreng buatannya di piring Anan.
"Oh... Masih galau ya?" Tanya Anan lagi.
"Seperti nya begitu, udah kamu makan dulu, mami mana?" Tanya Dita.
"Bentar lagi turun." Sahut Anan.
"Kenapa mereka sering memanggilmu dengan sebutan Dewi?" Tanya Kevin pada Tante Dewi.
"Panggilan sayang mereka ke aku kan kamu lupa." Jawab Tante Dewi sambil menyuap nasi goreng buatan Dita.
"Selamat pagi." Sapa Aiko dengan senyum manisnya.
"Aku ambilkan ya mi." Dita menyendokkan nasi goreng buatannya ke piring Aiko.
"Ini masakan siapa wangi banget?" Tanya Aiko.
"Dita kak, dia tuh jago banget masak." Sahut Tante Dewi.
"Iyakah, wah cocok nih kalau buka restoran mantu mami." Puji Aiko.
"Ah mami bisa aja, silahkan mi di makan." Ucap Dita.
****
"Bun, aku mau anter mami dulu ya." Ucap Anan merapihkan dasinya. Dita membantunya merapikan dasi Anan.
"Oh iya hampir lupa."
"Apa? Pasti cium sini aku cium." Dita menggoda Anan dengan manja.
"Bukan itu nanti dulu, ini aku kirim ke kamu." Anan mengirimkan tangkapan gambar di ponselnya terkait ponsel mami Aiko.
"Apa ini?" Tanya Dita.
"Nah itu ponsel mami aku curiga aja pengen tahu artinya." Sahut Anan.
"Ih Yanda kepo, mungkin cuma obrolan biasa."
__ADS_1
"Enggak masa ada bahas tulisan nama papi, aku curiga aja, nanti kamu cari tau ya, google translate gitu."
"Oke deh apa sih yang gak buat Yanda."
Anan langsung menarik pinggang Dita mendekatkan wajahnya ke wajah Dita.
Cup...
"I love you my Anandita." Anan membelai rambut Dita dan mencium keningnya.
"I love you too my Ananta." Sahut Dita.
"Lepasin dong, nanti aku gak bisa anter mami ke bandara."
"Hehehe kamu juga sih gak mau lepas dari aku, aku anter yuk ke mami." Dita merangkul pinggang Anan sambil berjalan menemani Anan menuju mobil yang terparkir.
"Mami..." Dita memeluk Aiko dengan erat sebelum perpisahan.
"Jaga diri baik-baik ya, pokoknya bulan depan mami mau denger kabar baik dari kalian yaitu cucu." Ucap Aiko.
"Iya mi, pasti kita akan bekerja keras, ya gak Nan?" Dita menoleh pada Anan.
"Pastinya dong." Sahut Anan mencium kepala Dita.
Aiko melihat sekilas kalung pemberian darinya yang melingkar di leher Dita lalu tersenyum memasuki mobil di ikuti Anan. Aiko melambaikan tangan ke semuanya.
"Jaga kesehatan mami." Ucap Dita.
"Cie... Mantu idaman." Tante Dewi menyenggol bahu Dita dengan bahunya.
"Cie juga isteri idaman." Dita melihat Tante Dewi membawakan tas om Kevin.
"Eh maksud kamu ini?" Tante Dewi mengangkat tas kerja pak Kevin.
"Rese nih katanya minta ikut dia ada perlu ketemu klien secara langsung eh orangnya malah ke kamar mandi minta pegangin tasnya, terus nanti ditemenin sama Doni terus kata Doni juga di pantau pak Herdi emang iya Ta?"
"Iya." Dita mengibaskan tangannya pada pak Herdi. "Hai pak." Sapa Dita.
"Ngapain sih masa pagi- pagi hantu udah nongol."
"Hantu zaman now Tante hahahaha." Dita terkekeh sambil ber tos ria dengan pak Herdi membuat Tante Dewi merinding ngeri.
"Tuh om Kevin sama Doni ." Ucap Dita
"Nih tasnya, bukain pintu Don!" Perintah Tante Dewi yang mau memasuki mobilnya.
"Lho salim dulu, cium tangan dulu Tante sama om, ya gak om?" Dita meledek Tante Dewi nya.
"Apaan sih kan satu mobil belum pamit." Sungut Tante Dewi melirik Dita tajam.
"Oh... Nanti kalau pamit video in ya Don, aku mau lihat."
"Dita....!" Pekik Tante Dewi.
****
To be continued...
__ADS_1
Happy reading... main ke "9 Lives" ya 😘😘😘