Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )
Kesempatan Yang Datang


__ADS_3

Karena tidak ada pulsa di saluran seluler handphonenya, Anjani keluar dari dalam rumah, untuk pergi ke rumah Sekar. Dia mau memberitahu bibi pembantu rumah adiknya itu, untuk menjemput dan menjaga anak-anak, Anggi dan Miko. Karena dia ingin pergi ke rumah sakit, menjenguk dan melihat kondisi adiknya yang mau melahirkan, yaitu Yasmin.


Bibi pembantu rumah Sekar, menyanggupi permintaan dari Anjani, sehingga Anjani bisa pergi ke rumah sakit dengan tenang.


Anjani baru saja berjalan beberapa langkah dari rumah adiknya, Sekar, saat ada jeng Nita yabg mau pergi ke warung di depan komplek perumahan.


Tin tin!


"Jeng, dari mana?" tanya Jeng Nita, pada Anjani.


"Oh jeng Nita. Ini dari rumah Sekar."


Anjani menjawab pertanyaan dari jeng Nita, yang masih ada di atas motornya.


"Terus sekarang mau ke mana?" tanya Jeng Nita lagi.


"Ini mau ke depan," jawab Anjani lagi, sambil menunjuk ke arah jalan menuju ke luar kompleks perumahan mereka.


"Ayuk ikut. Aku mau ke depan juga kok," ajak jeng Nita, meminta pada Anjani untuk ikut membonceng motornya.


"Wah, terima kasih banget ini jeng Nita. Kebetulan sekali ya, tiap ada keperluan, ketemu jeng Nita," ujar Anjani, dengan mengucapkan rasa terima kasih, atas bantuan yang diberikan oleh jeng Nita kepada dirinya.


"Hahaha... ini hanya kebetulan jeng Jani. Tidak usah sungkan."


Dan begitulah akhirnya. Anjani menuruti tawaran Jeng Nita. Dia ikut membonceng motornya jeng Nita, dan justru di antar sampai ke halte bus, untuk mendapatkan angkutan umum atau atau bajaj, yang bisa mengantarkan Anjani ke rumah sakit.


"Mending naik ojek jeng Jani. Bisa sampai ke tempat tujuan," ujar Jeng Nita memberikan usulan.


"Iya ini juga tadinya Saya mikir gitu jeng Nita. Tapi jika gak ketemu tukang ojek, ya dengan terpaksa naik angkutan umum nantinya."


Anjani juga berpikir hal yang sama dengan yang dipikirkan oleh jeng Nita. Oleh karena itu, jeng Nita akhirnya mengantar Anjani, untuk pergi ke pangkalan ojek, yang ada tukang ojeknya di sana. Jadi tidak perlu repot-repot menunggu.


Anjani sangat berterima kasih kepada Jeng Nita, yang sudah banyak membantu dirinya hari ini.


"Terima kasih banyak lho Jeng Nita, atas semua bantuannya ini," ucap Anjani.


"Sama-sama Jeng Jani. Biasa aja sih Jeng. Sesama tetangga harus saling tolong menolong, dalam kebaikan apalagi saat dibutuhkan. Apalagi selama ini, jeng jeng Jani juga baik sama tetangga. Kalau butuh bantuan, jangan sungkan-sungkan ya Jeng, untuk minta tolong pada kami-kami, para tetangga Jeng Jani sendiri."


Anjani tersenyum mendengar perkataan dari Jeng Nita. Dia tidak menyangka, jika tetangganya itu, yang biasanya dikenal oleh orang-orang sebagai biang gosip, karena sering tahu banyak hal tentang orang-orang disekitar perumahan ini, ada sisi positif dan baiknya juga.


Setelah Anjani menemukan tukang ojek, dia pamit pada jeng Nita.


begitu juga dengan jeng Nita sendiri. Dia segera pergi, kembali ke tujuan utamanya yaitu pergi ke warung. Karena ada sesuatu yang ingin dia beli.

__ADS_1


Begitulah kehidupan bertetangga. Ada kalanya kita dianggap tidak berguna oleh sebagian orang, tapi pada saat tertentu, ada orang yang akan melihat kebaikan seseorang, tanpa diminta untuk menilai.


Karena sebenarnya kehidupan ini, ada dua sisi penilaian. Tergantung dari sisi mana kita menilai dan di nilai oleh orang lain.


Tidak perlu memaksakan diri untuk dinilai baik, karena itu tidak akan pernah bisa membuat kita menjadi diri sendiri. Akan ada sesuatu yang membuat kita tertekan oleh penilaian tersebut, karena hanya untuk memberikan sebuah citra yang hanya sebatas pecitraan belaka.


Lebih baik, jadilah diri sendiri. Karena itu tidak akan membebani diri kita sendiri.


*****


Bubaran sekolah, Ara mendapatkan kabar dari bundanya, melalui nomor handphone ayahnya.


Bundanya, Anjani, memberikan kabar, jika saat ini tidak ada orang di rumah. Kunci rumah ada lada bibi pembantu tantenya, Sekar. Karena dititipkan kepada bibi pembantu, yang saat ini juga menjaga adik-adiknya Anggi dan Miko.


Anjani mengunakan handphone milik ayahnya, karena handphone milik bundanya tidak sempat mengisi pulsa dan data seluler.


Bundanya ada di rumah sakit, menyusul ayahnya, yang ikut menjaga tantenya, Yasmin, yang sedang menjalani operasi Caesar, untuk dapat melahirkan bayinya, adiknya Nanda.


"Hemmm... Aku naik angkutan lagi ini. Padahal sudah sore dan harus berganti angkutan sampai dua kali juga nantinya."


Ara berjalan dengan tidak semangat. Dia menunduk saja, tanpa menghiraukan keadaan sekitar.


"Ra. Aku duluan ya!"


Ara hanya mengangguk saja. Itu tadi adalah suara teman Ara, yang berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.


Temannya Awan, si Dika, sudah berjalan lebih dulu, karena mamanya sudah datang menjemputnya, dan sudah ada di depan gerbang sekolah.


Dika lupa, jika dia punya rencana untuk mengantarkan Ara pulang, meskipun harus dengan naik angkutan umum. Karena dia sedang tidak membawa kendaraan sendiri.


Pada saat si Dika baru saja naik ke dalam mobil mamanya, dia baru melihat keberadaan Ara, yang berjalan dengan menunduk saja.


Sebenarnya, si Dika ingin menghentikan mobil mamanya, dan menghampiri Ara, tapi karena tidak enak hati pada mamanya, dia hanya bisa menghela nafas berat, karena melepaskan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan adik kelasnya itu.


"Ah, gak jadi bisa lebih dekat dengan Diyah ini," gumam Dika seorang diri.


"Ada Sayang?" tanya mamanya Dika, yang mendengar gumaman anaknya itu. Tapi tidak jelas di telinganya.


"Eh, gak apa-apa kok Ma," sahut Dika cepat.


Akhirnya si Dika hanya bisa menyandarkan kepalanya, pada sandaran jok mobil. Dia tidak tahu, kapan ada kesempatan untuk bisa mendapatkan perhatian dari Ara, tanpa ada bodyguard, Nanda, yang selalu ada bersama dengan adik kelasnya itu.


Di sekolah, Ara baru saja sampai di depan gerbang sekolah, dan melihat keadaan sekitar. Dia mencoba untuk mencari beberapa teman, yang mungkin bisa dia ajak berjalan bersama, menuju ke arah halte bus, untuk bisa mendapatkan angkutan umum.

__ADS_1


Tapi ternyata dia tidak menemukan teman-teman yang dia kenal, yang biasa naik angkutan umum juga.


Dengan terpaksa, Ara berjalan kaki lagi, sendirian ke arah halte bus.


Awan yang ada dalam jarak beberapa meter dari tempat Ara berdiri, mengernyit heran. Dia berpikir bahwa, temannya, si Dika, akan menemani Ara, sama seperti saat pagi tadi, waktu berangkat sekolah.


Awan tidak tahu jika, temannya itu sudah pulang terlebih dahulu, dalam keadaan menyesal, karena telah kehilangan kesempatan untuk bisa mendapatkan perhatian dari Ara.


Sekarang, Awan pergi berjalan menuju ke tempat parkir motor warung Pak Lek. Dia mengambil motornya dengan cepat, untuk bisa mengikuti Ara.


Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Ara, karena Ara tidak terbiasa dengan angkutan umum. Apalagi, Ara juga harus berganti angkutan umum hingga dua kali, untuk bisa sampai di rumah.


Awan, bermaksud untuk mengantarkan Ara pulang ke rumah. Itu juga jika Ara mau. Dan dia tidak ingin memaksakan diri, jika Ara merasa tidak nyaman bersama dengannya.


Tapi ternyata, handphone milik Awan bergetar. Ada panggilan masuk, dengan nomor yang tidak dia kenal.


Drettt


Drettt


Drettt


Awan penasaran dengan panggilan tersebut. Jadi, Awan menekan tombol hijau, untuk bisa tersambung dengan panggilan yang masuk.


..."Ya halo."...


..."Ini dengan Awan?"...


..."Ya. Siapa ya?"...


..."Ini Om Abi Wan. Abimanyu, ayahnya Ara."...


..."Oh, ada apa ya Om?"...


..."Boleh minta tolong?"...


..."Tolong apa ya Om?"...


..."Ara sendirian. Kakaknya, Nanda tidak berangkat sekolah karena ikut menuggu mamanya, yang sedang melahirkan di rumah sakit. Jika Kamu ketemu Ara, dan Kamu juga pulang sendiri, tolong antar Ara ya Wan. Kasihan dia, harus ganti-ganti angkutan umum dan sudah sore juga ini."...


..."Oh. Iya Om. Kasih kabar sama Ara om, biar nungguin Awan."...


..."Oh ya Wan. Terima kasih banyak ya Wan."...

__ADS_1


Klik!


Panggilan telpon terputus. Awan menghela nafas panjang, saat ada sesuatu yang terasa nyaman tiba-tiba datang di dalam hatinya. Entah perasaan apa itu, Awan tidak tahu.


__ADS_2