
Clarissa sedang di bawa di klinik yang ada di dekat rumah tahanan. Dan di dalam sel, madam tertawa terbahak-bahak saat semuanya sudah terjadi.
"Hahaha... dia pikir madam akan bisa dibuat seenaknya? Hahaha..."
Tenaga yang melihatnya, sebenarnya juga bingung. Dia tidak tahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh madam pada Clarissa.
Tapi, remaja tersebut juga tidak mau ikut campur urusan madam. Karena dia sangat tahu jika, madam tidak suka diganggu dan dicampuri urusannya.
"Kalian semua. Di saja dan tidak usah bicara soal kejadian tadi. Biarkan saja mereka yang mengurusnya."
Tentu saja, semua orang juga mengangguk patuh. Mereka tidak mungkin ada yang mau mengalami hal yang sama, seperti yang dialami oleh Clarisa.
Mereka semua tahu, siapa madam.
Dia adalah ahli apoteker, yang di penjara karena menyalahgunakan kecerdasannya, untuk meracik obat yang bisa membahayakan keselamatan orang lain.
Dan dari kasusnya utama yang membuatnya di penjara karena, dia sudah melenyapkan nyawa rekan kerjanya sendiri, saat uji coba obat yang akan di produksi.
Madam mengunakan salah satu jenis obat, untuk melakukan aksinya itu.
Yaitu sejenis kortikosteroid.
Kortikosteroid adalah salah satu golongan obat yang sangat sering digunakan, berfungsi sebagai anti peradangan dan sering disebut sebagai “obat dewa” karena kemampuannya untuk mengobati berbagai gejala penyakit.
Tapi jika digunakan dengan takaran yang tidak tepat, akan mengakibatkan orang yang mengkonsumsi obat tersebut mengalami penurunan kesadaran dan ketahanan tubuh.
Bahkan, bisa jadi akan meninggal dunia.
Dan ternyata, madam menyimpan jenis obat tersebut dalam bentuk pil yang sangat kecil. Tapi dalam dosis tinggi.
Dia mengunakan obat tersebut, untuk melindungi dirinya saat berada di dalam sel tahanan. Karena dia sangat tahu, bagaimana keadaan dan situasi di dalam sel tahanan Amerika sini.
Oleh karena itu, dia langsung menjadi napi yang ditakuti, tanpa ada napi lain yang berani untuk melaporkan dirinya. Dia jadi arogan dan sesuka hatinya.
Karena jika itu terjadi, napi yang melaporkan dirinya, akan kedapatan meninggal dunia keesokan harinya. Tanpa diketahui penyebabnya.
Dan sepertinya, hal ini juga tidak menjadi sorotan dan perhatian dari pihak sipir dan aparat terkait.
Mereka berpikir jika, hal seperti ini biasa terjadi pada sebuah rumah tahanan di mana pun berada.
Di klinik, Clarissa langsung mendapatkan penanganan serius. Karena tubuhnya semakin drop.
Clarissa bahkan sudah tidak bisa membuka mulutnya, untuk bicara. Sehingga pihak kepolisian menghubungi papanya untuk datang segera.
*****
Di perusahaan.
Awan dan Abimanyu sedang melakukan metting dengan orang, untuk melakukan evaluasi terkait pemasaran produk merek yang baru saja dikeluarkan ke pasaran.
__ADS_1
Ting!
Sebuah pesan masuk ke dalam handphone milik manager perusahaan. Tapi sepertinya, manager tersebut mengabaikan peran yang masuk.
Manager tersebut berpikir jika, dia bisa menangani hal lain di luar pekerjaannya nanti saja. Setelah selesai metting dan menyelesaikan pekerjaannya juga.
Tapi ternyata, tak lama kemudian handphone miliknya berdering. Ada telpon masuk dari kantor polisi.
"Maaf Mr Awan, Mr Abimanyu. Sepertinya ini penting, karena dari kantor polisi."
Manager menunjukkan layar handphone miliknya, pada Awan dan Abimanyu. Dia meminta ijin untuk bisa keluar dari ruangan metting, agar bisa menerima panggilan tersebut.
Awan dan Abimanyu, mengangguk mengiyakan permintaan dari managernya itu.
Mereka berdua berpikir bahwa, tidak mungkin pihak kepolisian akan menghubungi sang manager, jika tidak ada kepentingan yang mendesak.
Setelah beberapa saat kemudian, manager kembali ke dalam ruangan. Dia mengatakan bahwa, dia meminta ijin pada bisa pergi dari kantor saat ini juga.
"Clarissa dalam keadaan kritis."
Apa yang dikatakan oleh manager, tentu saja membuat Awan dan Abimanyu terkejut. Keduanya sama-sama tahu, jika saat ini, Clarissa ada di dalam sel tahanan, untuk menunggu sidang berikutnya.
"Baiklah, hati-hati. Semoga Clarissa tidak kenapa-kenapa," ucap Abimanyu, yang diangguki juga oleh Awan.
"Terima kasih Mr. Saya sungguh-sungguh meminta maaf untuk semua ini."
"Kita lanjutkan lagi. Jika nanti ada laporan atau apa saja yang berhubungan dengan manager, bisa diberikan pada Saya saja."
Akhirnya, Awan mengambil alih tugas yang seharusnya ditangani oleh manager tadi.
Beberapa saat kemudian, setelah metting selesai, Awan menghubungi seseorang yang kemarin sudah membantunya dari pihak kepolisian.
..."Apa yang terjadi di sel tahanan?" ...
..."Terdakwa mengalami keracunan."...
..."Keracunan? Bukannya makanan dan minuman di sana juga dikonsumsi oleh semua orang? Apa ada korban lain, selain Clarissa?" ...
..."Tidak ada. Tapi ini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian." ...
..."Oh baiklah. Lalu, bagaimana dengan pacarnya?" ...
..."Dia baik-baik saja. Dia juga di pisahkan sel tahanannya." ...
..."Baiklah. Jika ada sesuatu yang terjadi, tolong kasih tahu Saya!" ...
..."Baik Mr Awan." ...
Klik!
__ADS_1
Abimanyu segera bertanya pada Awan, untuk meminta penjelasan tentang apa yang terjadi pada Clarissa di sel tahanan.
Awan pun memberikan penjelasan, dengan apa yang dia ketahui tadi.
"Apa ini tidak apa-apa?" tanya Abimanyu, yang merasa ada keganjilan pada kejadian ini.
"Hal semacam ini pada umumnya biasa terjadi di sel tahanan Amerika sini Yah. Karena sebenarnya, para sipir juga tahu keadaan yang sebenarnya di dalam. Tapi, mereka seakan-akan tidak melihat dan selalu bilang jika semuanya baik-baik saja."
"Mereka menganggap bahwa, di dalam sel itu ada hukum rimba, yang umum terjadi."
Awan menjelaskan pada calon mertuanya itu, tentang apa yang biasanya terjadi di dalam rumah tahanan.
Mungkin, bisa dilihat dari gambaran umum tentang kondisi sel tahanan jika suka melihat film-film action. Karena sebenarnya, film-film itu dibuat karena adanya kejadian atau setidaknya yang mirip dengan sebuah kejadian yang ada di dunia nyata.
Abimanyu menghela nafas panjang. Sepertinya, dia paham jika Clarissa mengalami hal seperti ini.
Karena dari apa yang dia lihat, Clarissa ini adalah anak yang manja, karena korban dari broken home juga.
"Ya sudah. Semoga saja, semua baik dan tidak terjadi apa-apa pada Clarissa."
Awan mengangguk mengiyakan perkataan Abimanyu.
"Nanti pulang dari kantor, kita coba tengok Yah!" Awan mengajak Abimanyu, untuk berkunjung dan melihat bagaimana keadaan Clarissa di rumah sakit kepolisian.
"Apa perlu ajak Ara?" tanya Abimanyu.
"Tidak usah Yah. Biar kita lihat aja dulu sendiri."
Abimanyu mengangguk sekali lagi, menerima usulan dari Awan.
Dia juga tidak mau jika, Ara akan lemah dan merasa bersalah. Karena sudah membuat Clarissa berada di dalam tahanan.
*****
Di Jakarta.
Kedekatan antara Nanda dan Mita, tentu semakin terlihat dan diketahui oleh orang-orang terdekat mereka.
Apalagi, Nanda juga seringkali datang menemani Mita di rumahnya, sambil belajar bersama. Karena Mita lebih sering sendiri, dari pada ada kedua orang tuanya.
Mita juga mengunggah beberapa foto kebersamaan dirinya dengan Nanda di akun sosial media miliknya.
Ini membuat teman-temannya berkomentar untuk segera meresmikan hubungan mereka saja.
Bahkan, ada juga yang berkomentar untuk segera menikah.
Dari semua akun sosial yang mengikuti Mita, ada satu akun sosial yang tidak pernah memberikan like ataupun komentar sekalipun.
Akun sosial itu hanya melihat dan memantau keadaan dan kondisi Mita saja. Juga untuk mengetahui bagaimana keadaan orang-orang terdekat Mita.
__ADS_1