
Dalam kehidupan ini, ada berbagai macam jenis manusia, yang memiliki sifat, kebiasaan dan perilaku yang berbeda-beda.
Baik buruk seseorang, tidak ada yang tahu, bahkan mungkin orang-orang terdekat juga tidak bisa menebak apa isi hati mereka.
Dan begitulah adanya dunia dan isinya. Semua tidak sama seperti yang kita inginkan. Ada hal yang sama sekali tak terduga, yang membuat kita tidak mempercayai apa yang sebenarnya terjadi.
Kebaikan yang dilakukan seseorang, kadang oleh orang lain malah justru dimanfaatkan. Mereka juga membuat segala sesuatunya, bisa menjadi terbalik dengan cerita-cerita yang bisa dihembuskan, untuk mendukung keinginan yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Orang-orang seperti ini, pada umumnya tidak memiliki perasaan dan cinta yang tulus. Mereka hanya memanfaatkan kebaikannya, situasi yang ada, dan kedudukannya pada saat ini.
Sama seperti yang dilakukan oleh Adhisti Andriyani. Dia, yang dulu sudah pernah melakukan penipuan besar terhadap suaminya sendiri, Elang Samudra, dan masih dimaafkan oleh suaminya itu, demi anak dan rasa cinta yang dimiliki Elang, justru merasa berada di atas awan.
Adhisti, setelah sekian tahun, telah kembali pada tabiat lamanya, yaitu keserakahan yang ternyata selalu ada di dalam hatinya. Rasa ingin menguasai semua hal yang dimiliki Elang, justru lebih besar lagi, dibandingkan dulu, saat masih berada di Jakarta.
Saat ini, mereka menetap di Batam.
Elang, yang ingin memulai semuanya dari awal, bahkan kehidupan keluarga juga, harus rela menjauhkan diri dari kehidupan Jakarta.
Dia benar-benar memulainya dari nol. Baik untuk bisnisnya, ataupun perasaannya. Rasa cintanya pada Adhisti, telah membuat dirinya melupakan semua hal yang sudah pernah dilakukan oleh istrinya itu.
Dia berpikir jika kesalahan istrinya, hanyalah kekhilafan semata. Dia berharap agar istrinya bisa berubah dan menjadi seorang istri yang baik dan bisa membantunya mencari kebahagiaan dan menjaga keutuhan keluarga mereka.
Apalagi, Elang juga memikirkan tentang anaknya, Awan. Dia tidak ingin, anaknya menjadi seorang anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Elang benar-benar berharap, jika niatannya itu akan mendapatkan dukungan dari istrinya, sehingga bisa diwujudkan.
Tapi, harapan tetaplah harapan. Sifat Adhisti yang tidak pernah dia ketahui selama ini, ternyata tidak bisa berubah. Keserakahan dan keinginan untuk bisa menguasai Elang adalah ambisi Adhisti sejak lama.
__ADS_1
Bukan hanya diri Elang saja, tapi juga kekayaan dan semua yang dimiliki Elang, ingin dia kuasai. Sebuah ambisi, yang ada sejak lama dan dia tutup dengan kata cinta dan perasaan yang lembut, layaknya wanita pada umumnya.
Dan memang benar adanya, apa kata orang, jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hatinya.
Kecantikan bisa menipu hati yang busuk. Perasaan cinta yang buta, tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah.
Mungkin, itulah yang dialami Elang saat ini.
Kepercayaannya yang dia bangun kembali untuk istrinya, justru di manfaatkan lagi sama Adhisti. Dia merasa jika Elang tidak mungkin bisa marah terlalu lama dengannya. Karena Elang Samudra, benar-benar mencintainya sedari dulu. Cinta pertama Elang adalah Adhisti Andriyani.
Cinta yang ternyata telah menipunya, dengan ambisi Adhisti Andriyani sendiri.
Sebuah perjalanan takdir cinta, yang tidak pernah diinginkan oleh semua orang.
Tidak akan pernah ada yang percaya, jika ada seorang istri yang begitu di cintai justru membuat pengkhianatan terhadap suaminya sendiri.
*****
Awal mula kecurigaan mama Amel, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada menantunya itu adalah dari foto yang dia terima dari kiriman seorang teman bisnisnya.
'Aku melihatnya masuk ke sebuah hotel. Ini fotonya, benarkan jika dia itu Adhisti, menantimu? awalnya, Aku mau menegurnya, tapi karena dia tidak melihatku, dan ada dua orang yang mengikuti langkahnya, aku tidak jadi memangilnya. Tapi jika Aku salah lihat, maafkan penglihatan ku, yang mungkin lelah karena perjalanan bisnisku yang panjang ini.'
Begitulah pesan yang dikirim teman mama Amel, beserta beberapa foto yang dia terima juga.
Awalnya, mama Amel hanya menyangka, jika Adhisti sedang melakukan pertemuan dengan beberapa kolega bisnis, yang kata Elang sedang dia rintis. Karena beberapa minggu sebelumnya, Elang bercerita pada mama Amel, jika istrinya sedang memulai bisnis sendiri dengan meminta modal pada Elang.
__ADS_1
Elang yang sudah percaya sepenuhnya kepada istrinya, tentu saja tidak merasa curiga dan mendukung kegiatan istrinya itu.
Apalagi, bisnis yang dirintis oleh Elang sendiri, tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Jalan ditempat dan belum ada perkembangan.
Tapi, seminggu yang lalu, Elang meminta pada mama Amel sejumlah uang yang cukup besar, yang katanya untuk menyelamatkan bisnisnya, yang sedang diambang kebangkrutan.
Elang sendiri tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada usahanya itu, karena dari statistik penjualan, justru ada kenaikan dan itu sedari bulan yang lalu.
Tapi entah kenapa, pengeluaran yang ada justru membengkak dan tidak terkendali.
Pihak keuangan yang bertugas mengatakan, jika ada pengeluaran yang diminta oleh Adhisti, yang bertugas sebagai pemasok bahan utama, yang katanya untuk pembelian stok bahan.
Tapi, saat si cek ke gudang penyimpanan bahan-bahan yang digunakan, justru tidak ada stok sama sekali. Hanya tinggal beberapa bahan dan itu juga sisa dari stok lama.
Saat di konfirmasi, Adhisti beralasan, bahwa bahan yang akan dikirim mengalami kendala sehingga tertunda.
Tapi setelah beberapa hari kemudian, bahan-bahan yang diperlukan justru tidak datang. Dan saat dikonfirmasi kepada perusahaan yang menjadi langganan Adhisti ambil, kata petugasnya, tidak ada pesanan yabg diminta oleh perusahaan Elang, apalagi dari Adhisti.
Elang sudah mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya. Dia berpikir jika Adhisti sedang lupa, karena banyak pikiran.
Akhirnya, Elang memesan lagi, untuk melanjutkan pekerjaannya, agar tidak berhenti begitu saja.
Tapi ternyata semua itu terulang lagi dan lagi. Sehingga Elang harus menutupi semua modal yang hilang sedikit demi sedikit. Dan puncaknya, dia harus meminta bantuan pada mamanya, dan menceritakan semuanya. Karena mama Amel, tidak mau memberikan bantuan lagi, untuk kesekian kalinya.
Elang pun akhirnya menceritakan kepada mama Amel. Dari cerita Elang itulah, mama Amel menyambungkannya dengan kecurigaan temannya tadi. Dan sekarang, dia ingin melihatnya sendiri secara langsung.
__ADS_1
"Aku harap semua itu tidak benar. Meskipun Aku belum percaya sepenuhnya kepada Adhisti, tapi Aku juga tidak mau Elang tersinggung. Sama seperti dulu, saat dia melakukan kecurangan untuk pertama kalinya. Elang tidak tahu, jika mamanya ini sudah lama menjadi pengusaha, yang tentunya bisa melihat lebih teliti, mana yang bisa dipercaya atau tidak. Sedari dulu, Aku tidak bisa percaya dengan Adhisti, karena watak aslinya itu Aku sudah ketahui. Tapi, Aku juga tidak ingin merusak keluarga anakku sendiri. Tapi jika dia sendiri yang selalu membuat kehancuran itu, apa boleh buat. Aku harus mempunyai bukti, supaya Elang bisa membuka mata hatinya sendiri, dan tahu siapa sebenarnya istrinya itu. Meskipun banyak orang yang akan menilai diriku sebagai mertua yang tidak baik dan ikut campur urusan rumah tangga anaknya, ini Aku lakukan hanya untuk menyelamatkan anakku dan juga cucuku. Kasihan Awan, jika harus ada dalam bimbingan seorang ibu yang seperti Adhisti."
Mama Amel, sudah memikirkan banyak hal tentang apa yang harus dia lakukan. Dia hanya ingin, semuanya terbuka, dan Elang menyadari kesalahannya sendiri sedari awal, mempertahankan cintanya, yang ternyata hanya memanfaatkan dirinya saja.